
"Tidak jadi pulang?" Ash kembali tersenyum saat Shena mengurungkan niatnya untuk pulang. Ia menyangka saat ini istrinya itu pasti sedang cemburu.
Shena menatap Ash dengan sangat tajam.
"Kau itu kenapa, Paman? Kau lebih menyukai aku tidak ada di sini? Oh atau jangan-jangan Paman sengaja mengundang wanita aneh itu kemari agar kalian bisa berduaan?"
Ash menggelengkan kepalanya sambil tersenyum simpul. Ia mengusap rambut Shena pelan, Lalu duduk di kursi kerjanya.
"Jangan berpikiran aneh-aneh, Aku bukan orang yang seperti itu.." Kata Ash.
Shena hanya terdiam dengan kesal.
"Tunggulah sebentar lagi, Setelah ini kita pergi makan siang di luar.." Ujar Ash. Shena pun mengiyakan saja.
Ash dan Shena melewati waktu berdua di dalam ruangan Ash dengan tenang. Walaupun sesekali ia akan saling pandang, Tapi mereka hanya akan membuang pandangan setelahnya.
Berbeda dengan Soya yang sedang berada di luar perusahaan, Wanita itu saat ini sedang menatap Willie dan Kenan dengan perasaan kesal. Ia tidak terima saat mereka memperlakukan ia seperti sampah.
"Wanita ular itu benar-benar membuat kesabaran ku habis." Geram Soya mengepalkan tangannya kuat.
"Berani- beraninya dia mendekati pria yang kusukai! Dasar wanita tidak tahu diri! Sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa menikahinya. Ini hanya akal-akalan mu saja!" Soya mengentakkan kakinya dengan kekesalan yang sudah sampai di ubun-ubun.
Soya masuk ke dalam mobilnya, saat ini hanya ayahnya yang bisa membantu dirinya. Meskipun Tuan Gideon tahu bahwa putrinya Soya adalah kupu-kupu malam, Ia sama sekali tidak marah pada putrinya. Aneh memang! Ada seorang Ayah yang tidak kecewa mengetahui kebenaran putrinya yang sering menjual diri pada pria hidung belang.
"Aku akan minta Ayah untuk segera menikahkan kami saja. Setelah itu aku bebas ingin berbuat apa!" Ucap Soya seolah lupa kejadian lalu yang sudah membuatnya dipermalukan. Benar kata Shena, Sekarang Soya seolah sudah kehilangan jiwa akal sehatnya dan dia seperti sudah gila.
Siapa yang tidak kesal jika pria yang sedang Soya incar malah direbut oleh wanita yang mengaku istrinya katanya dan paling ia benci setelah terputusnya hubungan pertemanan mereka. Tapi keberuntungan selalu tidak berpihak kepadanya.
Soya yang sudah sampai di perusahaan Ayahnya yang saat ini sedang menikmati waktu bersama wanitanya. Soya bertambah geram melihat ayahnya yang sudah tua itu tapi masih saja bermain wanita.
"Soya.." Ucap Tuan Gideon yang terkejut dengan kehadiran putrinya yang secara tiba-tiba.
"Ada apa kau tiba-tiba datang sayang?" Tuan Gideon salah tingkah saat kepergok sedang bermesraan dengan wanita jalannya.
Soya yang sedang nampak tidak bersahabat menghalau para wanita bayaran Ayahnya keluar. Rupanya Ayah dan anak sama saja. Ayah adalah pemakai, dan anak adalah penjual.
__ADS_1
Dan Soya sendiri tidak syok jika ternyata Ayahnya adalah pemakai wanita bayaran.
"Kalian keluarlah! Aku ingin berbicara dengan papaku." Usirnya degan wajah malas.
Tuan Gideon pun meminta ketiga wanitanya yang sempat menggerayangi tubuh tuanya untuk segera keluar. Karena ia tidak ingin anaknya itu semakin marah.
"Katakan! Mengapa wajahmu ditekuk seperti ini? Bukankah hari ini kau berencana ingin bertemu dengan Tuan Ash ?"
"Ayah benar, Tapi kali ini aku gagal lagi. Bukan hanya gagal, Aku bahkan diusir Tuan Ash dari perusahaannya." Ucap Soya dengan penuh kekecewaan, begitu juga dengan Gideon yang terlihat begitu marah.
"Kau ini bagaimana? Mendekati pria seperti Tuan Ash saja tidak bisa. Apa harus Ayah ajari dulu baru kau paham?" Bentak Tuan Gideon dengan wajah yang sangat marah. Bagaimana tidak marah, mangsanya yang sudah di depan matanya kini menghilang akibat kebodohan anaknya sendiri.
"Intinya kau harus berusaha lebih keras lagi untuk mendekati Tuan Muda itu. Tidak masalah jika dia sudah membongkar aibmu. Kau tahu kan apa yang akan terjadi jika kau gagal?" Ujar Gideon lagi.
"Kau bukan hanya gagal menjadi Nyonya di keluarga kaya raya itu, Tapi kau juga akan gagal mendapatkan apapun yang sudah kita rancang sejak awal. Lupakan jika dia hanya menjebak dan berpura-pura dengan menerima perjodohan itu."
Tuan Gideon merenggangkan sedikit dasinya yang terasa mencekik lehernya. la meminum air yang disediakan di atas mejanya sampai habis.
la harus memiliki rencana lagi untuk bisa mencapai tujuannya. Bukan tidak mungkin ia akan masuk ke dalam penjara jika semua kecurangannya selama ini terungkap. Dan jalan satu-satunya agar ia tetap aman adalah menikahkan anaknya dengan pengusaha kaya raya.
Dengan wajah yang sedih, Soya mengepalkan kedua tangannya dan menatap tangannya itu dengan tatapan marah. la teringat akan perhatian Ash terhadap Shena tadi saat di perusahaan Ash.
"Ini semua karena gadis sialan itu, Ayah! Entah dari mana dan bagaimana wanita yang paling ku benci itu bisa bersama dengan Ash. Tapi satu hal yang pasti, hubungan mereka pasti sudah sangat jauh dari yang kubayangkan. Tapi aku akan tetap tidak akan menerima jika mereka sudah melangsungkan pernikahan. Toh, Tidak ada yang tahu mengenai pernikahan mereka." Ucap Soya dengan nada yang kesal.
Kini Gideon haus berpikir lebih keras lagi.
"Siapa dia?" Tanya Tuan Gideon. Memang ia belum mengetahui siapa rumor yang menjadi istri Ash itu. Dan Meskipun Soya sudah tahu, Tapi ia menepis dan oleh karena itu tidak akan dikatakan pada siapapun.
"Dia bernama Shena, Ayah. Wanita itu selalu saja lebih unggul daripada aku. Ayah harus membantuku untuk membuat wanita itu jera. Aku sudah sangat kesal, Aku benci wanita itu." Mengadu Soya yang akhirnya menangis. Ia tidak rela pria yang sedang ia incar malah dekat dengan Shena.
"Kau tenanglah, Ayah akan cari cara bagaimana agar kau bisa mendekati Tuan muda Ash itu lagi."
Soya pun tersenyum senang mendengar perkataan ayahnya. Bagaimana pun ia harus mendapatkan apa yang ia inginkan dari sejak dulu dan tidak akan menyerah begitu saja meskipun Ash sendiri hanya mengelabui mereka.
...***...
__ADS_1
Siang ini Ash dan Shena akhirnya makan bersama di sebuah restauran mahal. Shena yang tadinya masih kesal kini sudah tidak lagi. Karena Ash yang tampan itu sudah berbaik hati membawanya jalan-jalan ke sebuah tempat hiburan sebelum ke restaurant dan kini pergi ke Mall.
"Kau ingin membeli apa lagi? Selagi kita masih di mall, sebaiknya pikirkan apapun yang kau inginkan."
Ash memeluk tubuh Shena dari belakang. la tahu jika saat ini Shena memang sedang merasa kesal dengannya, tapi kekesalan Shena membuat Ash senang bukan kepalang.
"Tidak ada. Aku tidak membutuhkan apapun." Shena memberikan senyuman terbaiknya kepada Ash hingga membuat pria itu terpesona.
Ash hanya tersenyum simpul membalas senyuman Shena.
"Baiklah jika tidak ada.."
"Lusa aku ada perjalanan bisnis keluar kota, Lebih tepatnya Bali. Apa kau ingin ikut denganku?"
Ash membalik tubuh Shena yang saat ini duduk di atas pangkuannya. Dan ini mereka lakukan di depan orang ramai. Siapa yang tidak mengenal seorang pengusaha muda seperti Ash, bahkan mereka ingin mengabadikan momen langka seperti ini. Tapi sepertinya itu tidak mungkin, mengingat begitu banyaknya bodyguard yang sedang menatap mereka satu persatu.
Shena yang sebenarnya merasa sangat risih dengan banyaknya manusia di sana memilih untuk segera pergi dari sana.
"Di sini terlalu banyak orang, Sebaiknya kita bicara di mobil saja." Shena menarik lengan Ash menjauh dari keramaian tersebut.
Jantung Ash seolah ingin lompat dari tempatnya. Ini kali pertama Shena tidak menolak apa yang ia lakukan terhadap dirinya, bahkan dengan santainya ia menggandeng lengan kekar milik Ash .
Namun, tiba-tiba saja wanitanya itu membalikkan badan menyembunyikan wajahnya dari keramaian.
"Kau kenapa?" Ash melingkarkan tangannya ke tubuh Shena.
Sementara Shena, Saat ini ia sedang menyembunyikan wajahnya dari banyaknya kamera di depan sana.
"Tolong lindungi wajah ku, Paman! Aku belum siap jika sampai semua orang dan berita tiba-tiba muncul tahu jika kita sudah menikah." Pinta Shena masih menyembunyikan wajahnya dengan takut.
Ash melepaskan jas miliknya, Lalu menutup wajah Shena. Ia meminta semua orang untuk tidak mengambil gambar mereka berdua tanpa izin darinya melalui bodyguard.
"Masuklah, Kita sudah aman."
Ash membuka pintu mobil untuk istrinya. Ash sebenarnya juga tidak ada niat untuk mempublikasikan pernikahan mereka. Selain memang ini bukanlah masalah besar, Ash juga tidak ingin keselamatan Shena terancam. Mengingat begitu banyaknya pesaing bisnisnya di luar sana. Dan pasti banyak sekali orang yang membenci Ash dan menjadikannya musuh.
__ADS_1
Saat ini, Ash harus berjuang untuk membuat Shena jatuh cinta padanya secepat mungkin.