Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Mencoba mengerti dan saling memahami (season 2)


__ADS_3

Dua minggu full di rawat di rumah sakit akhirnya Cindy sudah di perbolehkan pulang ke rumah atas


izin dokter yang menanganinya selama ini


Hasley memeluk Cindy begitu erat “aunty gak tinggal di rumah lagi” Tanya Hasley dengan isak tangis saat datang ke rumah sakit ketika di kabari Cindy sudah diperbolehkan pulang tapi mendapati Cindy yang tidak akan tinggal bersamanya lagi


Cindy mengusap kepala Hasley dengan lembut “kamu masih bisa bertemu dengan aunty kapanpun kok, datang saja ke rumah oma dan opa” balas Cindy


Mami sarah mengusap kepala Hasley “iya sayang, rumah kita gak terlalu jauh jaraknya jadi jangan terlalu sedih berpisah dengan aunty” timpal mami sarah


“iya oma” balas hasley mengurai pelukannya dari Cindy


Hasley menatap sedih daddy nya yang tak berani menatap Cindy dan hanya diam mematung di ujung ruangan rawat Cindy


Cindy bisa melihat arah tatapan Hasley yang tertuju ke arah Alvian, sungguh hatinya ikut merasakan sakit melihat kesedihan Alvian tapi ia tak bisa melakukan apapun untuk mengurangi kesedihan itu sebab dirinya saja terjebak dengan keadaan “maaf ya kak kalau aku gak bisa kerja selama hamil” ucap Cindy pada Alvian memberitahukan dirinya yang sudah mulai tidak bekerja di perusahaan


Alvian perlahan mendongak dan tersenyum tipis ke arah Cindy “gak masalah kok, suami kamu sudah bantu kakak buat cari sekretaris baru buat gantiin kerjaan kamu” balas Alvian memaksakan senyumnya seolah dirinya baik-baik saja


Dion benar-benar tak suka saat tatapan alvian bertemu dengan istrinya tapi dia tidak bisa berbuat banyak sebab ada orang tua Cindy di sana “sudah sayang, ayo naik


kursi roda kamu dan kita akan tinggal sama mami dan papi” ajak Dion


“iya mas” balas Cindy mencoba pasrah dengan permintaan Dion yang ingin tinggal dengan orang tua Cindy agar Cindy ada yang menjaga


Cindy naik kursi roda dan Dion dengan setia mendorongnya untuk keluar rumah sakit "sayang" panggil mami sarah


Cindy menoleh ke arah mami dan papinya "iya mih" balas Cindy dan Dion menghentikan langkahnya

__ADS_1


"kami balik duluan ya sayang, mau pastiin sekali lagi kalau kamarmu yang di lantai bawah sudah siap" ucap mami sarah


"iya mih" balas Cindy


melihat papi dan mami Cindy yang sudah berjalan lebih dulu, Hasley mengejar langkah Dion "om" panggil Hasley


Dion menoleh ke belakang " iya hasley" balas Dion


Hasley meremas jemarinya, mengumpulkan keberaniannya sebanyak mungkin "apa om gak bisa merelakan aunty buat daddy" tanya Hasley dengan suara lirih


Dion memicingkan matanya ke arah Hasley "aunty bukan barang Hasley jadi kenapa om harus relakan aunty untuk daddy kamu" tukas Dion dengan nada tegas


jantung Hasley berlonjak kaget dan timbul rasa takut di hatinya "aku hanya kasihan melihat daddy om" balas Hasley dengan isak tangis


"Hasley" Alvian menggelengkan kepalanya ke arah hasley "jangan melewati batas hasley" tegur Alvian


"sudah mas" Cindy mengusap lengan Dion dengan lembut agar tidak kembali emosi


Dion menatap sendu ke arah Cindy "aku sudah berusaha sekuat tenaga untuk menahannya Cindy, dan kau tahu rasa sakitnya seperti apa tapi hasley dan kak Alvian terus menguji kesabaranku" balas Dion dengan nada frustasi


mata Cindy sudah berkaca-kaca akan ucapan Dion yang begitu menyayat hatinya "mas pikir aku dan kak Alvian gak mencoba mengerti mas, aku juga berusaha menahan sakit mas" Cindy menepuk pelan dadanya "mas Alvian yang nemenin aku selama tiga tahun ini mas, walaupun kita yang menikah tapi dia yang ada di sampingku mas" air mata itu kembali berjatuhan dengan bebasnya "dan saat mas minta kita untuk memutus hubungan itu tolong mengertilah bahwa itu semua butuh proses yang tak mungkin sebentar jadi tolong bersabarlah, jangan egois" tukas Cindy merasa begitu lelah akan semuanya


buru-buru Dion berlutut di hadapan Cindy "maafin mas ya, maaf" Dion terus mengusap perut Cindy "jangan nangis nanti bayi kita kenapa-napa" ungkap Dion mengatakan bayi kita di depan ayah kandung bayi itu


Alvian sungguh merasakan sakit teramat sangat melihat keduanya "maafin anak kakak ya, kami pamit" Alvian langsung saja menarik hasley untuk menjauh dari sana


Hasley mengikuti langkah kaki Alvian dan terus memandangi wajah ayahnya yang nampak begitu sedih "maafin hasley dad" ucap hasley dengan suara lirih

__ADS_1


Alvian terus membawa Hasley menjauh dari sana


Cindy menatap punggung Hasley dan Alvian yang makin menjauh "hiks hiks hiks" Cindy kembali menangis melihat orang yang selalu ada untuknya kembali terluka karenanya


"jangan menangis sayang" Dion memeluk erat tubuh Cindy dan terus mengusap punggung Cindy agar berhenti menangis


Alvian membawa masuk Hasley ke dalam mobil "daddy minta tolong Hasley" ucap Alvian dengan wajah lelahnya "tolong jangan seperti ini lagi" pinta Alvian dengan suara bergetar


Hasley yang sudah sejak tadi menangis kini kembali mengeluarkan air matanya "maafin Hasley dad, Hasley hanya sedih saat melihat daddy terus memikirkan aunty dan sulit untuk menemui aunty" balas Hasley


"ini sudah resiko yang harus di ambil daddy, karena perbuatan daddy dan aunty itu salah jadi ini balasan untuk daddy yang sudah berbuat dosa" timpal Alvian


Hasley menatap lekat Alvian "tapi hasley tahu kalau aunty itu juga sayang sama daddy, dan adik hasley ada di dalam perut aunty" balas Hasley


"tapi aunty masihkah istri om kamu sayang, jangan karena rasa sayang kamu ke daddy malah menyakiti om Dion dan kamu kasihani aunty" Alvian memeluk Hasley untuk meredakan tangisnya "kamu lihat kan seberapa terlukanya aunty, dia menahannya sekuat tenaga, kasihan dia yang harus tetap kuat untuk adik kamu jadi tolong jangan tambah beban aunty lagi ya" pinta Alvian


"iya daddy" balas Hasley


Alvian mengurai pelukannya "lebih baik kita pulang sekarang" ajak Alvian segera melajukan mobilnya


Dion membawa Cindy untuk duduk di taman Rumah sakit sampai tangis Cindy mulai mereda "maafin mas ya" ucap Dion terus menerus sembari memeluk Cindy


"Cindy mohon mengertilah keadaanku mas, aku juga berusaha melupakannya dan memperbaiki pernikahan kita, tapi ini gak semudah membalikan telapak tangan" jelas Cindy


Dion terus menganggukkan kepalanya di ceruk leher Cindy "mas tahu itu, mas emang yang salah. Andai dulu mas gak abaikan kamu dan terus membuat kalian dekat mungkin itu semua gak akan terjadi " tukas Dion penuh rasa sesal


Cindy menguraikan pelukannya "ayo kita saling mengerti dan memahami ya mas" ajak Cindy

__ADS_1


Dion mengangguk "iya sayang" balas Dion


__ADS_2