Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 31


__ADS_3

Sesuai yang telah di sepakati bahwa kini, Damian dan Sia akan melangsungkan acara resepsi pernikahan mereka yang sempat tertunda hampir 5 bulan lamanya sebab kesibukan mereka masing-masing sebagai pebisnis muda dan seorang Dokter ahli Jantung yang tentu punya jam terbang tinggi


"selamat atas pernikahan kalian" ucap Qiana dan putera saat menyalami Damian dan juga Sia di kursi pelaminan


"Terima kasih sudah menyempatkan hadir ya kak Putera dan Qiana" balas Damian sangat berterima kasih karena kehadiran kerabat dekatnya itu


Qiana meraih tangan Sia dan menggenggamnya erat "jangan menunda kehamilan ya Sia, kasihan suami kamu nanti gak akan kuat gendong anak kalian nanti kalau kamu sampai menunda. Emang sih kamu masih muda dan gak masalah buat nunda sebab karir kamu yang lagi naik-naiknya tapi beda dengan suami kamukalau sampai ninda punya anak" Qiana mendekat ke arah telinga Sia "soalnya dia kan sudah tua" bisik Qiana masih bisa di dengar Damian dengan jelas


"aku gak setua itu ya Qiana, aku masih 36 tahun, tentu belum setua itu" ketus Damian tidak Terima di katai sudah tua oleh Qiana yang umurnya hanya berjarak satu tahun dengan Qiana


"oke, slow aja kali" kekeh Qiana melihat raut wajah Damian yang begitu kesal. akan candaannya


"sudah sana, masih banyak yang antri nih" usir Damian ketus


"iya sih" Qiana dan putera akhirnya pamit pergi sebab para tamu undangan sudah banyak yang antri untuk mengucapkan selamat pada Damian dan juga Sia


Qiana dan Putera berjalan ke arah orang tua mereka yang berkumpul di satu meja besar sebagai keluarga


"ayah, pah, mah, bun" Qiana mencium pipi kedua orang tuanya serta pasangan mereka masing-masing


Qiana sungguh bahagia, keluarga nya bisa berkumpul seperti ini. Walaupun orang tua kandungnya memilih berpisah dan bersama orang lain tapi kasih sayang yang ia Terima tidak berkurang sedikitpun malah makin bertambah banyak sebab papa bachtiar menyayanginya seperti anaknya sendiri begitupun Bunda Laras yang begitu menyayanginya apalagi di keluarga ayahnya hanya dialah anak perempuan satu-satunya dan itu membuat Bunda Laras tidak bisa terlalu jauh dari Qiana sebagai anak perempuannya


menantu Bunda Laras semuanya memang baik dan bisa berbaur dengannya tapi kedua menantunya memilih tetap bekerja, berbeda dengan Qiana yang memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga saja jadi Bunda Laras bisa meminta Qiana untuk datang menemaninya jika kesepian membuatnya makin dekat dengan Qiana berbeda dengan mama Sheryl yang masih memiliki Prisa sebagai anak perempuan, adalagi juga mama kaila yang jadi anak sambungnya dimana usia mereka menjadikan mereka layaknya sahabat baik bukan ibu sambung dengan anak sambungnya


"pah boleh gak Qiana minjem vila yang di Sumatera itu" tanya Qiana


Papa bachtiar mengerutkan keningnya "boleh saja sih tapi buat apa kamu minjem villa yang di Sumatera, jauh amat disni juga banyak atau di Bandung misalnya" balas papa bachtiar merasa Villa di Sumatera jaraknya terlalu jauh

__ADS_1


"kalau di bandung, Qiana juga punya kali pah, Qiana tuh pengen jalan-jalan aja ke sana nyari suasana yang beda saja sih" balas Qiana


"terus kamu sama siapa ke sananya, jangan sendiri loh Qiana" sahut Bunda Laras


"enggak sendiri lah bun, sama kak Putera juga tapi nunggu dia gak terlalu sibuk di kantor sih ke sananya, mungkin bukan depan kayanya " balas Qiana


"kamu aneh banget sih Qiana, pergi ke Sumatera padahal ke sana aja gak pernah, Udah kaya orang ngidam saja kelakuannya aneh gitu" ujar Mama Sheryl merasa. keinginan anaknya terasa aneh


"hehehehe" Qiana menggaruk tengkuknya yang tak gatal "emang bawaan ngidam sih mah" kekeh Qiana


"apa! " serempak kedua pasangan paruh baya itu terkejut akan ucapan Qiana yang mengatakan sedang ngidam yang itu artinya Qiana sedang hamil


"kamu hamil lagi" Mama Sheryl begitu terkejut anaknya sedang hamil lagi


"kamu ngeyel sih sama Bunda, kemarin kan Bunda sudah bilang buat pakai KB, ini kamu gak percaya sama Bunda jadi kebobolan kan" sahut Bunda Kayla tak menyangka Qiana akan hamil lagi padahal anak kedua mereka barulah berusia 8 bulan dan masih minum ASI


"tapi nanti kasihan adiknya ghaly dong, harus stop ASI gara-gara Qiana hamil lagi" sahut Mama Sheryl merasa kehamilan Qiana terlalu cepat


"ya gak papa lah, mumpung Qiana masih muda nanti kalau kaya mamah waktu hamil Prisa itu ngeri mah" Papa bachtiar bergidik ngeri setiap mengingat cerita kehamilan istrinya saat mengandung Prisa putri bungsunya


"maaf ya mah, gara-gara putera gak bisa ngontrol diri, Qiana hamil lagi deh" Putera merasa bersalah akan kehamilan Qiana yang tidak ia duga sama sekali kali ini


"anak itu rezeki, jadi patut di syukuri kalau sudah kejadian ya sudah kita syukuri aja " Papa bachtiar ingin menyudahi keributan kecil antara kedua ibu Qiana sebab anak adalah sesuatu yang patut untuk di syukuri jadi tidak masalah jika Qiana hamil lagi toh Qiana dan putera terbilang mampu untuk mengurus buah hati mereka


"iya sih pah, benar apa yang papa omongin" mama Sheryl menoleh ke arah Qiana "selamat ya sayang, kalau nanti kamu kerepotan bilang sama mama atau Bunda, kami pasti akan bantu kamu nantinya" ucap Mama Sheryl dengan tulus


"iya sayang, Bunda juga pasti bantu kamu urus anak-anak kamu kalau kamu kerepotan" sahut Bunda Laras

__ADS_1


"Terima kasih ya semuanya, Qiana bahagia banget punya orang tua seperti papah, mamah, ayah dan bunda" Qiana memeluk ke empat orang tuanya yang duduk berdampingan dari arah belakang


"kami juga bahagia punya Puteri secantik dan sebaik kamu" ucap papa bachtiar mewakili


Happy Ending


untuk cerita Menikah karena perjodohan, Nerissa cukupkan yang bonus ceritanya, Semoga semua pembaca menyukainya


untuk kedua adik Putera dari papa Hans dan Mama Kinan belum Nerissa ceritain karena nanti Nerissa akan buat ceritanya tersendiri yang pasti akan Nerissa buat lebih menarik lagi dari ini


tapi cerita itu akan mulai Nerissa up setelah Novel "You Are My Regret" selesai ya teman-teman


Nerissa lagi kebingungan sendiri mau akhir ceritanya yang gimana buat novel You Are my Regret...


pengen akhirnya agak sedih tapi takut di hujat, tapi entah kenapa pengen di Novel "You Are My Regret" itu endingnya sedih


kebawa faktor pengalaman hidup sih bikin ceritanya😂


walaupun agak di belok-belokin ceritanya tapi itu benar-benar dapat inspirasi dari pengalaman hidup sendiri sih, walau aslinya sebenarnya gak sedramatis itu🤭


Malah curhat nih😌


Tapi boleh nih kasih masukan ke Nerissa kira-kira mau ngikutin isi hati Nerissa yang pengen Sad Ending, apa Happy Ending atau malah mending gantung aja


kalau gantung kan sesuai sama hidup penulisnya yang gantung gak jelas😂


(mohon di maafkan jika ada salah kata dalam penulisan, tulisan Nerissa hanya berniat menghibur sekaligus ajang Nerissa bercerita, soalnya Nerissa orang yang susah bergaul jadi gak punya banyak temen dan lebih banyak menghabiskan waktu buat menulis🙏🙏🙏)

__ADS_1


__ADS_2