Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Setuju Menikah


__ADS_3

***


Om bachtiar menatap nyalang om arkana sahabatnya “jangan mengada-ada arkana! Jangan bikin aku tambah kesal” teriak  om bachtiar menggelegar ke penjuru ruangan


Om arkana langsung berlutut di hadapan om bachtiar membuat om bachtiar sedikit mudur ke belakang menghindari om arkana yang terlalu dekat dengannya  “maafkan aku yang tidak bisa mendidik anakku dengan baik sampai berbuat kurang ajar pada putrimu” om arkana tentu menyesal jika anaknya lah yang berbuat kurang ajar pada anak sahabatnya


“aku bukan hamil dengan anaknya om arkana, tapi dengan brian , anak dari om bimo jadi kenapa om bilang kalau


ini cucu om” Tanya kayla yang sedikit bingung dengan om arkana yang bilang anaknya adalah cucu sahabat ayahnya


tentu kayla tak ingin hanya karena melindunginya, om arkana sampai menciptakan kebohongan yang nantinya akan berakhir burul


om arkana menoleh ke arah kayla yang terlihat bingung itu “brian anak kandungku jadi otomatis anak kamu dan brian adalah cucuku” balas om arkana


Sumpah demi apapun semua yang ada di sana jadi terkejut dengan kenyataan yang di sampaikan oleh om arkana kalau brian adalah anak kandung om arkana yang itu artinya Sheryl dan brian adalah saudara sepupu


Romi menatap om arkana dalam diam. romi memang tak menuntut apapun saat dirinya di angkat sebagai anak oleh om arkana tapi tetap saja rasanya sakit dan sedikit sesak saat mengetahui anak kandung orang tua angkatnya adalah orang yang dia benci


“kau gila!” umpat om bachtiar meraup mukanya dengan kasar


om bachtiar menunjuk om arkana dengan wajah penuh amarah "bagaimana bisa, anak itu jadi anak kamu dalam sekejap mata" kesal om bachtiar


berkali-kali om bachtiar mengeluarkan sumpah serapah karena sahabatnya itu. mungkin kalau anak orang lain dengan mudahnya om bachtiar menembak mati pria itu tapi ini anak sahabatnya, bagaimana mungkin dia bisa melukai anak sahabatnya


Om arkana mendongak dan tersenyum miring pada om bachtiar “aku memang gila karena bisa punya anak yang tidak aku ketahui sama sekali selama 28 tahun tapi bukankah kau lebih gila dariku” ungkap om arkana dengan perkataan ambigu


Om bachtiar tentu tahu betul maksud om arkana saat melihat tatapan matanya, karena sahabatnya itu lah yang tahu rasa yang tersimpan rapat oleh om bachtiar selama ini “jangan samakan kegilaanmu dengan kegilaanku” sahut om bachtiar tak terima dirinya di samakan dengan kegilaan om arkana yang bisa sampai tidak tahu memiliki anak selama 28 tahun

__ADS_1


“ya, menaruh hati selama 15 tahun memang berbeda denganku” sahut om arkana yang tahu betul kelemahan sahabatnya itu


Kali ini om bactiar kalah telak dari om arkana yang tahu betul kelemahannya “apa yang kau mau” Tanya om bachtiar menyerah pada om arkana


Om arkana beranjak dari duduknya “nikahkan anak kita dan kita jadi besan” balas om arkana menyampaikan keinginannya


“baiklah” balas om bachtiar pasrah akan keadaan yang menekannya


“aku gak mau nikah sama dia yah” sahut kayla tak terima dengan keputusan ayahnya


om arkana menatap tajam kayla yang akan jadi menantunya itu “sekarang jangan ngeyel deh kay,  mungkin kamu merasa bisa ngurus anak kamu sendiri tapi harusnya kamu tahu dan mungkin paling tahu kalau hidup


tanpa orang tua lengkap adalah hal yang menyakitkan karena kau merasakannya” om arkana menunjuk om bachtiar “kau lihat dia yang jadi orang tua tunggal tanpa menikah, kau selalu di cemooh dan di ledek oleh teman-temanmu. Kamu mau anak kamu ngalamin itu” Tanya om arkana menghadapkan kayla akan kenyataan yang akan di alaminya jika dia tetap kekeh tidak mau menikah dengan brian


Kayla menggelengkan kepalanya  “engga om” kayla tentu tidak mau anaknya nanti bernasib sama dengannya yang selalu di hina teman-temannya karena tidak memiliki ibu


“ya sudah nikah” putus om arkana


"bagus, om suka jawaban kamu" balas om arkana senang karena tujuannya datang berhasil dengan baik


Kayla menatap ayahnya “tapi aku tetap gak mau nikah di rumah ayah  “ ucap kayla dengan tegas


“itu mah gampang, ini kan rumah Sheryl yang artinya rumah sepupu calon suami kamu jadi nikah saja di sini, Sheryl gak akan banyak protes untuk itu”sahut om arkana dengan senangnya


Om bachtiar menatap tak percaya pada om arkana “kok bisa kamu punya anak dengan istri bimo” Tanya om  bachtiar yang tentu mengenal ayah bimo karena lingkup kerja mereka hampirlah sama


Om arkana mengedikkan bahunya “entahlah, yang penting sekarang membalas waktuku yang hilang saat tidak tahu tentangnya” balas om arkana dengan santai

__ADS_1


Om arkana melirik ke arah romi “daddy harap kamu gak menaruh benci lagi pada brian, dia anak kandung daddy dan kamu adalah anak yang daddy besarkan sejak kecil jadi om harap kalian hidup dengan


rukun” pinta om arkana


Romi mengangguk “iya daddy” romi memang mengiyakan tapi sungguh hatinya masih tidak terima dengan kenyataan bahwa orang yang ia benci adalah anak dari orang yang mengasuhnya sejak kecil


***


om arkana kini duduk bertatapan dengan dua pria beda usia itu dengan wajah lega akan masalah yang sudah teratasi


"apa kau memaafkan saya" tanya om arkana pada pria muda yang ada di hadapannya


pria muda itu menghela nafas "di sini tidak ada yang salah jadi tidak ada yang perlu di maafkan" balas pria muda itu yang tak lain adalah Brian


om arkana tentu tersenyum girang "jadi kamu menggap daddy sebagai orang tua kandung kamu" tanya om arkana penuh harap


"tidak mau menganggappun anda tetap ayah kandung saya karena darah anda mengalir di darah saya" balas brian


"apa bisa memanggil saya daddy" tanya om arkana


"saya memang tidak marah pada anda dan menerima kenyataan bahwa anda ayah kandung saya tapi tetap saja ini terlalu mendadak" brian menghela nafas "selama dua puluh delapan tahun hidup saya, yang saya tahu sebagai ayah kandung saya adalah pria di samping saya, jadi tolong mnegerti saya" balas brian


om arkana tersenyum tipis "saya mengerti, dan maaf jika saya terkesan memaksa" ungkap om arkana penuh rasa sesal


"walaupun saya tidak bia memanggil anda daddy, setidaknya sekarang saya tahu, dan saya akan berusaha bersikap lebih baik baik pada anda karena anda orang tua saya" ucap brian


"terima kasih arkan sudah membantuku untuk meminta bachtiar menerima brian" ungkap ayah bimo

__ADS_1


"tidak bim, jangan berterima kasih padaku" om arkana menatap lurus ayah bimo "harusnya aku yang berterima kasih padamu, terima kasih sudah jadi ayah untuk brian selama ini, padahal kamu tahu sejak awal dia bukan anakmu" balas om arkana


om bimo hanya tersenyum tipis tanpa berkata apapun


__ADS_2