
Tiada hari tanpa bekerja. Baru saja kemarin Ash pulang dari perjalanan bisnis di Bali, Ash pagi harinya sudah menjalankan aktivitas seperti biasa di setiap harinya.
"Tuan, Tuan Gideon meminta bertemu siang ini, yang saya dengar dia akan membawa anak gadisnya yang membuat keributan kemarin." Lapor Kenan pada atasannya.
"Urus pertemuannya!" Perintah Ash membuat Kenan mengerutkan keningnya, biasanya Ash tidak akan tertarik dengan perusahaan kecil seperti perusahan minyak yang dimiliki Tuan Gideon.
"Kau pasti tahu kan, Kenan!" Seolah mengerti apa yang dipikirkan Asistennya, Ash meminta Kenan untuk tenang.
Kenan yang terkejut pun langsung memandang Ash dengan canggung.
"Baiklah Tuan, Setengah jam lagi kita akan bertemu di Cafe Rotensia."
Setelah percakapan selesai, Kenan langsung meninggalkan ruangan Ash dan mempersiapkan semuanya.
"Malika." Panggil Kenan setelah sambungan teleponnya tersambung.
"Iya Tuan." Seru Malika yang tidak lain adalah sekertaris Ash.
"Kau urus meeting 30 menit lagi, Aku dan Tuan Muda Ash akan keluar menemui klien lain di luar."
"Baik Tuan." Ucap Malika bersedia.
Setengah jam berlalu, Kini Ash dan Kenan sedang berada di mobil untuk menuju Cafe Rotensia.
"Tuan, Kita sudah sampai." Ucap Kena. Tak lama kemudian mereka sampai.
"Baiklah." Ash langsung keluar mobil dan melenggang masuk, Diikuti Kenan di belakangnya.
Sementara di dalam Cafe...
"Ayah, Apa penampilan ku sudah cantik?" Tanya Soya.
"Tentu saja sayang, Kau selalu cantik." Ucap Tuan Gideon tersenyum sinis.
"Kau ingat! Jangan membuatnya marah."
__ADS_1
"Baiklah Ayah, Aku akan berusaha." Ucapnya dengan percaya diri.
"Sekarang bersiap-siaplah, Tuan Ash sudah datang." Tuan Gideon berdiri merapikan jasnya.
"Selamat siang, Tuan Muda." Seru Tuan Gideon menunduk hormat pada Ash.
Tanpa mempedulikan Tuan Gideon dan putrinya, Ash langsung duduk di kursi yang sudah disediakan.
"Sekarang katakan padaku apa yang kau inginkan." Ash menatap Tuan Gideon dengan dingin.
Sementara Kenan, Yang baru saja tiba langsung menatap pada wajah wanita yang duduk disebelah Tuan Gideon dengan benci dan jijiknya.
"Sebelumnya, Saya mengucapkan Terima kasih pada Tuan Ash, Pertama saya ingin meminta maaf karena sudah membawa putri saya Soya." Ucapnya tersenyum memegang tangan putrinya dan begitupun sebaliknya.
"Maafkan saya Tuan Ash. Saya sudah lancang untuk terus menemui anda. Lupakan saja masalah yang lalu. Dan kami datang menemui mu bukan untuk membahas tentang kehamilan yang ku palsukan." Soya tersenyum genit memandang Ash dan tidak tahu malunya.
Yang awalnya ia hanya ingin bermain-main dengan keinginan Ayahnya sekarang semua nya menjadi ketertarikan. Bagaimana tidak, Semula Soya tidak yakin dengan rencana Ayahnya, Namun setelah bertemu langsung dengan pria yang super tampan itu membuatnya bertekad untuk mendapatkannya. Meskipun berbagai macam badai sudah menerjangnya, Tapi mereka seperti orang gila yang tidak memiliki kesadaran.
Tuan Gideon menatap pada wajah anaknya, Dia tersenyum puas putrinya menjalankan secara baik rencana agar tidak sampai membuat Ash marah, di depan pria kaya dihadapannya saat ini.
Tuan Gideon menatap pada anaknya dan langsung mendapatkan anggukan.
"Ah begini Tuan, Saya dan Ayah saya ingin mengajukan pinjaman modal usaha. Saya benar-benar minta maaf karena sudah membohongi anda. Atas kejadian berita kemarin, Perusahaan Ayah mengalami penurunan yang drastis, Semua orang bersimpati pada anda dan kami menyesali semua itu. Kami ingin menaikkan kembali kontribusi perusahaan." Ujar Soya yang membicarakan maksud mereka.
"Apa keuntungan yang akan ku dapatkan?" Tanya Ash tersenyum sinis.
"Bagi hasil Tuan, Dan saya sendiri lah yang akan bertanggung jawab atas semuanya Tuan." Seru Soya dengan penuh keyakinan.
"Baiklah Aku setuju. Semua akan diurus oleh Asisten ku. Kalian pun memang tidak pantas untuk jatuh miskin, Jika itu terjadi, Kalian akan semakin mengusik ketenangan hidup semua orang." Ketus Ash.
Tuan Gideon dan Soya sontak saling tatap. Ada aura kesenangan yang terpancar di wajah mereka.
"Semudah inikah.." Batin Tuan Gideon dan putrinya.
"Terima kasih Tuan, Saya akan berusaha sebaik mungkin. Dan saya harap kita bertiga bisa melupakan masa lalu dan memulai semua dari awal." Tuan Gideon tersenyum dengan puas telah berhasil memikat hati pria dingin tersebut lagi.
__ADS_1
"Kenan, Sekarang kita pergi." Dengan wajah datarnya Ash berdiri hendak meninggalkan tempat tersebut.
"Tunggu dulu Tuan, Apa anda tidak ingin minum atau makan terlebih dahulu?" Tanya Soya percaya diri.
"Mohon menjaga batasan anda, Nona." Tegas Kenan dengan tatapan dinginnya yang membuat Soya dan Gideon tidak suka dengan Asisten Pribadi Ash yang selalu mengganggu mereka.
"Maaf Tuan, Kami hanya menawarkan saja tidak lebih." Kata Soya mencari alasan.
Tanpa menghiraukan kata-kata Soya, Ash dan Kenan langsung bergegas meninggalkan anak dan Ayah tersebut.
"Sial! Dasar Asisten sialan!" Umpat Shena kesal.
Tuan Gideon langsung merangkul anaknya dan menenangkannya.
"Kau tenang saja Sayang. Setelah mendapatkan kembali kepercayaan Tuan Ash dan Kau mendapatkan Tuan muda itu, Kau lah yang memegang kuasanya."
"Ayah benar." Ucapnya tersenyum sinis.
"Dan orang pertama yang akan aku beri pelajaran adalah asisten tidak tau diri itu." Ucap Soya dengan penuh emosi.
"Tentu sayang, dan yang pasti kita perlahan akan menjadi penguasa sebentar lagi." Seru Tuan Gideon tertawa keras, dia sangat senang untuk hari ini.
"Tuan, Apakah anda yakin untuk kontrak kerja sama itu?" Tanya Kenan dengan ragu.
Bagaimana tidak, Tuannya itu tidak mudah untuk menerima kerja sama dengan sembarang perusahaan meskipun Kenan belum lama bekerja dengan menantu Tuannya terdahulu. Apalagi dengan perusahaan kecil dan kedua orang yang sudah dibuat malu juga. Ash sampai ingin membongkar rahasia mereka, Tapi mengapa sekarang seperti berada di pihaknya.
Ash tersenyum simpul mendengar pertanyaan Kenan.
"Kau pikir aku bodoh, Kenan." Celetuk Ash membuat Kenan terdiam.
"Aku ingin lihat, Apa yang ingin dilakukan lelaki tua itu bersama putrinya. Dan aku ingin kau selalu awasi putrinya. Mereka hanya mencari perlindungan di bawah kaki ku, Hanya karena perusahaan minyak mereka sepi akan peminat setelah berita mencengangkan kemarin tersebar. Tentu saja hal ini membuat mereka takut miskin."
Setelah terdiam beberapa saat, Akhirnya Kenan sadar dengan rencana Tuan mudanya dan langsung menyetujui rencana Ash.
"Saya tahu maksud Anda, Tuan. Baiklah, Akan saya lakukan." Ucapnya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
__ADS_1