
Dion jatuh terduduk di tepi ranjang saat mendengar alasan Cindy selingkuh "aku memang bersalah susah selingkuh dengan kakakmu mas, tapi kamu yang maksa aku untuk berbuat itu, kamu terus dan terus saja melemparkanku padanya jadi apa salahnya jika aku menerimanya, menerima dia yang jauh lebih peduli padaku, jauh lebih menghargaiku dan menemaniku setiap saat" Cindy menekan dadanya kuat
"dia melakukan semua hal yang tak bisa kamu lakukan padaku mas, jadi jangan salahkan aku kalau hamil anak kakakmu karena kamu sendiri sudah tidak pernah menyentuhku entah kapan sampai aku tak ingat" tukas Cindy dengan linangan air mata
Dion mendekat ke arah Cindy dan langsung menyambir bibir Cindy "CUP" Dion mencengkeram rahang CIndy dengan kuat "aku bisa menyentuhmu sekarang" teriak Dion kembali melahap bibir Cindy
Cindy mendorong tubuh Dion dan "plak" Cindy menampar wajah Dion dengan begitu kuat "aku sudah tidak sudih kau sentuh" teriak Cindy
Dion menatap nyalang ke arah Cindy "aku jauh lebih bisa memuaskanmu jadi hentikan hubunganmu dengan kakakku" ucap Dion dengan tegas
Cindy menggelengkan kepalanya "tidak bisa mas, dia sudah terlalu jauh masuk ke dalam hidupku, jadi aku tak bisa melepaskannya di tambah aku yang sedang hamil anaknya jadi bagaimana bisa kamu memintaku berpisah dengannya" balas Cindy
"kamu masih istriku Cindy"teriak Dion
"tapi aku ibu dari anak kakakmu" balas Cindy
"oke" Dion mengambil sebuah botol dari kantong jasnya dan menghampiri Cindy
"apa itu mas" Cindy jadi panik melihat botol kecil yang ada di tangan Dion
"ini akan membuat hubunganmu dan kak Alvian berakhir" balas Dion penuh tekad
"jangan gila mas" Cindy ingin keluar kamar untuk menghindari Dion yang sudah kehilangan akal sehatnya
"mau kemana kamu" Dion menahan tangan CIndy dan mencengkeramnya kuat
"jangan sakiti anaku mas" Cindy menggelengkan kepalanya kuat dan mengatupkan bibirnya kuat
"buka" bentak Dion ingin CIndy segera membuka mulutnya agar Cindy bisa meminum ibat penggur kandungan yang sudah ia siapkan sebelum datang ke rumah kakaknya
cindy berusaha kuat menaham bibirnya agar tidak terbuka "buka aku biang" Dion memaksa Cindy membuka mulutnya tapi dengan sekuat tenaga Cindy menahan mulutnya agar tidak terbuka
"denger baik-baik Cindy, jika kamu membuka mulutmu dan janin itu hilang, mas janji gak akan menceraikanmu" ucap Dion
__ADS_1
Cindy menatap tak percaya ke arah Dion "mas sungguh-sungguh jadi buka mulutmu, dan kita akan langsung ke rumah sakit setelah ini"jelas Dion
Cindy makin terisak tapi tetap mengatupkan mulutnya walaupun kini ia tak berontak seperti tadi " buka mulut ya Cin" pinta Dion dengan suara lirih
Cindy menggelengkan kepalanya tanda tak mau "oke kalau gitu" Dion menahan kedua tangan Cindy dengan satu tangannya dan satu tangannya memaksa Cindy membuka mulut
"Brugh" pintu kama Cindy di dobrak begitu kuat
"gila kamu Dion"teriak seseorang langsung mendorong tubuh Dion menjauhi Cindy yang sudah sangat ketakutan
Dion menatap nyalang pria yang sudah berani menendangnya "sebaiknya kak Riko jangan ikut campur deh, ini urusanku dengan istriku" tukas Dion tak terima asisten kakaknya ikut campur dengan urusannya
Jarak rumah alvian dengan kantor memanglah cukup jauh tapi jarak rumah alvian dan rumah riko cukup dekat, Alvian yang teringat asistennya yang sudah pulang lebih awal karena harus menemani ibunya pun langsung di hubungi Alvian untuk segera kerumahnya dan mengecek keadaan Cindy
" kalau kamu pakai kekerasan kaya gini, kakak terpaksa ikut campur" Riko langsung menarik botol yang masih ada di tangan Dion dan sekilas membacanya
"kamu gila Dion, kamu mau bunuh anak yang ada di kandungan Cindy saking gak maunya kamu lepasin wanita itu" ujar Riko mengira Dion memaksa Cindy menggugurkan kandungannya karena tak ingin rencana percerain yang sudah lama ia susun gagal
Dion menatap tajam ke arah Riko "kalau itu anak aku gak mungkin aku paksa dia gugurin kandungan" tukas Dion menunjuk ke arah Cindy
Dion menunjuk ke arah perut Cindy dan Cindy dengan refleks menutup perutnya "dia anak kakakku" teriak Dion
Riko membelalakan matanya lebar "istri kamu hamil keponakanmu" ucap Riko dengan polosnya
Dion kembali mengambil botol yang ada di tangan Riko saat Riko kehilangan fokusnya "sekarang kamu minum, dan mas janji gak akan ungkit Qiana lagi" ucap Dion dengan reflek
"enggak mas, enggak mau" berontak Cindy menjauhi Dion
Riko kembali kekesadarannya "jangan gila Dion, gak gini caranya " tukas Riko berusah mengambil botol dari tangan Dion
terjadilah tarik menarik antara Riko dan Dion yang sungguh menguras tenaga "jangan ikut campur deh" Dion mendorong tubuh Riko dengan kasar
Tapi siapnya siku tangan Riko mengenai Cindy membuat Cindy jatuh ke lanati "akkkhhh!" teriak cindy kesakitan saat pantatanya yang lebih dulu jatuh ke lantai
__ADS_1
"cindy!" teriak Dion dan Riko berbarengan
Cindy memegangi perutnya yang begitu merasa kesakitan "sakit sekali" gumam Cindy merintih sakit di perutnya
"cindy"teriak Alvian saat melihat Cindy yang jatuh di lantai
Cindy menoleh ke arah Alvian "sakit kak" Cindy memegang perutnya yang kesakitan
Alvian melirik ke arah paha Cindy yang kebetulan memakai mini dres sehingga kaki mulusny terlihat dengan jelas "darah" Alvian begitu panik saat melihat ada darah di kaki Cindy
"ah" Cindy melirik ke arah kakinya dan ia bisa melihat jelas ada darah segar mengalir dari selangkangannya "anak kita kak" ucap Cindy panik
"kita ke rumah sakit" Alvian mengangkat tubuh mungil CIndy dengan sekali gerakan
"ayo Riko, kamu yang nyetir" ajak Alvian langsung berlari membawa Cindy dengan gerakan cepat
Hasley yang menunggu di bawah dengan panik, makin panik saat Cindy ada dalam gendongan Alvian "aunty kenapa dad" tanya Hasley
"nanti saja tanyanya" Alvian langsung saja membawa Cindy keluar rumah dan memasukan CIndy ke dalam mobilnya
Riko dengan sigap langsung mengambil kunci mobil Alvian dan duduk di kursi kemudia agar cepat emmbawa CIndy ke rumah sakit
Dion yang begitu terkejut saat melihat darah mengalir daria arah ************ Cindy pun berlari ingin mengejar Cindy "mau kemana" tanya hasley dengan tatapan tajamnya
"kamu gak lihat aunty kamu berdarah gitu, om mau ke sana lihat kondisi aunty kamu" balas Dion
"jangan sok peduli sama aunty deh om, Hasley tahu kok kalau pasti om seneng kan lihat aunty terluka kaya gitu" balas hasley
Dion mengerutkan keningnya "kok kamu mikirnya gitu" tanya Dion
"karena om Dion itu gak pernah peduli dengan aunty, dan ego om yang terlalu tinggi itu pasti membuat om gak terima jika istri om jatuh cinta dengan pria lain" balas Hasley
"kamu tahu hal ini hasley" tanya Dion
__ADS_1
"tentu saja aku tahu, semua orang juga tahunya Aunty itu kekasih daddy bukan istri om, dan semua ini karena ulah om Dion jadi gak pantas om Dion nyalahin aunty dan daddy" tukas Hasley dengan begitu tajam