
"Persiapkan diri mu untuk pertemuan nanti malam." Ucap Ash pada Shena.
"Kau jadi datang ke pertemuan itu?" Tanya Tuan Theo.
"Iya Ayah. Aku harus datang. Dan kau Dayn, Apa sudah kau siapkan semua yang ku perintahkan?"
"Baik. Semua sudah siap." Jawab Dayn tersenyum.
"Dan kau Shena. Pakai gaun yang sudah ku siapkan."
"Uh!! Aku juga ikut?!" Terkejut Shena karena ia akan menghadiri acara pesta pertemuan para CEO.
Acara itu yang katanya diadakan untuk perayaan sekaligus memperkenalkan CEO yang akan menjabat karena ayahnya yang sudah lama memimpin akan pensiun dan digantikan putranya.
Di dalam kamar pasutri...
"Paman! Aku tidak ingin ikut ke acara pesta rekan bisnis paman malam ini. Aku malas sekali menghadiri pesta-pesta yang tidak penting seperti ini." Shena menolak ajakan Ash untuk mengikuti pesta yang diadakan oleh rekan bisnisnya malam ini. Karena selain urusan pekerjaan, Ash juga ingin memenuhi undangan rekan bisnisnya.
"Tidak bisa! Pesta ini sangat penting untuk kelangsungan kita berdua. Aku ingin memperkenalkan istriku pada mereka semua. Sehingga mereka akan tahu jika aku sudah menikah. Dan mereka mengundang kita berdua, Jadi kau harus tetap ikut." Ucap Ash sama sekali tidak ingin dibantah.
Sungguh! Shena memang benar-benar tidak menyukai hal-hal seperti ini. Dulu saja ia sering menolak ajakan ayahnya setiap kali mereka ingin menghadiri pesta kerabat atau rekan bisnisnya. Bagi Shena itu sama sekali tidak penting dan sangat membosankan.
"Tapi aku tidak suka pesta, Paman." Tolak Shena dengan wajahnya yang kesal.
Lalu, Kembali berkata...
"Lebih baik paman saja yang pergi, ya!"
"Suka tidak suka, kau harus tetap ikut. Lagipula ini tidak akan lama, Cepat bersiap-siaplah!"
Ash tidak ingin mendengar rengekan penolakan dari Shena, dan ia memilih untuk menjauh dari wanita yang berstatus sebagai istrinya itu pergi keluar kamar agar Shena tidak terus merengek.
__ADS_1
"Ada saja tingkah bocah ini, selalu saja menolak ku.." Batin Ash berusaha tetap sabar menghadapi Shena.
Dan ingin tak ingin, Shena terpaksa mengikuti keinginan suaminya. Lagipula tidak ada gunanya menolak, karena Ash tidak akan menerima penolakan.
"Andai saja membunuh itu tidak dilarang, Mungkin orang pertama yang lenyap di tanganku adalah beruang kutub tua ini..!" Ucap Shena pelan sembari mengayunkan tangannya seolah ingin memukuli tubuh Ash dari belakang. Sementara Ash hanya tersenyum melihat kelakuan sang istri yang menurutnya absurd.
...***...
Hampir setengah jam berlalu, Shena dan Ash kini sudah siap dan rapi. Ash meminta Dayn dan Arthur agar tetap mengawasi Shena dengan jarak yang sedikit menjauh. Karena ditempat yang sangat ramai itu Ash tidak bisa menjamin Shena akan baik-baik saja, apalagi banyak tamu-tamu yang berada di sana.
Sesampainya di ballroom tempat diadakannya pesta, semua mata tertuju pada Shena dan Ash yang terlihat begitu serasi dan menawan. Apalagi wanita di sana, mereka begitu terpesona dengan pria yang berstatus sebagai CEO yang sangat tampan, tinggi dan ternama itu kali ini setelah Tuan Theo melarikan diri katanya.
Style Shena...
"Kemari lebih dekat. Untuk apa jauh-jauh?!" Ash menarik pinggang Shena untuk mendekat. Tapi segera disingkirkan tangan Ash dari pinggangnya karena ia merasa canggung.
"Lihatlah bagaimana wanita-wanita ini menatap beruang kutub tua ini.. Seakan dia yang termuda dan tertampan. Tapi, memang aku akui dia tampan, tapi usianya yang membuatku jengah." Batin Shena melihat bagaimana sikap semua wanita itu yang hadir di sana saat menyapa suaminya dengan tatapan liar.
Sementara Ash juga tidak menyukai tatapan para pria hidung belang yang menatap istrinya penuh kekaguman. Beruntung Ash meminta maid untuk menyiapkan gaun yang lebih tertutup untuk istrinya meskipun pundaknya sedikit terbuka.
Terdapat seorang Pria yang terus menatap istrinya penuh kekaguman, ia melihat Shena dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.
"Apa-apaan ini! Berani sekali dia menatap istriku seperti itu!" Batin Ash kesal.
"Ayo kita kesana!" Ajak Ash menarik tangan Shena agar tidak dipandangi terus menerus menuju ke arah sepasang suami istri yang tengah sibuk dengan semua tamu-tamunya.
Shena mengikuti langkah kaki Ash yang saat ini menarik tubuhnya pelan. Ash merangkul pundak Shena agar wanita itu tidak terus-menerus menjadi objek pertunjukan.
"Selamat malam Tuan dan Nyonya Edison..." Ash mengucapkan salam dan menjabat tangan kedua pasutri yang usianya cukup berumur.
__ADS_1
"Owh.. Ha.. Haa... Tuan Ash, Kami senang tamu kehormatan kami telah bersedia datang." Ucap Tuan Edison itu menyambut senang kedatangan Ash sampai menepuk-nepuk punggungnya.
"Saya ucapkan selamat atas pelantikan CEO baru di perusahaan kalian. Saya senang putra anda bisa segera menjabat dan melanjutkan perusahaan Ayahnya."
"Putra kami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan diri Anda, Tuan. Kami harap kalian bisa menjalin hubungan pertemanan yang baik setelah ini. Siapa tahu kau bisa membimbingnya dalam memimpin sebuah perusahaan agar bisa menjadi sesukses dirimu." Jawab Tuan Edison.
Kedua pasutri itu tersenyum senang, tamu kehormatan yang mereka tunggu- tunggu akhirnya datang. Mereka menyambut kedatangan Ash dengan penuh kegembiraan. Siapa yang tidak ingin berhubungan baik dengan seorang Ash yang berasal dari Keluarga Vinson dan Pengusaha kaya raya pula.
"Terima Kasih atas ucapannya Tuan, Dan terima kasih juga sudi hadir di acara sederhana yang kami selenggarakan. Saya dan Suami saya senang dengan kehadiran anda..." Istri Tuan Edison pun tidak ingin ketinggalan untuk berjabat tangan dengan Ash.
Nyonya Edison tersenyum dan menatap Shena di samping Ash yang masih tersenyum kaku.
"Ya ampun, Sejak kapan ada seorang bidadari di sini. Nona cantik sekali. Apa Nona manis ini adalah kekasih Tuan Ash?" Tanya wanita paruh baya itu dengan ramah.
"Ah ya saya lupa, perkenalkan dia adalan istri ku. Namanya Shena Keyleen Myles, anak dari Tuan Theo Myles." Ash merangkul pundak
Shena dan meminta wanitanya untuk memberikan salam juga.
"Ah beruntung sekali kami diberikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan istri Tuan yang cantik ini." Puji Nyonya Edison sangat ramah.
Shena tersipu malu mendengar pujian yang dilontarkan Nyonya Edison kepadanya. Shena pun bersalaman dengan Tuan dan Nyonya Edison untuk memberikan selamat kepada mereka berdua atas pelantikan anaknya.
"Istriku ini memang pemalu dan pendiam orangnya. Tetapi ketika kami berdua, dia selalu bertengkar dengan ku." Ucap Ash menggodanya.
Shena yang malu pun secara sembunyi mencubit pinggang Ash sampai pria itu sedikit bergelinjang.
"Lihatlah, tadi saja istriku ini mencubit ku." Tersenyum Ash sengaja menggoda istrinya. Dan Shena pun melotot pada suaminya, Lalu meringsut saat Tuan dan Nyonya Edison menatap kearahnya sambil tertawa kecil.
"Pengantin baru memang seperti itu. Kalian adalah pasangan serasi. Apalagi kami mendengar berita Tuan Theo yang sangat disayangkan. Kami salah satu orang yang tidak percaya dengan kabar miring itu. Siapa yang tidak kenal dengan Tuan Theo, kami juga menjalin hubungan yang baik dengan beliau. Melihat putrinya menjadi istri Keluarga Vinson, tidak pernah dibayangkan oleh semua orang. Memang benar, orang hebat pasti akan menikah dengan keluarga yang latar belakangnya hebat lagi." Ucap Tuan Edison.
Setelahnya Ash membawa Shena untuk duduk di meja yang khusus untuk dirinya dan juga sang istri. Mereka berada di meja yang exclusive bersama keluarga Edison.
__ADS_1