
Ke enam orang itu benar-benar membahas Bisnis dengan serius dan tak ada obrolan lain di luar pekerjaan mereka.
Dion terus mengamati Cindy yang sedang sibuk mengetik di laptopnya perihal perbincangan antara dirinya dan juga Alvian
"karena sudah beres lebih baik kita makan saja" ucap Alvian
"baiklah kak" balas Dion
saat pesanannya sudah mulai berdatangan Alvian melirik ke arah makanan Cindy "kamu pesan udang" tanya Alvian
"iya kak aku sedang ingin" balas Cindy
"tidak" Alvian langsung mengambil makanan Cindy dan menyerahkan makanan miliknya untuk Cindy
"makan sedikit tidak apa lah kak, kan aku sudah makan obat alergiku" balas Cindy
"tidak boleh, kamu pernah ngeyel makan padahal sudah minum obat alergi tapi masih saja terkena ruam-ruam" ucap Alvian dengan nada tegas
Dion memandang tidak suka interaksi antara istri dan kakaknya yang terlihat begitu dekat itu samapi Alvian saja bisa tahu alergi Cindy sedangkan dia yang suaminya tidak tahu
"ternyata emang benar tentang kabar kalau kalian adalah pasangan kekasih yang saling mencintai ya, apalagi setelah melihat secara langsung seperti ini" ucap Indah sekertaris Dion
Dion menatap tajam Indah "jangan bahas hubungan di luar pekerjaan" tukas Dion
Indah langsung menunduk "maaf pak" balas Indah
"jalahkan sekertaris anda pak Dion karena Indah tidak salah dengan itu, di mata semua orang saya adalah kekasih tuan Alvian dan dia selalu menemani saya kemanapun pak Alvian pergi, anda tidak lupa kan kalau saya yang menemani acara kelulusan Hasley dan bukannya anda" ucap Cindy dengan senyum tipisnya
Dion menggenggam erat garpu yang ada di tangannya "indah"Dion menoleh ke arah Indah
"bisa minta tolong carikan obat sakit kepala, saya sedang sakit kepala" pinta Dion
Indah terlihat begitu khawatir "baik pak saya akan carikan obat yang biasa bapak minum" Indah langsung berjalan keluar ruang VIP
Dion menatap lurus ke arah istrinya "kenapa tidak mengangkat telponku" tanya Dion mengulang pertanyaan yang belum sempat Cindy balas
__ADS_1
"jangan bertanya saat Cindy sedang makan Dion, jangan lupa dia punya masalah lambung kalau sampai dia sakit lambung lagi karena tidak makan kau akan kakak hajar" tunjuk Alvian dengan tatapan tajamnya
"kakak jangan lupa kalau Cindy adalah istriku kak jadi jaga sikap kakak pada istriku" balas Dion
"kau..." Alvian ingin menghajar Dion tapi Cindy menggenggam tangan Alvian dengan erat dan menggelengka kepalanya
Cindy menatap tajam ke arah Dion "jangan lupa ucapanku saat pernikahan Tiara dan Roland mas" ucap Cindy
Dion memicingkan matanya ke arah Cindy "bagaimana bisa aku membiarkan kamu menikmati bermesraan dengan kakakku hah!" bentak Dion
Cindy terkekeh "kamu lupa kalau kamu yang membuat aku di kenal sebagai kekasih kakakmu secara luas bahkan kau berkali-kali melemparku ke kakakmu" balas Cindy
"bukan gitu cindy.." Dion ingin berucap tapi Cindy menahan ucapan Dion dengan satu tangannya
"aku sudah cukup berjuang untuk pernikahan kita selama tiga tahun ini mas" Cindy meletakan sendoknya dan menatap lurus ke arah Dion "aku sudah berada di titik lelahku mas, kini aku tak ingin memperdulikan hubungan pernikahan kita lagi terserah mau bawa kemana perniakahan ini yang jelas aku tidak mau ikut andil lagi" Cindy beranjak dari duduknya "jangan saling mengusik mas, akau akan melakukan apapun yang aku rasa benar dan aku tak akan ikut campur dengan kehidupanmu mas, aku sudah benar-benar menyerah akan perniakahan kita kalau kau mau menceraikan aku, aku akan menunggu gugatan ceraimu dan menandatangani dengan senang hati" ucap Cindy
Dion memicingkan matanya "apa kau pikir aku akan menggugat cerai dan membiarkanmu mendapatkan hak warisku" tanya Dion
"terserah kau saja" Cindy menoleh ke arah Alvian
"Cindy!" teriak alvian tak suka saat Cindy mencium pipi Alvian di depan matanya
"di mata orang-orang aku adalah kekasih seorang Alvian Smit Xander dan bukan istri seorang Dion Austin Xander" Cindy berjalan keluar ruang VIP agar segera menyusul Hasley dan akan jalan bersama anak kekasihnya
Dion menatap tajam Alvian "bagaimana bisa kakak berlaku seperti ini di depanku kak, aku masih suami sah CIndy"kesal Dion
Alvian terkekeh "aku tidak lupa dengan itu Dion, tapi kamu jangan lupa kalau kau yang menyembunyikan Cindy di depan semua orang kalau dia istrimu dan kamu yang membuat Cindy jadi kekasih kakak di depan umum bahkan kamu yang memaksa Cindy untuk tinggal di rumah kakak jadi gak salah kalau orang mengira kalau kakak adalah suami Cindy dan bukannya kamu" balas Alvian
"kalau kakak ingin Cindy minta saja dia yang gugat cerai aku jangan seperti ini" sahut Dion
"aku sudah memintanya tapi dia bilang tak mau bercerai" balas Alvian dengan senyum getirnya
Dion memicingkan matanya ke arah Alvian "sejauh apa hubungan kakak dengan istriku!" teriak Dion
Alvian hanya tersenyum getir "sejauh apa yang ada di otak kamu itu" balas Alvian dengan santainya
__ADS_1
"bagaimana kakak bisa memiliki hubungan dengan istriku" kesal Dion
Alvian menatap tajam ke arah Dion "kenapa kau jadi tidak rela seperti ini, bukannya kau yang untuk menikahi Cindy setelah kalian bercerai dan kau sendiri yang melemparkan istri kamu itu ke kakak dengan berbagai alasan" balas Alvian tak kalah tajamnya
"tapi bukan berarti kakak bisa ada main dengan istri adik kakak sendiri" balas Dion
"kakak hanya menangkap apa yang kamu lemparkan ke kakak" Alvian tersenyum tipis ke arah Dion "menyesal tak akan ada gunanya Dion, biar kalian tidak akan bercerai dia sudah jadi milikku dan ibu dari anakku" balas Alvian
"apa maksud kakak?" tanya Dion dan hanya di balas senyum tipis
"kakak!" teriak Dion dengan tatapan nyalangnya
***
Qiana berjalan ke arah ruangan Putera "tok tok tok" Qiana masuk ke dalam ruangan putera setelah mengetuk pintu
"pak ada yang cari bapak" ucap Qiana
Putera mendongak "siapa yang datang sweetheart" tanya putera
Qiana langsung mendelik tajam ke arah putera yang selalu lupa memanggil nama dan terus memanggil dengan panggilanm sweetheart
"maaf maaf Qiana "kekeh putera
"ada tuan mario datang kanya mau bahas sesuatu"ucap Qiana
"persilahkan masuk" Putera berjalan ke arah sofa dan menyambut kedatangan mario yang sebentar lagi akan jadi mertuanya itu
ya putera sudah melamar Qiana sesuai dengan keinginan Qiana dan di hadiri oleh seluruh anggota keluarganya saat melamar Qiana dengan segala kejutan Romantis yang membuat qiana tak sanggup untuk menolak kekasihnya selama 4 tahun itu
"tumben om kemari" tanya putera
"dia sudah mulai bergerak" ucap ayah mario
putera tersenyum tipis "aku juga sudah bersiap om" balas Putera
__ADS_1