
Sheryl duduk di samping ayahnya dengan masih memeluk sang ayah “kamu lama sekali baru mau pulang nak” Tanya ayah burhan masih mengusap kepala Sheryl dengan lembut
“maaf ayah, Sheryl kemarin terlalu takut untuk pulang” balas Sheryl
Ayah burhan menghela nafas “apa sekarang kamu sudah tidak takut lagi” Tanya ayah burhan
Sheryl mengurai pelukannya dan menatap sang ayah “sekarang jauh lebih baik ayah, sheryl sudah bisa menghadapai mas Mario dan kita akan membesarkan qiana bersama-sama “ balas Sheryl setelah pembicaraannya dengan mario yang akan membesarkan qiana bersama walaupun mereka sudah berpisah
Ayah burhan memicingkan matanya ke arah Sheryl “ bersama" ayah burhan bingung dengan ucapan sheryl "bukannya kamu sudah menjalin hubungan dengan bachtiar” ayah burhan sudah tahu sheryl dan om bachtiar sudah menjalin hubungan dari mulut kayla
“iya ayah memang kami menjalin hubungan” Sheryl menggenggam tangan om bachtiar dan menautkan jari mereka
Ayah burhan melirik ke arah om bachtiar “kamu gak masalah kalau Mario ada di sekitaran kamu dan Sheryl” Tanya ayah burhan akan sikap om bachtiar nantinya
“tidak" om bachtiar menggelengkan kepalanya "toh kebersamaan mereka hanya berkaitan dengan qiana. Qiana kan anak mereka berdua jadi saya sama sekali tak masalah”balas om bachtiar dengan santai
“ayah gak takut, mba Sheryl tertarik lagi sama ayahnya qiana” tanya kayla penasaran akan sikap ayahnya yang terlihat santai-santai saja
“kalau di Tanya takut, tentu saja takut” om bachtiar makin menggenggam erat tangan Sheryl “tapi kebahagiaan Sheryl sekarang jadi yang utama, selagi ayah menaruh kepercayaan dengan Sheryl pasti dia akan menjaga kepercayaan itu sebaik-baiknya” balas om bachtiar dengan yakin
Sheryl menatap penuh haru akan ucapan om bachtiar “makasih pah” ucap Sheryl
“sama-sama mah” om bachtiar mengecup punggung tangan Sheryl dengan mesra
ayah burhan memutar bola matanya malas “mending nikah saja deh, jadi rawan rasanya saat ayah biarin kamu tinggal di sini” ayah burhan jaga ngeri membiarkan putrinya tinggal seatap dengan kekasihnya itu
“boleh, nikah sekarang juga boleh” balas om bachtiar dengan yakin
“maaf ayah, bisa minta tolong untuk bahas pernikahan nanti dulu, Sheryl bener-bener belum siap menikah dalam waktu dekat ini” ucap Sheryl masih ragu untuk kembali menikah setelah kegagalan pernikahannya dengan Mario
Om bachtiar menatap lekat ayah burhan “saya sebagai lelaki memang tak bisa berjanji tidak menyentuhnya tapi saya janji akan bertanggung jawab penuh pada Sheryl dan menekankan Sheryl sebagai pasangan hidup saya, saya hanya menghormati keinginan Sheryl yang belum ingin menikah saat dia sudah yakin untuk menikah maka saat itu saya akan langsung menikahinya” jelas om bachtiar
Ayah burhan hanya menghela nafas panjang “kalau bukan karena rumah yang sedang di renovasi, gak mungkin ayah izinin kamu tinggal sama tua Bangka satu ini” akhirnya ayah burhan hanya bisa pasrah akan keinginan anaknya
"kalau bukan karena ayah numpang sementara di rumah mertua, pasti ayah akan boyong kamu ke sana" ada rasa trauma di hati ayah burhan jika mengingat kinan dulu di hamili ayah bimo
__ADS_1
“jangan khawatir kakak ipar, kalau sampai ayah mertua gak tanggung jawab sama adik aku, aku pasti akan menghajarnya habis-habisan sebagai seorang kakak” sahut brian dengan yakin
“iya, kalau sampai ayah ninggalin mba Sheryl, kayla yang bakal bikin perhitungan sama ayah” sahut kayla
"iya iya, lakuin apapun yang menurut kalian benar jika saya melukai sheryl" balas om bachtiar dengan yakin
“ngomong-ngomong kak jemina sama revano gak ikut yah, padahal aku belum pernah lihat revano secara langsung” Tanya Sheryl yang tak mendapati istri ayahnya dan juga adik kecilnya
“revano lagi demam, jadi mina nunggu revano di rumah” balas ayah burhan
“semoga cepat sembuh ya yah, biar bisa main sama qiana” ucap qiana mendoakan kesembuhan adiknya
Sheryl melirik ke arah kakaknya “hubungan kakak gimana?” Tanya Sheryl
“sejauh ini baik-baik saja” balas kinan
“kakak jangan bohongi Sheryl, kak hans cerita sama Sheryl kemarin perihal kakak yang mau ambil alih perusahaan keluarga kak hans karena kesal dengan adik ipar kakak itu” ucap Sheryl yang sempat mendapat kabar perihal masalah keluarga suami kakaknya
kinan menghela nafas panjang “ya begitu lah keadaannya Sheryl, kakak hanya kasih peringatan buat keluarga
ayahnya mas hans kalau peringatanku gak mempan, kakak terpaksa maju untuk ambil alih perusahaan keluarga mas hans. beruntung mendiang kakek ramon kasih warisan saham perusahaan cukup besar untukku, dan tentu
sheryl mengangkat kedua jempolnya pada kinan “bagus kak, jangan mau di tindas. Kakak harus lawan orang yang coba mengusik hidup kakak” ucap Sheryl memberi semangat untuk kakaknya
Mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol akan banyak hal dan saling bercanda sampai waktu menunjukkan pukul 5 sore dan akhirnya keluarga Sheryl itu pamit pulang agar Sheryl bisa beristirahat karena baru pulang dari perjalanan jauh
Om bachtiar melingkarkan tangannya di pinggang Sheryl saat sedang menaiki anak tangga menuju kamar yang akan mereka tempati selama tinggal serumah “apa mama capek” Tanya om bachtiar
“lumayan pah” balas Sheryl
“ya sudah yuk mandi” ajak om bachtiar
Sheryl menghentikan langkah kakinya dan menatap tajam kekasihnya itu “jangan aneh-aneh
deh pah, mama masih capek “ ucap Sheryl penuh peringatan
__ADS_1
Om bachtiar jadi terkekeh melihat reaksi Sheryl “otak kamu mikir apa sih sayang” om bachtiar mengacak rambut Sheryl dengan gemas
“itu tadi papa ngajak mandi” balas Sheryl
“emangnya ada yang salah dengan ngajak mandi, kita kan mau istirahat tentu harus membersihkan diri dong, emangnya bisa tidur nyaman kalau badan kita masih lengket”Tanya om bachtiar
“ohhhh kirain” Sheryl jadi malu sendiri akan prasangka mesumnya terhadap om bachtiar
Om bachtiar mengecup pipi Sheryl “papa gak setega itu kali mah, makan mama pas mama lagi capek kaya gini, masih ada hari lain untuk makan mama kok” balas om bachtiar
“ih papa” Sheryl memukul lengan om bachtiar dengan gerakan manja, dan jangan lupakan wajah Sheryl yang bersemu merah bak kepiting rebus yang sudah sangat matang
***
Mario berjalan ke arah sebuah bangunanrumah bernuansa temporer dan berada di kawasan sepi di mana ia menyekap regina selama ini “gimana dengan wanita itu, apa buat ulah lagi” Tanya Mario pada anak buah yang
di tugaskan menjaga regina
“tidak tuan, dia anteng saja selama tuan pergi” balas petugas itu
Mario berjalan masuk ke arah kamar regina dan berjongkok di hadapan regina “aku sudah bertemu dengan Sheryl, dan selamat untukmu karena pernikahanku benar-benar hancur karenamu” ucap Mario dengan datar
Regina yang terlihat berantakan itu mendongak “kalau gitu kamu akan nikahin aku” Tanya regina dengan girang
Mario menggeleng “tidak, mana mungkin aku akan menikahi wanita yang sudah mencoba membunuh darah dagingku” balas Mario
Regina tertunduk sedih “apa sih kurangnya aku Mario, kamu bukannya sayang sama aku jadi kenapa kita tidak menikah saja, aku rela kamu kurung kaya gini asal kamu nikahin aku” ucap regina
“aku akan melepaskanmu dan mengembalikanmu pada orang tuamu” ucap Mario menyampaikan niatnya
Regina mendongak dengan tatapan yang sulit di artikan “kamu akan mengusirku” Tanya regina dengan wajah sendu
“aku rasa tidak perlu mengurungmu lagi, yang aku inginkan hanya hidup untuk mengurus buah hatiku saja, aku sudah malas berurusan dengan wanita sepertimu” Mario menatap tajam regina “ini terakhir kali aku memaafkanmu regina, tidak akan ada yang lain lagi” Mario mencengkeram kuat rahang regina
“jika kau berani mengusik hidupku lagi, aku pastikan akan membunuhmu dengan tanganku sendiri” Mario mendorong wajah regina menjauh dan meninggalkan ruangan regina
__ADS_1
Mario berjalan ke arah anak buahnya “pulangkan wanita itu pada orang tuanya” perintah Mario
“baik tuan” balas para pengawal Mario membungkukan badannya pada Mario