
Hasley memicingkan matanya ke arah Vansh "kamu menikah dengan Rania? " Hasley masih tak percaya bahwa Vansh dan Rania sudah menikah
"kenapa kalau menikah dengan Rania" tanya Vansh dengan nada ketus
"Jangan-jangan selama ini kalian selingkuh dariku hah! " tuduh Hasley
"sepertinya Albert harus memeriksakan kamu ke psikiater " cetus Vansh tak menyangka Hasley masih menuduhnya selingkuh
"aku gak gila Vansh" teriak Hasley
"lalu apa namanya kalau bukan gila hah! terus-terusan menuduhku selingkuh padahal hubungan kita sudah berakhir 4 tahun lalu, dan jangan lupa kamu yang membuat hubungan kita berakhir dulu, dengan segala tuduhan tak nyata darimu. Harusnya kamu ingat kalau kita putus saat kamu mencium Albert di depan mataku" tukas Vansh ingin Hasley sadar apa alasan hubungan mereka berakhir
"itu aku lakuin karena aku gak Terima kamu duain aku" protes Hasley
Vansh begitu lelah menjelaskan berkali-kali pada Hasley kalau dirinya tak pernah selingkuh tapi kali ini dia malas untuk menjelaskan toh Hasley bukan siapa-siapanya lagi jadi Vansh rasa tak ada kewajiban dirinya untuk menjelaskan apa-apa lagi pada Hasley
"ya sudah kalau kamu gak Terima, toh hubungan kita sudah berakhir sejak dulu dan aku juga sudah menikah setelah kamu menikah dengan orang lain jadi jangan terus mengusik hidupku! " pinta Vansh dengan suara lantang
Hasley menangis sesenggukan "bagaimana bisa kamu lakuin ini sama aku Vansh" rintihan Hasley terdengar begitu memilukan
"aku begitu mencintaimu tapi kenapa kamu lakuin ini sama aku" rintih Hasley
Rania menoleh ke arah Vansh "bisa tunggu aku di depan" pinta Rania dengan suara lirih
Vansh menggelengkan kepalanya " aku gak akan biarkan kamu sendirian sama dia " tolak Vansh
Vansh tak ingin terjadi apa-apa dengan istrinya jika di biarkan tinggal dengan Hasley
"kamu percaya aku kan" tanya Rania
__ADS_1
melihat tatapan mata Rania tentu Vansh tak kuasa untuk menolaknya "baiklah aku akan tunggu di luar" Vansh memilih berjalan keluar ruangan Rania, membiarkan Rania bicara pada Hasley
setelah melihat punggung Vansh menghilang di balik pintu, Rania berjalan ke arah Hasley dan berjongkok di dekat Hasley
"jangan sampai kamu menyesal. untuk yang kedua kali karena kehilangan orang yang mencintaimu Hasley" ucap Rania
Hasley memicingkan matanya ke arah Rania "aku sudah kehilangan Vansh karena dirimu" balas Hasley
untung saja stok kesabaran Rania tersedia begitu banyak jadi ucapan Hasley tak begitu mengacaukan hatinya "harusnya kamu sadar kalau kamu kehilangan Vansh bukan karena aku tapi karena ulahmu sendiri dan sebenarnya kamu sadar itu tapi kamu terlalu keras menyangkalnya" Rania menatap lurus ke arah Hasley
"rasa cemburumu menutup akal. sehatmu, Vansh sudah berjuang keras untuk menjelaskan padamu, dia sampai merelakan kehilangan kesempatan mengikuti perlombaan yang selama ini ia impikan hanya demi mempertahankan hubungannya dengan tapi saat dia terbang ke Indonesia untuk memberi pengertian padamu, kamu malah memilih menjalin hubungan dengan pria lain untuk membalas hal yang sama sekali tidak Vansh lakukan, karena egomu itu kau membuat orang lain muak" umpat Rania
"kamu menyalahkan orang lain hanya demi menutup mata atas kesalahanmu itu Hasley, mantan kekasihmu sebelum Vansh selingkuh karena kamu yang selalu ingin menang sendiri dan tak mau menghargai perasaan orang lain, harusnya kamu sadari itu" ucap Rania
Hasley kembali mengingat masa lalu dan apa yang di ucapkan Rania adalah kebenaran yang tidak di sadari olehnya
"Vansh selalu menjaga perasaanmu saat berjauhan, bahkan dulu saat bicara denganku ia tak akan bicara lebih dari setengah jam agar saat kau ingin menghubunginya tak akan membuatmu menunggu, tapi segala sesuatu tak bisa selalu di atas kendalinya kamu lebih mementingkan ego kamu ketimbang mendengar orang lain bicara" Rania menghela nafas "kami tidak pernah menciptakan pacaran Hanya berbincang melalui ponsel, kami bertemu tidak lebih dari 3 kali dalam setahun saat aku masih di Jerman, bahkan saat Vansh kembali ke Indonesia, dia sama sekali tidak menemuiku ke Jerman padahal sangat mudah untuknya bukan" tukas Rania
Untukmu agar tidak terus menuduhnya selingkuh, dan kau akan patah hati karena dia tahu kamu masih menaruh hati padanya. dia tetap ingin menjaga hati wanita yang pernah singgah di hatinya selama bertahun-tahun" jelas Rania panjang lebar
Hasley mengusap air matanya "benarkah" tanya Hasley dengan binar bahagia
"benar, tapi jika kau berpikir Vansh masih mencintaimu, itu tidak Hasley. Dia suamiku sekarang dan dia menikahi ku karena dia mencintaiku" balas Rania dengan tegas
wajah Hasley langsung menunduk lesu membuat Rania menghela nafas kasar "aku tahu kamu sedih kehilangan pria yang kau cintai tapi harusnya kamu bersyukur masih memiliki Albert, dia sangat mencintaimu dan bisa menerimamu yang menjadikannya sebagai pengganti. Jangan sakiti dia atau kau akan jauh lebih menyesal ketimbang saat kehilangan Vansh" ucap Rania
Rania beranjak berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya "aku harus pulang Hasley, suamiku sudah datang menjemput" ucap Rania
dengan terpaksa Hasley mengusap air matanya dan keluar ruangan Rania sebab Rania akan segera pulang
__ADS_1
"ceklek" saat membuka pintu mata Hasley bersitatap dengan mata hitam milik Vansh
"Vansh" panggil Hasley dengan suara lirih
Vansh berjalan ke arah Hasley membuat jantung Hasley makin bwrpacu kencang "Vansh " panggil Hasley lagi saat Vansh melewati Hasley begitu saja
Hasley tersenyum kecut saat Vansh melewatinya begitu saja
"ternyata aku yang picik" gumam Hasley
Hasley mengusap pipinya dan bergegas pergi dari sana
kali ini ia harus memikirkan ucapan Rania baik-baik. Jangan sampai ia kehilangan Albert karena perasaannya yang masih ada pada Vansh
Hasley sadari selama empat tahun menjalani hubungan bersama Albert, Albert selalu berusaha memahami Hasley dengan segala sifat keras kepala Hasley yang selalu menyakiti hati Albert entah itu sengaja atau tidak sengaja
Vansh memeluk Rania begitu erat "kamu gak papa sayang" tanya Vansh
Rania membalas pelukan Vansh "enggak papa Vansh, aku pernah mengalami yang lebih dari ini, jadi menghadapi Hasley bukan hal yang membuatku kesulitan " jelas Rania
"aku benar-benar gak nyangka, dia sebebal itu" ucap Vansh dengan kesal karena selalu ingat Hasley yang selalu menyalahkannya
Rania mengurai pelukannya " sudahlah, jangan di bahas bukannya kamu mau unboxing aku" goda Rania
Vansh langsung melupakan kekesalannya mendengar kata itu dari Rania "iya, aku sampai mempercepat semua pekerjaan agar bisa segera bertemu denganmu tau gak " balas Vansh
"aku tahu" Rania menggandeng lengan Vansh dan segera pulang kerja
"pekerjaanmu sudah selesai? " tanya Vansh
__ADS_1
"sudah, sekarang waktuku hanya untukmu" balas Rania
semua perkataan Rania membuat hati Vansh berbunga-bunga