Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Bibit pelakor memang (season 2)


__ADS_3

Qiana dan Tiara sedang asyik berbincang sambil memilih bahan masakan "kamu belajar masak sama mamanya kak putera" tanya tiara sambil mengambil daging berkualitas dari stand khusus daging


"iya, kadang mama sama bunda juga ikut ngumpul ngajarin aku di akhir pekan" balas qiana


"hahahaha" tiara memegang perutnya "asyik ya jadi kamu qiana, lancar banget hubunganmu kayanya, calon mertua sama mama dan bunda kamu akrab gitu sedari awal" puji tiara akan hubungan qiana dan juga putera yang terbilang cukup lancar, walaupun mereka barulah pacaran beberapa bulan saja


"alah" qiana menepuk bahu tiara "kaya kamu enggak, bukannya maminya roland suka ngajakin kamu shoping dan perawatan bareng ya, kadanng mama kamu juga ikutan" sahut qiana


"itu mah karena aku pacaran sama roland lama qiana, sudah satu tahun lebih, 3 bulan lagi genap dua tahun loh" tiara membanggakan kisah asmaranya yang sudah bertahan cukup lama untuknya


"tapi kamu hebat dia tiara, bisa naklukin playaboy itu" qiana mengacungkan kedua jempolnya untuk tiara


"hei" tiara memicingkan matanya ke arah qiana "pacar kamu itu sudah pacaran berapa kali ssebelum sama kamu, emang bukan playboy namanya" tiara kesal jika kekasihnya di katakan sebagai playboy


qiana terkekeh "iya sih yang bucin" qiana kembali memilih bahan masakan tersisa


"sudah yuk, kulkas kita sudah penuh kalau segini" ajak tiara menyudahi acara belanjanya


"ya sudah ayok" qiana dan tiara mendorong troli mereka ke kasir untuk segera di bayar


"nanti kita masak bareng ya, soalnya roland pengen main ke apartemen" ucap tiara


"boleh saja, tapi nanti jangan protes sama rasa masakan aku ya, aku kan masih tahap belajar, kalau kak putera mah nerima dengan senang hati masakanku yang kadang aneh, gak tahu nanti roland" balas qiana


"gampang, nanti aku plototin juga diam dia " kekeh tiara


setelah selesai membayar belanjaan mereka, tiara dan qiana segera pulang ke apartemen yang kebetulan bisa mereka tempuh hanya denga berjalan kaki saja karena gedung apartemen dan mall yang tepat bersebelahan


"lucu gak sih kita qiana, gedung apartemen punya pacarku, gedung pusat perbelanjaan punya pacar kamu" tiara tiba-tiba mengingat gedung bersebelahan itu adalah milik kekasih mereka


"iya juga ya tiara, kok aku gak pernah mikirin itu" kekeh qiana

__ADS_1


masih sibuk saling bercanda saat akan memasuki gedung apartemennya, tiara menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba "kenapa tiara" qiana menoleh ke arah sahabatnya yang tiba-tiba saja berhenti saat di akan masuk gedung apartemen mereka


"lihat tuh" tiara menunjuk seseorang dengan dagunya


qiana menoleh ke arah tatapan tiara, mata qiana memicing ke arah seorang gadis muda berpakaian seksi "itu siapa tiara, kakak sepupu kamu" tanya qiana


tiara terkekeh "apa kau pikir dia kakak sepupuku yang tinggal di inggris itu" tanya tiara


tiara memang memiliki kakak sepupu perempuan, anak dari sepupu mamanya, cucu dari adik kakek Randi bamantara


qiana mengernyitkan dahinya "emangnya bukan ya" qiana memindai tubuh wanita itu "tapi kayanya usianya sesuai deh, kaka sepupumu baru menyelesaikan pendidikan S2 nya, 25 tahun bukan usianya " sahut qiana dengan polosnya


tiara meletakkan barang belanjaannya dan memegang perutnya yang sakit karena asyik tertawa dengan ucapan polos sahabta baiknya "kamu emang lucu qiana, tapi aku suka" kekeh tiara


qiana makin mengerutkan keningnya "lah lucu kenapa" bingung qiana


"kakak" wanita itu menghampiri tiara dan juga qiana membuat qiana menoleh tak percaya ke arah wanita yang memanggil tiar dengan panggilan 'kakak'


"aku bukan kakakmu, jadi jangan coba-coba memanggilku kakak" ucap tiara dengan tegas


wanita itu memasang wajah memelasnya "lah kenapa aku gak boleh manggil kakak, kita kan punya ayah yang sama jadi kita itu saudara" balasĀ  wanita tersebut yang tak lain adalah ajeng, anak dari selingkuhan papahnya yang kini naik jabatan jadi istri papanya


"cih" tiara berdecih melihat wanita tak tahu malu yang berdiri di hadapannya "aku gak peduli ya kalau kamu anak papaku, yang penting kamu bukan anak mamaku jadi kamu bukan saudaraku" jelas tiara


"emang aku salah ya" ajeng menunduk dengan wajah sedihnya "kalau pengen deket sama kakak, aku pengen jadi adik kakak dan hubungan kita jadi baik" sahut ajeng


"alah, gak usah sok manis deh, aku tahu usaha papa sedang gak abik karena gak ada dukungan dana dari mama, jadi kalian pasti di suruh hemat, apalagi rumah yang dulu kami tempati, di beli mamahku dan uangnya sudah di habisin sama mamamu yang boros itu kan" tebak tiara yang sudah tahu jalan pikiran benalu di hidup papanya padahal mereka baru mengenal baru satu tahun dan tak pernah saling bicara


"harusnya kakak berbagi warisan kakek dong, kan aku juga cucunya " balas ajeng dengan tidak tahu malunya


qiana tak percaya dengan wanita yang benar-benar tak tahu malu itu, tapi dia tak ingin berucap apapun karena ini adalah masalah sahabatnya dan bukan ranahnya untuk ikut bicara

__ADS_1


"kalau kamu mau, datangin kakek saja ke kuburannya dan minta kakek untuk bagi warisannya, kalau kakek gak masalah aku mau membaginya" balas tiara


"ya gak bisa gitu lah kak, mana bisa aku ajak bicara orang yang sudah mati " balas ajeng mencebikkan bibirnya kesal dengan penuturan tuara


"itu tau" tiara makin kesal dengan wanita tidak tahu diri yang ada di hadapannya "kalau kamu gak puas dengan uang jajan yang di berikan papah, aku bisa meinta papah menyetop uang jajanku dan memberikanya padamu sebagai bentuk belas kasih pada pengemis" ucap tiara dengan meledek


"jangan menghinaku kak" bentak ajeng


"kalau gak mau di hina, jangan terus mengemis uang padaku" balas tiara dengan suara lantang


"aku gak ngemis ya kak, aku cuma minta hakku" balas ajeng dengan kesal


"silahkan minta pada papahmu tidak minta padaku" kesal tiara


"ada apa ini sayang" roland menghampiri tiara dan langsung melingkarkan tangannya di pinggang sang kekasih


tiara menoleh ke arah roland "ini loh sayang, dia masih minta warisan kakek terus sama aku" balas tiara


ajeng langsung merubah wajahnya menjadi sendu secepat membalikan telapak tangan "gak gitu kak, aku cuma minta kakak bantu papah, usaha papa sedang gak baik dan butuh suntikan dana" ucap ajeng dengan suara lirih


"astaga" tiara masih tak percaya dengan wajah wanita yang selalu mengaku adiknya itu walaupun ia sudah melihat wajah itu sangat sering


"parah nih cewek" qiana yang baru melihatnya benar-benar takjub dengan perubahan itu


roland hanya memandangi dua wanita di sebelahnya dengan bingung "kalian kenapa" tanya roland masih bingung dengan reaksi qiana dan tiara


"tolong bantu aku ya kak" ajeng mendekat dan meraih tangan roland "bilangin sama kak tiara dong kak, biar bantu papa" mohon roland


roland hanya menatap bingung wanita yang memohon padanya "jangan pegang-pegang" roland menyentak tangan ajeng dengan kasar


"hei! bibit pelakor!" bentaj tiara yang sudah mulai hilang kesabaran

__ADS_1


__ADS_2