Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Jangan Berulah


__ADS_3

Kinan mengendarai mobil menuju rumah sakit untuk menjemput suaminya pulang. Dengan cepat Kinan berjalan ke arah ruangan suaminya " linda, suamiku ada" tanya kinan


"ada nyonya, tapi beliau akan operasi seprtinya" balas linsa


kinan berjalan masuk ke ruangan suaminya "mas mau operasi ya" tanya kinan saat memasuki ruangan kerja suaminya


"iya sayang, tadi ada panggilan dadakan, tadi lagi di berikan anestesi jadi mas harus ke sana. gak papa kan kalau sebentar mas operasi orang dulu" ucap Hans harus mendahulukan kewajibanya


"gak papa kok mas, mas kerja dulu aja, kinan nunggu mas sambil tidur di ruangan mas saja, mau langsung pulang juga kayanya masih capek" balas kinan


"ya sudah istirahat dulu" hans mengecup kening kinan dan menuju ruang operasi


kinan memutuskan untuk beristirahat sebentar karena terlalu lelah hari ini, begitu banyak pekerjaan yang menumpuk yang harus ia kerjakan apalagi keluarga ayah mertuanya yang selalu bikin kepalanya pusing tujuh keliling, lebih tepatnya ibu tiri suaminya sih yang selalu menuntut agar jovan kembali menempati posisi CEO perusahaan keluarga Herlambang


"maaf nona, dokter Hans gak ada jadi anda bisa pergi, bukannya ada sudah di beri peringatan untuk tidak masuk ke sini" ucap linda melarang seorang wanita masuk


baru sebentar kinan menutup matanya tapi sudah ada yang mengusik tidurnya "siapa" gumam kinan memaksakan bangun dari tidurnya dan berjalan keluar


baru saja keluar ruangan kinan harus di hadapakan dengan wanita yang begitu menyebalkan di hidupnya "mau apa lagi kamu ke sini hah!" bentak kinan sudah tak bisa punya rasa sabar pada wanita yang benar-benar tak punya malu yang pernah ia temui selain regina


sinta menatap tajam kinan "oh kamu di sini juga, bagus kalau gitu biar aku bilang sama mas hans gimana kelicikan istri yang di bangga-banggakannya" ucap sinta dengan tatapan nyalang


kinan mengernyitkan keningnya "apa maksud ucapanmu" tanya kinan dengan ketus


"kamu pasti yang minta mas jovan menjual rumah yang kami tempati dan menarik kartu yang biasa aku pakai" tuduh sinta


"jangan sembarangan berucap ya sinta" tujuk kinan "aku tidak pernah meminta dia menjual apapun ataupun menarik uang yang ia berikan padamu, aku hanya memotong gajinya sebanyak 40% gajinya sebagai ganti rugi atas penggelapan uang yang di lakukannya, sudah untung aku tidak menjebloskannya ke penjara" teriak kinan


"alaaah bilang aja kamu iri sama aku, karena mas jovan memanjakan aku" ucap sinta dengan yakinnya


kinan benar-benar tidak menyangka ada wanita macam ini di hadapannya, padahal jelas-jelas suaminya terlilit hutang karena gaya hidup sinta yang terlalu berlebihan

__ADS_1


kinan tertawa meremehkan "kamu bilang aku iri" tunjuk kinan pada dirinya "heiii sadar" tunjuk kinan pada kepala sinta "untuk apa aku iri denganmu, aku di terima baik oleh keluarga suamiku, suamiku juga sangat mencintaiku, aku juga punya keluarga yang mendukung dan mencintaiku jadi apa yang membuatmu berpikir aku iri denganmu" tanya kinan tak percaya denagn pola pikir sinta


"kamu iri karena mas hans cinta sama aku dulu" balas sinta dengan percaya dirinya


"hahahahaha" kinan tertawa renyah "jangan lupakan kata dulu dalam ucapanmu, itu semua dulu jadi jangan pernah mengungkitnya karena yang di cintai suamiku sekarang dan nanti hanyalah kinan aranda seroang, ingat itu baik-baik" ucap kinan dengan suara lantang


"dasar" sinta ingin menampar sinta tapi dengan sigap kinan menangkisnya dan mendorong tubuh sinta agar menjauh darinya "jangan buat kesabaranku makin habis sinta, kalau kau terus mengujinya aku benar-benar tidak akan memandang kamu sebagai ibu dari lisa" ucap kinan dengan nada ancaman


kinan menoleh ke arah linda "tolong usir dia ya lin, saya capek banget pengen istirahat sampai nunggu mas hans selesai operasi" ucap kinan memberitahu linda bahwa dia ingin istirahat sebentar


"iya nona" balas linda menganggukan kepalanya patuh


sinta emnatap kinan dengan tatapan nyalang "dasar wanita gak tahu diri" sinta berlari dengan kencang mendorong tubuh kinan


linda yang benar-benar tak siap tak bisa mencegah kinan di dorong sinta dengan kasar "gak usah sok-sokan deh kamu, mas hans pasti akan bosan denganmu dan akan kembali denganku karena dia cinta banget sama aku" ucap sinta dengan yakinnya


kinan memegang perutnya "ahh" kinan merasakan begitu sakit di perutnya


"sakit lin" adu kinan memegang perutnya yang terasa begitu sakit


linda memeriksa tubuh kinan "darah nona" teriak linda yang melihat noda darah di celana kinan yang kebetulan memakai celana berwarna putih


"darah" kinan makin panik dan mengusap bokongnya dan benar saja ada noda darah di tangannya "darah" teriak kinan


linda yang melihat hans langsung berteriak "dokter! nyonya berdarah" teriak linda


sinta begitu panik melihat hans berlari ke arahnya dengan tatapan begitu khawatir, tubuhnya bergetar hebat melihat hans yang makin mendekat


hans menghampiri kinan "mana yang keluar darah" tanya hans


"tadi nyonya di dorong wanita itu dengan kasar dan celana nyonya terlihat ada noda darah" ucap linda

__ADS_1


"sakit mas" rengek kinan merasakan begitu sakit di perutnya dan keringat sudah mengucur deras di wajah kinan


hans melirik ke arah linda "cepat minta ruang operasi siap siaga sekarang" teriak hans


"baik dokter" linda langsung berlari untuk melaksanakan perintah hans


hans langsung membopong tubuh kinan dan sempat emnghentikan langkahnya dei depan sinta "jika sampai terjadi apapun dengan istriku, sumaph demi apapun aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!" ancam Hans dengan tatapan tajam


sinta memundurkan tubuhnya mendengar ancaman hans yang begitu menakutkan untuk di dengar membuat sinta makin gemetar ketakutan


kinan di bawa ke ruang operasi untuk menghentikan pendarahannya, hans sebenarnya ingin ikut menangani kinan tapi ketakutannya tak bisa di tutupi karena tangannya terus gemetar jadi ia tak di izinkan ikut emnangani kinan untuk kelancaran proses operasi kinan


Hans berjalan mondar-mandir tak jelas di depan ruang operasi menunggu sang istri selesai di tangani oleh rekan sejawatnya


2 jam berjalan dengan panik di depan ruang operasi, akhirnya ada yang keluar dari ruangan itu "bagaimana keadaaan istriku" tanya hans lansgung memberondong pertanyaan pada rekan sejawatnya sesama dokter kandungan bernama dokter amirah


"sabar dulu hans, jangan lansgung memberondong pertanyaan seperti itu, aku tuh baru selesai operasi loh" kesal amirah yang juga dokter kandungan sama seperti hans


"gimana bisa sabar, di dalam itu istriku loh" balas hans masih dengan begitu cemasnya dengan keadaan istrinya


amirah berdecak dengan tingkah hans "bersyukur istri kamu terluka di rumah sakit dan cepat di tangani, beruntung juga kamu punya teman dokter handal kaya aku jadi istri dan anak kamu selamat" balas dokter amirah


"anak" hans sempat termangu akan ucapan teman seprofesinya


"kamu gak tahu kalau istri kamu hamil, padahal kamu dokter kandungan loh" tanya dokter amirah


"tapi kinan masih KB dan belum lepas, masih 3 bulan lagi loh jadwal dia lepas KB implan nya" balas hans


"berarti kecebong kamu tokcer banget bisa bobol dinding KB istri kamu itu" balas amirah menepuk pundak hans


hans jatuh duduk di kursi tunggu "hamil" gumam hans tak percaya "kinan hamil" senyum hans langsung terbit dengan cerahnya mendengar kinan sedang hamil anaknya padahal KB kinan masih akan di lepas beberapa bulan lagi

__ADS_1


"benar kata amirah, kecebongku tokcer banget" hans terkekeh dengan air mata yang tetap mengalir bebas di pipinya bahagia akan berita kehamilan istrinya yang tida ia duga karena rencananya hans akan memprogramkan anak bersama kinan setelah KB kinan selesai agar usia putera dan adiknya tidak terlalu dekat jadi kasih sayang putera tidak akan terbagi untuk adiknya


__ADS_2