Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Pulang


__ADS_3

sheryl mulai menata barang-barang yang akan ia bawa pulang ke Indonesia dengan di bantu bik laras dan om bachtiar tentunya "sudah semua belum" tanya om bachtiar


"sudah pah, tinggal di bawa saja" balas sheryl merasa sudah membawa barang penting yang sekiranya di butuhkan oleh sheryl dan qiana nantinya


"oh ya, kaya ayah kamu, kamu tinggal di rumah papa dulu, soalnya rumah lagi renovasi" ucap om bachtiar


"hah" sheryl menganga lebar mendengar dirinya akan tinggal di rumah om bachtiar "gak salah sheryl tinggal di sana" tanya sheryl


"masa kamu mau tinggal di hotel" balas om bachtiar


"bukannya gitu pah, tapi rada aneh saja kalau sheryl tinggal di sana" balas sheryl


"gak masalah dong sayang, kamu kan calon nyonya rumah jadi gak masalah kalau mama tinggal di rumah papa lagian papa sudah dapat izin dari ayah kamu" ucap om bachtiar


"kok ayah gak ngomong sih kalau rumah di renovasi" tanya sheryl


"kata ayah kamu, pengen rumahnya lebih luas biar anak-anak bisa main lebih nyaman, lagian ayah kamu juga beli tanah yang di sebelah jadi rumah jadi jauh lebih besar lagi dan tentu butuh di renovasi kan" jelas om bachtiar


"tapi nanti sheryl ketemu tantenya kayla yang nyebelin itu dong" tanya sheryl


"aku sudah minta dia pindah dari rumah itu, lagian dia juga bukan tanggung jawab papa jadi kenapa juga papa biarin dia tinggal di rumah terus" balas om bachtiar


"papa lupa ya kalau dia wanita bebal yang gak punya muka, dari dulu kan papa sudah usir dia karena kayla gak nyaman dengan kehadiran wanita itu tapi lagi dan lagi dia kembali dengan alasan ingin mendidik kayla menjadi wanita yang baik" ucap sheryl


"ya tinggal kamu usir saja, kamu sudah jadi nyonya rumah itu mukai sekarang, lagian kayla juga senang banget saat tahu hubungan kita sudah jelas sebagai sepasang kekasih bahkan dia bilang mau menginjakan kaki ke rumah itu kalau ada kamu di sana" balas om bachtiar


"beneran ya pah, gak boleh marah kalau sheryl berbuat kasar sama perempuan itu kalau dia tetap ngeyel" ucap sheryl memastikan om bachtiar tidak akan marah dengan sikapnya dengan wanita yang selalu suka berada di sekitaran om bachtiar


"iya sayang" om bachtiar mengusap kepala sheryl dengah kembut


mario masuk ke dalam rumah dengan menggendong qiana "qiana tidur, aku taro mana" tanya mario

__ADS_1


sheryl menoleh ke arah bik laras " bik bantu mas mario bawa qiana ke kamar ya" pinta sheryl


"iya nyonya" bik laras beranjak dari duduknya menghampiri qiana "sini tuan biar saya saja" bik laras meminta qiana agar bisa di gendongnya


"kamu bukain pintu kamar qiana saja, biar saya yang bawa" balas mario


"ya sudah" bik laras berjalan ke arah kamar qiana untuk membantu mario meletakkan qiana di kamarnya


sheryl melihat punggung mario yang makin menauh "papa sedih enggak kalau qiana dekat sama mas mario" tanay sheryl


om bachtiar menghentikan geraan tangannya yang sedang mengepak barang "kenapa kamu tanya kaya gitu" balas om bachtiar balik bertanya


"dari kecil kan qiana sama papa sekarang qiana sudah mulai dekat dengan mas mario, sheryl takut papa meras tersinggung karena merasa di singkirkan " jelas sheryl


om bachtiar mngusap kepala sheryl "papa menganggap qiana seperti anak papa sendiri dan posisinya setara dengan kayla. tapi biar gimana pun qiana tetap anak mario jadi mario juga berhak untuk dekat denagn qiana dan papa gak cemburu sama sekali. beda kalalu itu kamu mah, kalau kamu dekat dengan mario lagi tentu papa akan cemburu, papa gak akan rela kamu dekat dengan mario ataupun pria lain" balas om bachtiar


sheryl tersenyum tipis "mama gak akan dekat dengan pria lain selagi paap bisa jaga hati mama" ucap sheryl


***


qiana duduk di pangkuan mario, dan  ada laras di sebelahnya untuk memudahkan mario mengatasi qiana jika qiana sedang mengambek


"kok mama kadang merasa tersaingi sama laras ya pah" ucap sheryl


"tersaingi gimana" tanya om bachtiar


"itu dia, asyik main sama mas mario dan gak tanyain sheryl sama sekali" tunjuk sheryl pada qiana


"itu karena qiana sedang asyik main sama mario sayang, biar gimanapun mario kan ayah kandungnya jadi tentu kedekatan itu terjalin dengan kuat" jelas om bachtiar


sheryl menyandarkan kepalanya di lengan om bachtiar "dulu sheryl jahat banget ya pah" tanya sheryl tentang keputusannya yang dulu menghindari mario dan itu tentu membuat qiana jauh dari ayah kandungnya

__ADS_1


om bachtiar mengusap kepala sheryl "yang penting sekarang kamu kan sudah ngizinin qiana untuk dekat dengan mario" balas om bachtiar


"sekarang mas mario kan hanya punya qiana sebagai keluarganya jadi biarin qiana mengisi kekosongan di hidup mas mario" ucap sheryl


setelah beberapa jam perjalanan, mereka sampai di bandara soekarno hatta "sher aku pulang dulu, tolon sabtu depan qiana menginap denganku ya" pintaa mario


"iya mas, nanti jemput ke rumah saja" balas sheryl


mario memeluk qiana "ayah pulang dulu ya, nanti hari sabtu ayah akan jemput kamu untuk menginap di rumah ayah" ucap mario berpamitan pada putrinya


"iya ayah" balas qiana


***


om bachtiar memboyong sheryl dan qiana ke mansion miliknya "sepertinya mansion ini banyak perubahan" tanya sheryl yang memang cukup lama tidak datang ke rumah om bachtiar


"tentu banyak berubah, kan sudah hampir lima tahun kamu gak ke sini" balas om bachtiar


"yuk qiana sama papa, mama pasti capek" om bachtiar meminta qiana dari tanagn sheryl untuk di gendongnya


om bachtiar megintruksikan para pelayan di rumahnya untuk membawa barang-barang sheryl dan qiana  "laras, kamu ikutin salah satu pekerja di rumah ini, nanti dia akan nunjukin di mana kamar kamu" ucap om bachtiar


"iya tuan" balas bik laras membawa barang bawaannya mengikuti pekerja yang di tugaskan untuk mengantar bik laras


om bachtiar mengalungkan sebelah tangannya di pinggang sheryl dan satu tangannya menggendong qiana "selamat datang di rumah" ucap om bachtiar mengajak sheryl masuk ke dalam mansion miliknya


"sheryl" ayah burhan langsung menghambur memeluk sheryl dan di ikuti kinan yang ikut memeluk sheryl


"selamat kembali pulang" ucap ayah burhan yang adi angguki kinan dengan tetap masih memeluk sheryl


"sheryl senang bisa kembali pulang dan ketemu ayah dan kakak" balas sheryl balas memeluk kakak dan ayahnya yang sudah sangat ia rindukan

__ADS_1


__ADS_2