Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Aku mencintaimu (Season 2)


__ADS_3

Cindy dan Hasley turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah utama keluarga Xander "mbok" panggil Hasley pada pelayan di rumahnya


pelayan bernama mbok rus itu berlari menghampiri majikan mudanya "ada apa non" tanya mbok rus


"nanti minta tolong ambil belanjaan Hasley dan taro di kamar hasley ya mbok" pinta Hasley


"iya non" balas Mbok rus


baru Hasley dan Cindy melangkahkan kaki beberpa langkah "oh ya non" panggil mbok rus menghentikan langkah kedua majikannya


"ada apa mbok" tanya Cindy


"tadi tuan Dion pulang dan katanya nunggu di kamar, jadi kalau non pulang suruh cepat nyamperin tuan" balas Mbok rus


"iya mbok, terima kasih" balas Cindy


Hasley menahan tangan Cindy yang akan naik ke lantai atas "jangan temuin aunty" perasaan Hasley benar-benar tidak enak setelah pembahasan kehamilan Cindy dan tiba-tiba saja om nya pulang ke rumah padahal selama setengah tahun Cindy tinggal di sana setelah kuliahnya selesai, Dion tidak pernah pulang


Hasley jadi cemas karena Cindy sempat membahas kemungkinan Dion yang ingin melukai anak dalam kandungan Cindy jika sampai Dion tahu Cindy sedang hamil


Cindy menepuk pelan Tangan Hasley "tidak papa sayang, aunty hanya akan bicara sama om kamu, sepertinya dia sudah tahu jadi makanya dia ke sini" Cindy mencoba menenangkan Hasley walaupun sebenarnya hatinya ikut tidak tenang jika sampai Dion tahu perihal kehamilannya


Hasley menggelengkan kepalanya "Hasley tambah gak mau melepaskan aunty" tentu Hasley makin cemas jika membiarkan Cindy pergi menemui om nya yang jelas ia tahu punya tempramen cukup buruk tentang menahan emosinya


"om kamu adalah orang yang sangat perhitungan sayang, dan dia tahu betul kalau gak akan mudah melawan Daddy kamu jadi jangan cemas karena ini di rumah kita" jelas Cindy melepaskan tangan Hasley dan berjalan ke arah lift untuk datang menemui Dion yang sudah menunggunya


Hasley masih tetap takut akan apa yang terjadi nanti "ah lebih baik kasih tahu Daddy" Hasley langsung mengambil ponselnya di dalam tas ranselnya agar bisa segera menghubungi Alvian


"daddy di mana" tanya Hasley dengan suara paniknya


"di kantor, ini lagi mau jalan pulang sayang, mau nitip makanan" tanya Alvian mengira Hasley ingin menitip makanan karena biasanya juga begitu

__ADS_1


"tidak dad, cepat pulang sekarang kalau perlu ngebut saja pulangnya " balas Hasley


"ada apa sayang kok cemas gitu, apa ada sesuatu di rumah" tanya Alvian yang jadi khawatir dengan kondisi rumah saat mendengar suara hasley yang sedang panik


"om Dion pulang dan mau ngajak bicara aunty" balas hasley


Alvian mengerutkan keningnya "kalau om Dion mau bicara dengan aunty kenapa kamu jadi panik gitu, gak akan ada masalah sayang, om Dion kan suami aunty" balas Alvian


"tentu saja masalah Dad, tentu Daddy paham betul tabiat om Dion kalau sedang emosi, Dia tidak akan terima jika sampai harga dirinya terinjak-injak apalagi saat om Dion tahu aunty hamil adik hasley" balas Hasley langsung memberitahu kehamilan Cindy tak ingin menunda sampai ulang tahun daddy nya


Alvian membelalakan matanya lebar "adik, adik apa?" tanya Alvian meninggikan suaranya berusaha memastikan ucapan Hasley


"aunty sedang hamil dad, aunty sudah hamil enam minggu" balas Hasley


Alvian langsung saja mematikan ponselnya dan berlari ke arah mobilnya, sungguh ia melajukan mobilnya dengan begiu kencang agar bisa segera sampai di rumah "kenapa kamu tidak memberitahuku" gumam Alvian begitu cemas dengan keadaan Hasley yang kini sedang bicara dengan Dion tapi jarak Alvian dengan rumah cukuplah jauh, paling cepat ia bisa sampai 20 menit jika mengebut


"aku harus meminta bantuan" gumam Alvian menghubungi seseroang agar bisa menyelamatkan kekasihnya


"ting" Cindy berjalan dengan menghela nafas panjang saat akan memasuki kamar milik suami sahnya yang kebetulan juga menjadi kamarnya selama tiga tahun ini  "ceklek" Cindy membuka pintu dan berjalan menghampiri Dion


"mas mencariku" tanya Cindy mencoba bersikap tenang


tatapan Dion menghundus tajam ke arah Cindy "apa kau hamil?" tanya Dion Langsung ke intinya tanpa basa-basi sama sekali


"DEG" jantung Cindy seakan berhenti berdetak saat Dion bertanya itu padanya tanpa basa-basi sama sekali


walaupun Cindy sudah menyiapkan mental sedari ia memulai hubungan terlarangnya tapi pada kenyataannya saat berhadapan langsung, ia tak siap menghadapinya walaupun jelas ia tahu suaminya tidak memperdulikannya selama ini tapi tetap saja apa yang di lakukan Cindy adalah sebuah dosa dan tentu dosa akan membuat hati tidak nyaman bagi orang yang masih memiliki hati nurani


"jawab! apa kau hamil!" ulang Dion ingin segera mendapat jawaban dari Cindy


Cindy memejamkan matanya mendengar teriakan Dion padanya "apa pedulimu" Cindy membuka matanya perlahan dan menatap Dion dengan tatapan tajamnya

__ADS_1


"kamu lupa kalau kamu masih istriku hah!" teriak Dion menunjuk ke arah Cindy


Cindy terkekeh "iya aku lupa kalau kau suamiku" balas Cindy dengan santainya


Dion mengambil buku nikahnya yang ada dalam laci lalu melemparkannya ke wajah Cindy "di situ jelas tertera kau masih istriku" tukas Dion mengingatkan Cindy bahwa mereka masih lah pasangan suami istri yang sah di mata hukum


Cindy mengusap wajahnya yag terkena lemparan buku nikahnya dan kemudian terkekeh. Cindy mengambil buku nikahnya dan membaca nama mereka berdua yang jelas tertera di buku nikah itu  "kalau aku istrimu kenapa kamu melemparku pada kakakmu hah!" teriak Cindy melempar buku nikahnya kembali ke arah Dion yang sudah tidak tahan lagi dengan sikap Dion


Dion menatap tak percaya Cindy yang sedang membentaknya padahal belum pernah ia membantah Dion selama menjadi istrinya "kamu berani sekarang membentakku" teriak Dion


"kenapa aku gak berani hah!, bertahun-tahun aku sabar menjadi istrimu dan tidak boleh mengusik hidupmu tapi kenapa sekarang saat aku sudah tidak memperdulikan hidupmu, kau malah mengusik hidupku hah!"teriak CIndy yang kini sudah tidak memakai embel-embel mas lagi


Dion maju ke arah Cindy dan langsung mencerngkeram leher Cindy dengan kuat "berani kamu menantangku" ucap Dion dengan tatapan tajamnya


"aku sama sekali tidak menentangmu, aku cuma melakukan apa yang aku inginkan sama sepertimu, kau tidur dengan banyak wanita bayaran di luar sana kenapa aku tidak boleh tidur dengan kakakmu " balas CIndy dengan suara tercekat karena Dion menekan leher Cindy begitu kuat


"apa kau tidak takut aku akan membunuhmu?" tanya Dion dengan tatapan nyalangnya


air mata Cindy kini jatuh dengan bebasnya "aku sudah lama mati semenjak orang yang ku cintai lebih memilih obsesinya pada serang wanita yang tidak menganggapnya ada dan mengabaikanku yang berjuang keras mempertahankan pernikahanku sekuat tenaga" balas Cindy


Dion melepaskan cengkeramannya dan memicingkan matanya ke arah Cindy "apa maksudmu" tanya Dion


Cindy terduduk berusaha keras mengatur nafasnya "aku berjuang selama bertahun-tahun untuk bisa sebanding denganmu mas, harusnya kau tahu perjuanganku untuk bisa menjadi wanita karir yang bisa kamu banggakan dan belajar mengurus rumah dan segala yang selalu kamu ragukan padaku , aku sekuat tenaga mempelajarinya untukmu "Cindy menatap nanar ke arah Dion "tapi lagi dan lagi kamu selalu melarangku mendekat dan selalu melemparkanku pada kak Alvian" Cindy mengusap pipinya yang sudah basah


"aku masih ingat ucapanmu dengan jelas saat melarang kak Alvian memiliki kekasih karena kamu yang akan menceraikanku dan jika kita bercerai maka perjanjian perihal kak alvian yang harus menikahiku otomatis akan berjalan" tambah Cindy


pikiran Dion menerawang kembali ke masa lalu saat dirinya mengatakan itu pada kakaknya adalah saat ulang tahunnya dua tahun lalu karena dirinya melihat Alvian membawa seorang wanita "apa wanita itu kamu" tanya Dion


"ya! itu aku!" teriak Cindy


"aku memang selingkuh mas tapi kamu yang sudah memaksaku" teriak Cindy

__ADS_1


__ADS_2