
"Paman.." Panggil Shena.
Ash langsung menghentikan ucapan Shena.
"Jangan panggil Aku Paman, Nanti mereka bisa salah paham..." Bisik Ash memberitahu.
"Eh.." Bingung Shena.
Jadi, Shena harus memanggil Apa? Sayang? Hubby? Atau Mas?
"Aku bingung harus memanggil pria ini apa." Shena menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"S-sayang..." Shena dengan suara manjanya menggelitik setiap telinga yang mendengarnya.
"Aku pasti sudah gila memanggil pria ini dengan sebutan sayang! Ya Tuhan, Aku ingin sekali hilang dari muka bumi ini." Tidak nyaman Shena berkata.
Ash yang dipanggil sayang tentu saja senang bukan main. Langkah pertama dari rencana yang sudah ia susun berjalan lancar.
"Sayang?" Ash mengulangi kata itu penuh penekanan.
"Y-ya Sayang..." Panggil lagi, Shena merasa malu, Tapi ia terpaksa karena saat ini ia ingin menanyakan sesuatu yang tidak bermanfaat hanya untuk berbasa-basi.
__ADS_1
"Kenapa banyak sekali rekan bisnis mu? Aku menjadi malu..." Shena melihat apa yang ia pakai saat ini, Lalu ia membandingkannya dengan beberapa wanita yang juga ikut hadir di sana.
"Kenapa malu? Kau memakai baju yang lengkap. Tidak ada yang terbuka sama sekali.." Namun, Nada bicara Ash terdengar sangat aneh. Sepertinya pria itu sedang menggoda dirinya.
"Apa sebenarnya maksud pria ini? Dari tadi aku perhatikan dia terus tersenyum aneh seperti ini? Dan lihat matanya, sudah berapa kali mata itu menatap ku genit?"
Shena merasa Ash yang saat ini duduk disebelahnya sedikit berubah. Pasalnya pria ini tidak pernah bersikap aneh seperti ini. Padahal Ash ini biasanya bersikap cuek dan hemat bicara.
Karena sudah sangat kesal, Akhirnya Shena tidak ingin lagi berbicara dengan Ash. la memilih berbicara dengan para wanita saja. Ya walaupun sebenarnya pembicaraan mereka hanya mengenai sesuatu yang tidak bermanfaat.
Salah satu dari istri-istri rekan bisnis Ash yang sudah berusia kepala tiga pun ada. Shena memulai percakapannya dengan para seniornya. Awalnya Shena memang merasa kurang nyaman, Tapi lama kelamaan membuatnya nyaman.
"Ya Ampun, Ternyata istri dari Tuan Ash ini masih sangat muda, ya! Sudah isi apa belum?" Tanya mereka diiringi dengan anggukan dari yang lainnya.
"Jangan terlalu lama lho, Nona Shena. Nanti terburu sulit hamil seperti kami..."
Yah, Beberapa dari mereka memandang kesulitan untuk mendapatkan momongan karena pernah menunda kehamilan sampai diusia kepala tiga.
"Iya, Jika tidak memiliki anak itu biasanya suami lebih menyukai selingkuh.." Salah satu dari yang lainnya berbicara sambil berbisik-bisik.
Shena sontak saja menatap Ash yang tengah sibuk dengan rekannya dengan tajam.
__ADS_1
Berselingkuh? Apa semua pria beranggapan demikian? Mereka pikir wanita itu alat reproduksi anak sampai meminta anak sebagai jaminan agar mereka tidak berselingkuh?
Sejenak Shena teringat dengan Soya, Ia berpikir Soya adalah salah satu wanita mainan Ash. Tapi jika melihat sikapnya, Tidak mungkin Ash ingin berselingkuh dengan wanita seperti Soya.
"Jika sampai Paman Ash ingin seperti itu, Tandanya sudah jelas pria ini bodoh. Dan pria di dunia ini sama saja, Kecuali Ayahku!!" Batin Shena memaki suaminya dari kejauhan.
"Aku saja sebagai sesama wanita tidak menyukai wanita seperti dia. Lagi pula mana ada pria yang ingin dengan wanita yang kasar dan tidak jelas seperti Soya itu." Shena kegelian membayangkan sikap Soya yang terlalu over terhadapnya sejak mereka bertemu dan selama terjalin hubungan pertemanan.
Shena kembali mendengar perbincangan Nyonya-nyonya yang sekarang beralih mengenai harta benda milik mereka masing-masing. Hanya satu wanita yang sepertinya tidak tertarik dari tadi dengan perbincangan mereka, yaitu istri dari salah satu rekan bisnis baiknya Ash.
Wanita yang juga menikah akibat dari perjodohan orang tuanya. Hanya saja kisah Shena dengannya bisa sampai menikah sangat jauh berbeda. Di dalam pernikahan mereka, Ia lebih dewasa dalam menyikapi. Tidak seperti Shena yang selalu berpikir perceraian adalah keputusan yang terbaik untuknya dan Ash.
Shena tersenyum saat pandangan matanya tidak sengaja bertemu dengan wanita tersebut. Menurut Shena wanita itu sangat cantik, Anggun, Dia juga terlihat wanita baik-baik dan berkelas.
"Hai.." Shena menyapa wanita tersebut lebih dulu.
Dengan senyuman yang ramah, Wanita itu pun menyahuti Shena.
"Hai.." Wanita itu langsung memperkenalkan dirinya begitu juga dengan Shena.
Dan sekarang Shena berbicara lebih terbuka. Setengah jam Shena berbincang banyak hal dengannya. Shena merasa lebih nyaman daripada bergosip dengan kumpulan Ibu-ibu sosialita. Namun, Karena rasa bosannya Shena memilih untuk keluar mencari udara segar.
__ADS_1
Dari kejauhan Shena melihat pemandangan yang begitu indah, pantai yang letaknya dekat dengan hotel yang mereka sewa. Tanpa meminta izin terlebih dahulu, Shena pergi menuju pantai yang sudah menggoda matanya sejak tadi.