Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Ada-ada saja (season 2)


__ADS_3

Qiana mengernyitkan dahinya "saudara" gumam qiana "saudara yang itu" qiana ingat bahwa tiara pernah cerita tentang saudara tiara yang baru papahnya bawa pulang saat mereka masih SMA dan menyebabkan mama dan papanya bercerai


Roland mengangguk "iya yang itu, tapi aku ragu mau cerita apa enggak" roland duduk di kursi kantin di ikuti qiana yang duduk di hadapan roland


"cerita aja kali roland, kita sahabatan sudah lama kali, dari kita SD dan orang tuaku juga kenal dengan orang tua tiara, so no problem, right" balas qiana


"oke deh" roland menghela nafas panjang "adik tiri tiara, siapa itu namanya, ah ajeng" ucap roland seolah yang sempat lupa dengan nama anak papa kekasihnya


"kamu tahu kan kalau kakek dan nenek tiara dari pihak papanya tiara melimpahkan semua harta mereka untuk tiara sebelum mereka meninggal dan istri barunya om marco gak terima kayanya, terus dia melabrak tiara untuk menyerahkan sebagian harta itu untuk ajeng karena ajeng anak om marco juga" ucap roland


"terus tiara gimana" tanya qiana jadi ingin tahu akan reaksi sahabatnya yang satu itu


"di piting lah sama tiara saat wanita itu datang, kamu tahu sendiri seberapa keras tiara. aku saja gak berani ini malah wanita so kecantikan itu nantangin tiara yang jelas-jelas benci sama dia karena buat mama dan papanya cerai" balas roland


"terus tiara kasih tahu om marco gak kalau wanita itu datang" tanya qiana


"enggak, dia mah langsung kasih tahu kakeknya" roland menatap qiana sambil terkekeh "kamu tahu sendiri seberapa di sayangnya tiara sama kakeknya" balas roland


"mampus tuh pelakor, gak tahu aja keluarga tante anisa jauh lebih di atas om marco " qiana tentu tahu bahwa keluarga mama kandung tiara jauh lebih di atas keluarga om marco karena qiana mengenal baik keluarga tiara sedari kecil


"kekasihku itu gak mudah di tindas, cuma kadang-kadang aku suka kesal karena ajeng ajeng itu suka datang ke apartemen tiara sok-sok deketin tiara tapi di belakangnya suka keganjenan sama aku" roland jadi kesal sendiri dengan wanita remaja yang suka mengganggu waktunya bersama sang kekekasih


"dia cantik" tanya qiana mengedipkan matanya


"apaan sih qiana, ngapain juga nanyain apa dia cantik" kesal roland


"kali aja kamu tertarik" kekeh qiana


"ih, ogah amat sama wanita kegatelan kaya gitu. masih umur segitu aja sudah keganjenan gimana nanti kalau sudah gede. Aku aja yang sudah pacaran sama tiara sudah setahun lebih gak penah lebih dari pegangan tangan atau cium kening, ini yang belum jadi apa-apa sudah nempel-nempel terus" rolang bergidik ngeri "jijik kan rasanya " balas roland


"hati-hati roland, jangan sampai kaya ayahku dulu yang sempat di rayu sama adik tiri bunda dan bikin bunda ngamuk lama" ucap qiana memperingatkan sahabatnya pelakor kadang sulit di atasi


"makanya aku kemarin minta sama pihak apartemen untuk nandai pelakor sama anaknya itu biar gak bisa masuk area apartemen" balas  roland

__ADS_1


"emang asyik ya jadi anak pemilik gedung apartemen jadi bisa minta dengan gampang ke pengurus apartemen" ledek qiana


"iya dong" roland membanggakan dirinya yang jadi anak dari pemilik gedung apartemen yang di tinggali sang kekasih "kamu juga akan pindah ke sana bukan, sekalian kita bisa sering-sering kumpul" ucap roland


"iya minggu depan aku sama kak putera pindah ke sana " balas qiana


roland mengernyitkan dahinya "kamu mau tinggal sama kak putera" tanya roland


"plak" roland langsung di hadiahi pukulan dengan buku catatan yang di bawa qiana "aku sama kak putera kan punya apartemen sendiri-sendiri jadi gak ada istilahnya kita tinggal satu apartemen" balas qiana


roland mengusap kepalanya "ya maaf qiana, aku kan gak tahu" roland mencebikkan bibirnya "coba sama papi dan mami di bolehin tinggal di sana ya" roalnd sebenarnya ingin tinggal di sana tapi langsung di tentang oleh kedua orang tua roland


"iya lah gak di bolehin, yang ada tiara langsung belendung sama kamu"  sahut qiana


roland membelalakan matanya lebar "gila kamu qiana, sepicik itu kamu mikir tentang aku ya" kesal roland


"hahahaha" qiana tertawa keras melihat raut wajah roland sorry roland, bercanda kok" kekeh qiana


qiana kembali tertawa "sabar aja roalnd, kalau emang ebanr gak sabar nikahin saja tiara, kalian kan dari keluarga kaya jadi gak pusing-pusing amat lah kalau kuliah saat sudah nikah" ucap qiana


"nanti aja lah, kita masih nikmatin waktu pacaran, toh aku sama tiara belum tahu bawa hubungan kita sampai ek jenjang pernikahan atau tidak" balas roland


roland melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 12.30 "yuk masuk kelas, nanti dosen killer kita ngamuk dia. Dia maunya kita on time tapi dianya malah suka pulang duluan" ajak roland


"ya sudah ayok" qiana dan roland berjalan masuk ke kelas mereka untuk belajar bersama


***


qiana duduk di bangku taman dekat gedung kampusnya "qiana" panggil roland


qiana menoleh ke arah roland "mau nunggu apa mau aku anter aja" tawar roland


qiana menggelengkan kepalanya "enggak lah, tiara kan lagi nunggu kamu palingan pak anto juga bentar lagi sampai" balas qiana

__ADS_1


"ya sudah, aku duluan ya" roland segera melajukan mobilnya meninggalkan pelataran kampus karena dia sudah ad janji dengan tiara


qiana melirik ke arah ponselnya yang sudah ada pesan dari putera "sudah samapi rumah sweetheart" tanya putera


"belum, lagi nunggu pak anto" balas qiana


baru beberapa menit qiana membalas, putera langsung menghubungi qiana "kamu belum di jemput" tanya putera terdengar begitu cemas


"belum kak" balas qiana dengan santainya


"pak anto gimana sih, ini sudah jam berapa coba" kesal putera


"mungkin tadi jemput vansh sekolah dulu, vansh kan pulangnya jam 1, kalau dari sekolah vansh ke rumah terus ke sini kan butuh waktu lama kak" balas qiana


"atau kakak jemput saja" tanya putera


"enggak usah kak, qiana tunggu saja, di kampus kan masih banyak orang, ini baru jam 2,18 menit" qiana melirik ke arah jam tangannya saat menjawab pukul berapa sekarang


"ya sudah, pokoknya nanti kalau pak anto sudah datang, kabari kakak ya, kalau pak anto kelamaan mending kakak pergi dari rapat ini" balas putera


"jangan jadikan qiana alasan ke kakek Bimo ya kak" qiana mencebikkan bibirnya tahu bahwa putera sebenarnya ingin pergi dari kantor


"pacarku emang tahu banget sih" kekeh putera


"sudah ah kak, kerja aja yang bener biar bisa nabung buat nikahin aku" canda qiana


putera langsung tersenyum lebar mendengar hal itu dari bibir qiana "kamu mau nikah sama kakak" tanya putera  begitu semangat


"gak tahu juga, lihat nanti ah" qiana langsung mematikan ponselnya saat sadar salah ucap


qiana memukul kepalanya berkali-kali "ngomong apaan coba kamu qiana" gumam qiana merutuki kebodohannya "main asal ngomong nabung buat nikah aja" kesal qiana pada dirinya sendiri


"kamu mau nikah sama siapa" suara keras seseorang menginterupsi kegalauan qiana yang sedang merutukki bibirnya sendiri

__ADS_1


__ADS_2