Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Kenyataan mencengangkan


__ADS_3

Brian dan kayla sedang menunggu urutan periksa di depan poli kandungan. Mereka memilih memeriksa di salah satu rumah sakit yang tak terlalu besar agar tak di ketahui pihak keluarga karena beberapa rumah sakit besar di jakarta adalah milik mario dan ada beberapa rumah sakit yang ada investasi dari keluarga Hans memungkinkan pemeriksaan yang ada brian akan di ketahui jika di lakukan di rumah sakit besar


kayla terus menggenggam jemarinya sembari menunggu giliran dirinya untuk di panggil.


brian melihat itu dan mengusap pelan punggung kayla "tenanglah" ucap brian mencoba menenangkan kayla yang sedang gugup


kayla langsung menjauhkan punggungnya agar tak bersentuhan dengan tangan brian "jangan sok peduli" ketus kayla


"urutan nomor 13" panggil suster yang bertugas mengatur jalannya pasien yang akan di periksa dokter kandungan


brian melirik nomor antriannya "itu nomor kita" brian menarik kayla untuk segera masuk ruangan walaupun kayla sedikit berontak


brian membuka pintu ruangan dokter "siang dok" sapa brian menyalami dokter kandungan yang ada di hadapannya dan di ikuti kayla yang juga ikut menyalami dokter kandungan yang bernama dokter chris


"silahkan duduk" dokter chrish menunjuk dua kursi di hadapannya


kayla dan brian kini duduk dengan cukup gugup di depan dokter chrish "apa keluhan anda tuan dan nyona" tanya dokter chrish dengan sopan


brian membenarkan posisi duduknya " gini dok, saya mau periksa apakah istri saya hamil atau tidak " tanya brian langsung pada intinya


kayla menoleh ke arah brian dengan tatapan tajamnya karena dengan beraninya brian mengatakan dirinya adalah istri brian di hadapan dokter


"kapan terakhir nona datang bulan" tanya dokter chris


brian mengguncang lengan kayla karena kayla tak menjawab pertanyaan dokter chris dan hanya diam "itu dokter nanya kapan kamu terakhir datang bulan" ucap brian mengulang pertanyaan dokter chris pada kayla


kayla jadi gugup sendiri "saya gak ingat dok, karena kadang menstruasi saya tidak lancar " balas kayla dengan jujur


"apa sebelumnya sudah pernah memeriksakan, dengan tespack misalnya" tanya dokter chris

__ADS_1


kayla menggelengkan kepalanya "belum pernah dok" balas kayla


"Sus" panggil dokter pada perawat yang dapat tugas jaga di dalam ruangan dokter chrish


dokter memanggil perawat untuk memeriksa urin kayla di ruangan sebelah.


setelah kayla selesai memeriksakan urine miliknya pada. alat tes kehamilan dengan di bantu perawat yang memberitabukan caranya kayla menyerahkan tespack hasil urin dirinya itu pada dokter chris


"nih dok alatnya" kayla sungguh harap-harap cemas dengan jawaban dokter karena dirinya benar-benar tidak mengerti cara mengetahui hamil atau tidak


dokter chrish menerima tespack dari kayla dan mengecek hasilnya, senyum terbit dari bibir dokter chris "selamat tuan, istri anda positif hamil" dokter chris mengangkat tangannya untuk berjabat tangan dengan brian memberikan ucapan selamat


"DEG" jantung kayla  seakan berhenti berdetak saking terkejutnya akan kabar kehamilannya yang tidak pernah ia duga bisa seperti ini


brian yang sempat terkejut langsung menyambut jabatan tangan dokter chris "terima kasih dok" balas brian dengan senyum yang di paksakan


"hiks hiks hiks" kayla langsung menangis saat mendengar kabar yang begitu mencengangkan untuknya itu


brian tersenyum canggung pada dokter chris "maaf dok, istri saya hanya terlalu bahagia karena kami sudah menunggu kabar ini dari lama" balas brian memaksakan senyumnya agar tak di curigai dokter yang sedang memeriksa kehamilan kayla


brian memeluk kaila dan terus menepuk punggung kaila menenangkan kaila agar tak terus menangis


setelah kayla cukup tenang, dokter chris melakukan pemeriksaan USG pada janin yang ada dalam perut kayla dengan di temani brian tentunya


saat keluar dari ruangan dokter chris, kayla terus menatap foto USG anaknya yang di ketahui baru berusia 4 minggu dan baru terlihat seperti bulatan kecil itu.


kayla menatapnya dalam diam tanpa ada suara sedikitpun bahkan seolah kayla menahan napasnya agar tak bersuara


"kayla" panggil brian yang tak di gubris sama sekali oleh kayla  yang terus berjalan di depan brian

__ADS_1


"kayla" brian menarik tangan kayla membawa tubuh kayla agar menghadapnya


kayla yang se awalnya menunduk me bawah segera menaikan pandangannya ke atas dan bersitatap dengan manik mata brian yang menatapnya dengan penuh rasa bersalah sedangkan kayla menatap brian dengan tatapan dingin


"bicaralah kayla, jangan diam saja" pinta brian yang begitu khawatir karena sedari tadi kayla hanya diam saja


kayla menghempas tangan brian menjauh dari tangannya "antar aku kembali ke mall untuk mengambil mobil, aku harus segera pulang ke rumah " balas kayla ingin segera mengambil mobil dan kembali pulang


"kita harus perjelas dulu hal ini" pinta brian yang tak ingin menunda permasalahannya


kayla mengangkat tanganya ke arah brian "cukup! cukup dengan kejutan hari ini, jadi antar aku kembali ke mall sekarang" pinta kayla dengan nada tegas


 brian akhirnya mengantarkan kayla kembali ke mall seseuai dengan keinginan kayla


Sepanjang jalan kayla hanya diam tak bersuara membuat brian makin merasa bersalah dan bingung harus berbuat apa untuk mengurangi rasa bersalahnya


setelah sampai di depan mobil yang sempat ia bawa ke mall, kinan turun dengan langkah lesu menuju mobil yang ia bawa dari rumah kinan


"kay" brian kembali menarik tangan kayla meminta atensi kayla agar tertuju padanya "saat kamu sudah lebih tenang tolong hubungi aku" pinta brian dengan suara lirih dan syarat memohon itu


kayla hanya berjalan dengan diam menuju mobilnya agar bisa pulang ke rumah tempat ia bekerja


brian memandangi mobil yang di bawa kayla dengan wajah penuh kebingungan dan rasa prustasi "sial" brian mendang-nendang angin di sebelahnya mencoba meluapkan emosinya yang seakan-akan begitu tinggi dan sudah naik ke ubun-ubun


brian mengacak-acak rambutnya dengan kasar "kenapa aku harus terjerat masalah seperti ini, padahal aku masih ingin memperjuangkan kinan untuk kembali padaku" sesal brian dengan nada prustasi membayangkan masa depan seperti apa yang menantinya nanti


kayla menyetir dengan pikiran kosong walaupun tatapannya masih fokus melihat jalanan. hari ini mungkin hari yang cukup berat untuknya saat ia harus di hadapakan pada sesuatu yang tidak pernah ia duga sama sekali dalam hidupnya


"hiks hiks hiks" kayla menangis kembali saat mengingat dirinya tengah berbadan dua

__ADS_1


"kenapa!" kayla menepikan mobilnya dan kembali terisak di sana "kenapa harus begini, aku kira saat jauh dari keluarga memuakkan itu setidaknya aku bisa tenang, kenapa malah seperti ini" gumam kayla yang begitu prustasi dengan masalah hidupnya


__ADS_2