Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Mulai sedikit melepaskan beban


__ADS_3

sheryl terus menjalani konseling sampai kondisinya berangsur membaik, dan tidak terlalu harus dekat dengn Qiana. Sekarang juga sheryl sudah mulai terbuka dengan adanya pengasuh yang menjaga qiana saat sheryl kembali bekerja.


ya sheryl kembali lagi ke pekerjaannya sebagai penulis, karena saat dia jadi penulis ia tidak harus rutin ke kantor yang harus ia serahkan hanya hasil tulisannya sedangkan orangnya ada atau tak ada tak akan jadi masalah besar


"bi, qiana sudah makan siang belum" sheryl masuk dalam kamar dengan nuansa merah muda dan begitu banyak boneka di dalam sana


seseorang yang di panggil pun menoleh "sudah nyonya, tadi sebelum mandi non qiana sudah makan, makanya setelah di mandikan langsung tidur" balas bibi bernama laras, yang sejak 2 bulan lalu sudah jadi pengasuh Qiana setelah sheryl kembali aktif menulis lagi


"ya sudah bik, bibi laras istirahat saja pasti lelah seharian jagain qiana yang sedang aktif-aktifnya berjalan" Qiana kini sudah meninjak 15 bulan, dan baru satu bulan yang lalu ia sudah lancar berjalan


"iya nyonya" bik laras pamit keluar kamar qiana untuk beristirahat


sheryl menghampiri qiana dan mengecup kening qiana dengan lembut "selamat tidur my princess" sheryl kembali keluar kamar qiana


saat keluar kamar qiana, ia melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 3 sore, sheryl memutuskan untuk ke dapur dan memasak untuk makan malam.


cukup lama berkutat di dapur, akhirnya sheryl menyelesaikan beberapa masakan khas Indonesia, dan ia sajikan di meja makan "mandai dulu deh" setelah cukup berkeringat karena memasak sheryl memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum makan malam


30 menit sheryl habiskan untuk mandi, selepas mandi sheryl mematut dirinya di depan cermin "sudah rapih" sheryl berjalan dengan senyuman keluar kamarnya dan berjalan ke arah ruang tamu


"ceklek" baru sheryl duduk sudah terdengar suara pintu di buka, sherylburu-buru berjalan ke pintu masuk


"sudah pulang om" sapa sheryl merentangkan tangannya pada orang yang baru datang


"iya" om bachtiar balas memeluk sheryl dan mencium kening sheryl


"sudah wangi dan cantik ya" puji om bachtiar


"sudah dong, yang masih bau dan jelek kan om" balas sheryl dengan nada meledek om bachtiar


om bachtiar mengerucutkan bibirnya "iya sih masih bau" om bachtiar mencium bau tubuhnya "namanya abis dari luar dan nyari uang" kekeh om bachtiar


"ya sudah, mandi sana om tadi sudah sheryl siapin pakaian ganti di kamar" ucap sheryl


"iya, om mandi dulu ya" om bachtiar berjalan masuk ke dalam kamar dan membersihkan diri


selagi menunggu om bachtiar mandi, sheryl kembali menata meja makan untuk ia makan dengan om bachtiar

__ADS_1


selagi om bahtiar belum keluar, sheryl menghampiri bi laras ke kamarnya "bik" panggil sheryl


"iya non" balas bik laras


"saya mau nemenin tuan makan, nanti di perhatikan kalau qiana nangis ya bik, terus makanan buat kamu sudah saya taro lemari makan, nanti jangan lupa makan ya bik" ucap sheryl


"iya nyonya" balas bik laras


sheryl kembali ke meja makan yang ternyata om bachtiar sudah ada di sana "sudah selesai mandi toh om" sheryl mulai mengambilkan makan untuk om bachtiar dan melayani om bachtiar makan


"mandi kan gak perlu lama sheryl" om bachtiar menerima piring yang di berikan sheryl untuknya


"om  ledek aku" sheryl mencebikkan bibirnya karena dia merasa om bachtiar sedang menyindirnya


 om bachtiar mencubit pelan pipi sheryl "bercanda sih, jangan ngambek dong' pinta om bachtiar dengan kekehan


"oh ya sher, jangan lupa, hari minggu kita ada janji dengan dokter diandra" ucap om bachtiar memperingatkan sheryl akan rutinitas konselingnya yang dulunya berlangsung satu minggu sekali sekarang hanya sebulan sekali saja


"masih tah sheryl harus konsul terus, sheryl sudah baikan kok om" tanya sheryl


"ya sudah" sheryl akhirnya pasrah dengan dirinya yang harus masih kembali konsultasi ke psikiater


setelah selesai makan malam, sheryl dan om bachtiar duduk di ruang keluarga "sheryl, coba lihat qiana sudah bangun belum, kangen pengen lihat dia, seharian gak ketemu kok kangen" pinta om bachtiar


"iya om" sheryl berjalan ke arah kamar qiana dan mengambil bayi mungil itu


"wah qiana sudah bangun" sheryl menghampiri qiana dan emngambil qiana


"bibik belum makan kan? makan saja dulu, qiana biar sama saya dan tuan" sheryl membawa qiana ke ruang keluarga


"papa" celoteh qiana yang sudah mulai bisa berucap kata-kata sedehana


"wah anak papa" om bachtiar memeluk qiana dan mencium pipi mulus bayi perempuan itu


"hahahah ke...li" cicit qiana yang merasa kegelian dengan jambang halus om bachtiar yang menyentuh wajah qiana


"sudah om geli dia" sheryl mengambil qiana dan membiarkan qiana duduk di tengah dirinya dan om bachtiar

__ADS_1


sheryl melirik wajah om bachtiar "besok pagi sheryl cukurin jenggotnya ya om, sudah muali tumbuh tuh" tunjuk sheryl pada dagu om bacthiar yang sudah mulai tumbuh rambut halus


"iya" balas om bachtiar sambil bermain dengan qiana


"oh ya sher, bulan depan kayanya om balik ke indonesia beberapa hari deh" ucap om bachtiar


"mau ke acara ulang tahun damian ya" tanya sheryl memastkan


"iya, ini kan ulang tahun cucu pertama om , jadi om harus ke sana" balas om bachtiar


"iya om, gak papa kok kalau om pergi, nanti nitip kado buat revano ya, soalnya waktu dia lahir sheryl kan datang" ucap sheryl


"kamu yakin gak mau pulang" tanya om bachtiar


"sheryl belum siap om, kalau sheryl pulang pasti dia akan langsung nemuin sheryl" balas sheryl


"tapi dia kasihan juga sher, qiana kan juga anaknya, dia juga pasti kangen anaknya" sahut om bachtiar


"aku belum berani ketemu dia om, aku takut dia akan ngambil qiana dari aku, om kan tahu dia berkali-kali ngajuin banding agar hak asuh qiana jatuh ke tangannya" jelas sheryl


"ya sudah terserah kamu saja" balas om bachtiar


sekitar jam 9 malam, om bachtiar menyerahkan qiana pada pengasuhnya, dan ia berjalan ke arah kamarnya "kamu belum tidur" om bachtiar mengusap kepala sheryl dengan lembut


"nungguin om" balas sheryl


om bachtiar tersenyum penuh arti "apa mau om temenin tidur apa" tanya om bachtiar yang mulai mendektakan tubuhnya ke arah sheryl


sheryl langsung mendorong tubuh om bachtiar "gak, om tidur di ranjang om sendiri saja" tunjuk sheryl pada ranjang yang tepat berada dis sebelah ranjangnya


ya hubungan om bachtiar dan sheryl, hanya sebatas saling menjaga dan tidak lebih. walaupun sheryl dan om bachtiar tinggal sekamar tapi mereka tidur di ranjang yang terpisah dan mereka tidak terikat suatu hubungan yang serius


mereka memutuskan untuk tinggal sekamar agar para pekerja di rumah itu tidak bertanya-tanya seputar  hubungan mereka dan di mana ayah qiana


"selamat malam" ucap om bachtiar


"malam" balas sheryl

__ADS_1


__ADS_2