Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 20 - Kepanikan


__ADS_3

Willie pun langsung masuk ke mobil dan segera membawa mobil melaju ke rumah sakit.


Ash masih memeluk tubuh Shena yang berada di atas pangkuan nya.


"Shena, bangun Sayang! Buka mata mu!" Ash kembali mencoba membangunkan Shena, Namun Shena sama sekali tidak bereaksi.


Ash takut setengah mati, bagaimana tidak! Istrinya itu tidak pernah diperlakukan kasar, bahkan tubuh istrinya itu sangat mungil. Bagaimana mungkin dia bisa dipukul dan dibanting oleh orang lain.


"Cepat lah, Tambah kecepatan nya!"


Willie tidak membantah, Ia menuruti keinginan Ash dan menambah kecepatannya hingga 15 menit kemudian mereka sampai di rumah sakit dan kebetulan rumah sakit itu tidak terlalu jauh dari pusat perbelanjaan tadi.


Willie berlari membukakan pintu, dan memanggil semua petugas kesehatan.


"Cepat! Cepatlah!" Pekik Willie membantu mereka menarik brankar nya.


"Tuan, Cepat letakan Nyonya di sini!" Ujar Willie .


Setelah Ash meletakan Shena, dengan langkah cepat semua perawat dan dokter jaga membawa tubuh Shena ke ruang UGD.


"Tuan tolong tunggu di luar!" Tahan perawat wanita saat Ash ingin menerobos masuk.


"Jangan halangi jalan ku, minggir!" Ash dengan kasar menghempaskan suster perempuan itu.


Willie menahan tubuh Ash agar tidak berbuat nekad, Meski ia tahu Ash tidak akan bisa dicegah.


"Biarkan mereka menangani Nyonya muda dengan cepat. Tuan, tunggulah di sini!" Ucap Willie.


Akhirnya Ash luluh, Ia mengalah mundur dan menghempaskan dirinya ke bawah lantai. Ia mengusap kasar wajahnya frustasi.


"Tuan tenanglah, Nyonya muda akan baik-baik saja!" Willie mencoba menenangkan Ash walaupun nantinya ia akan mendapat amukan dari Tuan Mudanya lagi. Ia adalah anak buah Ash yang tulus.


Baju kemejanya banyak terkena bercak darah Shena, penampilannya yang super cool berubaah menjadi acak dan berantakan.


Ash berdiri dan langsung menarik kerah baju Willie.


"Dasar bodoh! Kau tidak bisa ku andalkan! Sejak kapan kau menjadi bodoh dan lalai seperti ini? Aku hanya memintamu melihat layar cctv itu saja!" Bentak Ash langsung menghempaskan tubuh Willie ke belakang.


Willie tidak menjawab, ia sadar atas kesalahannya. Kejadian ini membuatnya kehilangan kepercayaan dirinya dihadapan Ash.


"Tangani apa yang terjadi, seret siapapun yang menyakiti istriku." Perintah Ash menatap nyalang wajah Willie.

__ADS_1


"Bawahan ku sudah mencari tahu Tuan, Dan dalang dibalik semua ini adalah Nona Soya. Dia yang memulai pertengkaran dan bekerja sama dengan salah satu seorang pelayan toko di sana. Wanita itu juga, bukankah yang menjebak Tuan di acara malam itu?!" Terang Willie menjelaskan.


Wajah Ash memerah, kuku tangannya memutih karena kepalan tangannya yang terlalu kuat. Giginya nampak menggerutuk dan otot rahangnya mengeras. Tatapan Ash kian mendingin, membuat siapa saja yang melihatnya pasti ketakutan. Namun, tidak dengan Willie, pria itu menanggapinya datar, karena ia sudah terbiasa.


"Siapapun itu, seret dia ke tempat yang paling aku suka! Blacklist nama-nama mereka dan keluarkan mereka dari pekerjaannya selain gadis tidak tahu diri itu." Tegas Ash pada Willie. Wanita yang dimaksudnya tidak sadar diri adalah Soya.


"Lalu, Apa yang akan anda lakukan pada Nona Soya, Tuan?" Tanya Willie was-was takut kena pukulan kembali. Tidak ada yang mengenali sifat asli Ash yang selalu membuat keputusan tidak terduga kecuali Willie dan kedua orangtuanya dulu termasuk Paman Jim.


"Kita lihat saja nanti, Aku akan membuat dia sadar bahwa hari ini dia telah membuat kesalahan yang sangat besar."


Willie mengangguk paham, Ia yakin Ash akan membuat kejutan besar bagi siapa saja yang telah menyentuh apapun miliknya, walau hanya secuil.


Tak lama setelah kabar Shena masuk rumah sakit sampai ke orang di Mansion, Tuan Theo, Dayn dan Arthur datang menyusul ke rumah sakit dan sekarang mereka telah sampai.


"Ash, Bagaimana kronologinya?!" Tanya Tuan Theo saat datang.


"Ayah mertua?" Ash cukup terkejut melihat kedatangan ayah mertuanya.


Ash pun mulai menceritakan kronologinya sesingkat mungkin untuk mudah dipahami.


"Apaa?? Di tampar? Selama seumur hidupku saja, Aku memberikan putriku itu penuh kasih sayang dan aku sebagai ayahnya saja tidak pernah sekalipun mengangkat tanganku ini untuk menamparnya. Ini ketidakadilan pada putriku!!" Marah Tuan Theo tidak terima putrinya diperlakukan buruk oleh orang lain.


Di dalam kegelisahannya, Ash berulang kali mengusap wajahnya untuk mengurangi kepanikannya, hingga tidak lama pintu ruangan terbuka.


"Bagaimana? Bagaimana dengan istriku?" Tanya Ash terdengar seperti bentakan pada seorang dokter yang baru saja keluar.


"Tuan, Biarkan Dokter berbicara terlebih dahulu!" Tegur Willie dan akhirnya Ash melepaskan tangannya yang mencekam bahu dokter wanita itu dengan kuat.


"Tuan tenanglah!" Dokter itu berdehem menetralkan keterkejutannya, "Tuan, Nona baik-baik saja-..."


"Baik-baik saja bagaimana? Tadi dia mengeluarkan darah di hidung dan wajahnya!" Potong Ash dengan suara meninggi.


"Bukan seperti itu Tuan!" Dokter Nita sedikit gugup melihat tatapan tajam Ash, "Begini Tuan, Nona hanya mengalami shock berat hingga membuatnya pingsan, Namun kondisi tubuhnya masih stabil!" Terang Dokter demikian.


Ash menghela napasnya lega. Begitu juga dengan Dokter yang sejak tadi merasa tertekan, Ia lega karena Ash berhenti menunjukkan wajah emosinya.


"Kami akan segera memindahkan Nona ke ruangan perawatan agar Tuan bisa melihatnya."


"Segera!" Perintah Ash pada dokter dan suster yang ada dihadapannya.


Setelah 15 menit, Kini Shena sudah berada di ruangan VIP khusus. Ash dengan setia selalu mendampinginya, Ia duduk di samping Shena dan menggenggam tangan istrinya dengan erat. Ash menatap wajah pucat dan lemah istrinya, ada rasa sesal dihatinya karena telah meninggalkan istrinya seorang diri.

__ADS_1


Tiba-tiba emosi kembali membara saat menatap lengan istrinya yang membiru. Giginya berbunyi menahan emosi. Wajah Ash memerah seketika, Ia bangkit dari kursinya dan menghubungi tangan kanannya.


"Bawa dia ke tempat biasa, Sekarang juga!" Tegasnya pada Willie dan langsung mematikan sambunganya.


"Aku pergi dulu!" Ash mengecup kening Shena dan meninggalkan Shena bersama para bodyguard dan Ayah mertuanya, Dayn dan Arthur pun ada yang khusus dipekerjakan Ash untuk selalu berada di dekat Shena mulai detik ini.


Setelah memastikan semua aman, Ash langsung mengendarai mobilnya sendiri ke tempat yang ia tuju, Ia tidak membawa satupun bodyguardnya.


Selama diperjalanan Ash terus mengeluarkan sumpah serapahnya karena telah lalai menjaga istri nya.


"Sial! Bodoh!" Ash memukul setir mobilnya.


"Harusnya aku membawanya kemanapun aku pergi!" Ash merutuki dirinya sendiri.


Sampai di tempat tujuan, dengan aura dingin dan kemarahannya lelaki tampan yang telah menjadi suami dari Shena Keyleen Myles itu melompat dari mobilnya. Ia memasuki ruangan rahasia yang hanya dirinya dan juga seluruh orang kepercayaannya yang dapat memasuki area tersebut.


"Silakan Tuan!" Willie membuka pintunya.


Ash melihat seorang wanita yang tengah duduk di atas kursi masih dengan keadaan pingsan, kaki dan tangannya di ikat dengan sangat kuat.


"Bangun!" Bentak Ash yang kini duduk dihadapan wanita itu. Namun, wanita itu tidak juga kunjung bangun.


"Ambil air dan siram dia!" Perintahnya pada Willie.


Willie mengikuti perkataan majikannya, dan tidak tanggung menyiramkan satu ember sedang air ke tubuh wanita yang bernama Rina tersebut yang merupakan penjaga toko di mallnya.


Byur..!


Seketika wanita itu tersentak, Ia membuka kelabakan dan matanya perih saat merasa tubuhnya terasa dingin akibat air yang disiramkan oleh Willie.


"Di mana aku!" Gumamnya masih belum sadar, saat ia ingin mengusap wajahnya ia baru terasa jika tangannya tidak bisa digerakkan karena terikat, begitu juga dengan kakinya.


"Huh, Aku di mana? Mengapa aku di ikat!" Pekiknya terkejut.


Willie menatap iba gadis itu, Karena kebodohannya ia akan menghadapi masalah besar. Tapi ia segera menepis karena Tuannya saja membenci wanita itu.


"Kau sudah bangun?" Ucap Ash dengan suara terendahnya, namun suara itu terdengar sangat dingin bahkan menusuk hingga tulang belulang Rina.


Rina terkejut! la langsung menatap wajah si empu yang memiliki suara tersebut.


"Tu-tuan Ash..." Tertegunnya.

__ADS_1


__ADS_2