Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Menginap (season 2)


__ADS_3

"brak" putera menutup pintu mobilnya begitupun qiana yang ikut turun mobil karena ingin menginap di rumah putera


"ayok" putera menggandeng tangan qiana memasuki rumah orang tua putera


"gak usah di gandeng kali kak, qiana bukan anak kecil" qiana melirik ke arah tangan putera yang sedang menarik tangannya


"emang kenapa sih qiana, bisa juga kaya gini" balas putera merasa dia sudah biasa menggandeng tangan qiana dari dulu


qiana hanya menurut saja pada putera yang tetap menggandeng tangannya "malam mah, pah" sapa putera mencium punggung tangan kedua orang tuanya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga, sekedar menonton acara televisi untuk menghabiskan waktu berdua karena papa hans dan mama kinan sama-sama bekerja


mama kinan menggeser tubuh putera yang ada di hadapannya  dan menghampiri qiana "mau mau nginep sini sayang" tanya mama kinan dengan suara lembut pada qiana


"iya tante, lagi males pulang ke rumah" balas qiana dengan kekehan


mama kinan tersenyum ke arah qiana, karena sedikit banyak mama kinan tahu alasan qiana yang tak ingin pulang ke rumah "tante tadi juga telponan sama mama kamu, katanya dia gak marah kok jadi jangan suka lari saat jadwal menginap di rumah mama kamu ya" pinta mama kinan dengan nada lembut


"iya tante" balas qiana menuruti saja apa yang ucapkan mama kinan


"ya sudah, masuk kamar gih terus istirahat" ucap mama kinan


"ya sudah qiana ke kamar langsung ya" qiana berjalan ke lantai atas yang sudah dia hafal betul di mana letak kamar tamu yang biasa ia tempati jika sedang menginap


setelah punggung qiana makin menjauh, mama kinan memberi tatapan tajam pada putera "jaga mata kamu" bentak mama kinan melihat putera yang melihat qiana tanpa berkedip


putera menoleh ke arah mamanya "apaan sih mah" putera duduk di dekat papa hans dan menyandarkan kepalanya  di bahu papanya


"kebiasaan manja" ledek mama kinan


"bodo amat" putera tak memperdulikan mamanya dan memilih melihat ponselnya


"gimana urusan kamu di perusahaan, lancar" tanya papa hans ingin tahu perkembangan putera yang sudah mulai belajar di perusahaan ayah kandung putera


"lancar sih pah, soalnya putera di sana hanya banyak bantu aja buat belajar urus perusahaan" balas putera

__ADS_1


"rencana kamu tentang qiana, gimana" tanya mama kinan ingin tahu apa yang di rencanakan puteranya karena mama kinan tahu betul anaknya menaruh hati pada qiana sejak dulu, hanya saja mungkin ia tahan karena putera pikir masih ada hubungan darah dengan qiana


"ya gak gimana-gimana mah, biarin ngalir saja lagian qiana belum tahu kalau kita itu gak ada hubungan darah jadi perlahan saja" balas putera dengan santainya


"jangan lupa loh put, ulang tahun kamu yang ke 21 nanti kan kakek" mama kinan merasa salah dengan panggilannya "eh ayah kamu mau umumin kalau kamu penerus perusahaan dan dia akan kasih tahu ke orang-orang kalau kamu anak kandungnya, penerus perusahaan hendrawan" ucap mama kinan memperingatkan putera akan rencana ayah kandung putera sulungnya


"iya putera tahu" balas putera


"ya sudah sana tidur, besok ada janji di rumah kakek, dan kita semua kan ke sana" ucap mama kinan memperingatkan putera akan acara berkumpul di rumah kakek burhan yang rutin di adakan setiap bulannya


"iya mah" putera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya


putera memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu untuk menyegarkan tubuhnya yang terasa lelah setelah beraktivitas seharian


setelah memakai pakaian santainya, putera memilih mencari angin di balkon karena belum bisa tidur "aaaahhhh" putera meregangkan tubuhnya yang lelah di tepi balkon


"kenapa belum tidur" tanya seseorang


"maaf kak, abis kakak juga tiba-tiba keluar pasa qiana ada di luar " balas qiana


kamar putera dan kamar yang di tempati qiana memang bersebelahan dan ada balkon di kedua kamar itu jadi saat mereka sama-sama di balkon tentu mereka akan bertemu


putera langsung melompat ke pagar pembatas balkon kamarnya dan kamar qiana "kenapa belum tidur" tanya putera


"belum ngantuk saja" balas qiana


qiana menyandarkan punggungnya di pagar balkon dan putera pun begitu "apa ada yang kamu pikirkan" tanya putera


"hanya pikiran ringan saja kak, gak terlalu penting" balas qiana


"kalau gak penting kenapa kamu belum tidur di jam segini" tanya putera


"gak papa" qiana memeluk putera dari samping dan putera mengusap kepala qiana dengan lembut

__ADS_1


"apa aku tinggal di apartemen saja ya kak, aku agak lelah bolak-bolak ke rumah orang tua qiana" tanya qiana dengan suara lirih


"ada apa, cerita sama kakak" pinta putera


"gak papa kak, mama sama bunda lagi kompakan nyuruh qiana mikirin lamaran mas Dion" ucap qiana yang sudah malas dengan ucapan mama dengan bundanya tentang lamaran Dion yang sampai saat ini masih terasa janggal buatnya


putera menghentikan usapan tangannya "kamu nya gimana" tanya putera dengan berhati-hati


"aku juga gak tahu kak, aku sadar sih dia baik dan sayang sama qiana tapi rasanya..." qiana mengurai pelukannya, mendongakan kepalanya dan bersitatap dengan wajah putera  "gimana ya kak jelasinnya" qiana memegang dadanya dan memberi tepukan pelan di dada bagian kanananya "rasanya hati ini gak tergerak sama sekali dengan mas Dion, jadi qiana gak mau menjalin hubungan dengan mas Dion" balas qiana merasa belum ada sesuatu yang menggerakan hatinya untuk bersama dengan pria yang mendekatinya selama tiga tahun


"kenapa kamu gak coba pacaran dulu, biar yakin apa hatimu tergerak atau tidak dengan seorang pria" usul putera


qiana terkekeh "pacaran dengan siapa, lagian kakak kan tahu aku sudah bilang ke orang-orang kalau gak akan pacaran dengan siapapun dan akan langsung menikah dengan orang yang aku yakini menjadi pasangan hidupku" jelas qiana


"pacaran diam-diam saja, maka gak akan ada yang tahu" balas putera


"ini lagi lebih aneh" qiana makin tergelak "pacaran dengan siapa coba" kekeh qiana


"pacaran dengan kakak" balas putera


"ha.." qiana mengaga lebar "kita itu saudara kakak, masa kita pacara " ucap qiana heran akan tawaran putera untuknya


"tapi kita bukan saudara sedarah qiana, jadi kita masih bisa pacaran" balas putera


"kakak jangan ngada-ngada deh, jelas om brian dan mama sheryl adalah saudara sepupu jadi tentu kita itu masih saudara " balas qiana


"mereka memang sepupu qiana tapi kakak bukan anak kandung ayah brian jadi kita bukan saudara yang masaih memiliki hubungan  darah" jelas putera


"apa maksud kakak" tanya qiana tak percaya dengan ucapan putera


putera pun menjelaskan alasan kenapa putera bisa mengatakan dirinya dan qiana tidak ada hubungan darah sama sekali jadi tak masalah jika mereka berhubungan


"mau ya jadi pacar kakak" pinta putera lagi

__ADS_1


__ADS_2