Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Lingkungan baru (season 2)


__ADS_3

qiana tengah bersiap di depan cermin, sambil melihat penampilannya, qiana memakai celana panjang dan kaos panjang oversize dan memakai tas ransel, sedangkan rambutnya di cepol asal "sudah beres" qiana turun ke lantai bawah menghampiri ayah dan bundanya serta kedua adiknya yang sudah bersiap di ruang makan untuk sarapan bersama "pagi bunda" qiana mengecup pipi bunda kayla "pagi ayah" lalu ayahnya


"kamu kok lebih seneng pakai itu sih qiana, bunda kan sudah beliin baju modis buat kamu kuliah" bunda laras tentu tak suka dengan penampilan qiana yang malah menutupi kecantikannya


"mama juga beliin banyak pakaian seperti bunda tapi gak qiana pakai" balas qiana


"kenapa" tanya ayah mario penasaran


qiana melirik ke arah kedua adiknya "qiana malas kalau saat ada yang tertarik sama qiana lagi, qiana di cecer sama anak-anak ayah dan bunda" balas qiana


"gak kita doang kali kak, tapi semuanya " balas edzard yang tak terima hanya namanya dan nazhief saja yang di sebut


"sama saja lah" balas qiana


"maksud mereka baik qiana, mereka hanya ingin menjaga kamu" ucap ayah mario


"tapi lucu aja yah, dia juga kaya gitu sama mas dion padahal mas dion baik loh, dia juga sudah mencoba dekat sama ayah dan bunda kan" qiana melirik kedua orang tuanya "dan bahkan mama dan papa juga" tambah qiana


"emang kamu sudah mau nikah sama dia" tanya bunda laras


"belum sih" balas qiana


"ya sudah, biarin saja saudaramu begitu jadi kamu nanti kan gak kebingungan nolak untuk menikah dengan Dion" balas mario


qiana melirik ke arah ayahnya "emang ayah gak setuju jika mas dion nanti jadi menantu ayah" tanya qiana


"bukannya gak setujua sayang tapi ayah masih pengen sama anak perempuan ayah jadi nikahnya nanti saja, kan kamu bilang sendiri gak mau pacaran dan langsung nikah saja" jelas ayah mario


"iya sih" balas qiana


"pagi om dan tante" sapa putera mencium punggung tangan ayah mario dan bunda laras


putera menoleh ke arah qiana "sudah sarapannya" tanya putera


"bentar lagi kak" balas qiana


"ya sudah selesaikan dulu sarapannya " putera duduk di samping si bungsu nazhief


"mau ikut sarapan putera" tanya ayah mario


"enggak om, sudah makan tadi di rumah" balas putera

__ADS_1


"oh ya putera, om dengar kamu akan terjun bantu kakek kamu di perusahaannya" tanya mario


"iya sih om, tapi karena putera masih kuliah, apalagi baru semester lima, jadi putera hanya ke kantor di akhir pekan saja untuk mulai belajar" balas putera


"kamu pasti bisa putera, ayah dan mamamu kan pengusahan sukses jadi pasti itu turun padamu" ucap ayah mario


"iya om, semoga saja" balas putera


"yuk kak, aku sudah selesai sarapannya" ajak qiana


"ayah, bunda, aku berangkat ke kampus dulu ya" pamit qiana pada ayah mario dan bunda laras


"iya sayang, belajar yang rajin ya" balas bunda laras


qiana dan putera akhirnya berangkat ke kampus bersama seperti biasanya "qiana, nanti kamu selesai kuliah jam berapa" tanya putera


"sore mungkin kak, hari ini agak penuh soalnya" balas qiana


"nanti kakak kan ada jam pagi, siangnya mau ke kantor kakek, jadi nanti kabari kakak kalau kamu sudah selesai kuliahnya" ucap putera


"kakak gak usah repot-repot jemput qiana kak, kakak kan sedang sibuk nanti biar qiana minta pak anto atau pak johan untuk jemput qiana" balas qiana


"kakak itu berlebihan tahu gak, aku tuh sudah 17 tahun dan bentar lagi aku akan 18 tahun jadi gak masalah lah kalau dekat dengan cowok" sahut qiana


"sudah kakak bilang, kakak gak mau kamu menikah muda" balas putera


"kakak tuh sudah kaya pacar lagi cemburu tahu gak, bukannya kakak yang lagi khawatirin adiknya" qiana mencebikkan bibirnya kesal karena putera terlalu menjaganya untuk tidak dekat dengan Dion yang jelas tertarik dengan qiana


putera nampak berpikir "masa iya sih aku cemburu" batin putera


***


qiana baru menyelesaikan kelasnya  siangnya dan ingin makan di kantin "qiana" panggil roland yang kebetlan satu kampus dengan qiana dan juga satu jurusan dengannya sekaligus teman sekelas


"aku mau nyusul tiara ke kampusnya, kamu gak papa kan makan siang sendiri" tanya roland


"gak masalah, temenin saja tuh pacar kesayangan kamu" ledek qiana


semenjak mereka lulus sekolah roland dan tiara memang menjalin hubungan kekasih, sedangkan cindy melanjutkan study nya di luar negeri atas permintaan kedua orang tuanya


"oke, nanti kabarin aku kalau dosennya masuk ya, takut kesiangan" pinta roland

__ADS_1


'gampang itu" balas qiana


qiana berjalan ke arah kantin untuk makan siang "greb" tiba-tiba ada yang menarik tangan qiana


qiana menoleh ke arah tangan yang menggenggam tangannya  "mas Dion" qiana tersenyum senang melihat keberadaan Dion


"di kabarin kamu kalau kakak kamu sedang ke kantor jadi pengen makan siang sama kamu" ucap Dion


"emang mas gak ngajar hari ini" tanya qiana


"ngajar, tapi tadi cuma sampai jam 10 jadi bisa datang ketemu sama kamu di jam makan siang" balas Dion


"berarti mas belum makan siang" tanya qiana


"belum, makan di restoran dekat sini saja ya" ajak Dion


"boleh" qiana dan Dion memilih untuk makan di restoran dekat kampus


Dion bukannya gengsi untuk makan di kampus, tapi kampuas qiana adalah kampus putera juga jadi jika ada yang melihat qiana sedang makan dengan pria tentu akan ada yang melaporkan pada putra


Dion memilih ruang private untuk makan siangnya di salah satu restoran dekat kampus Qiana "kok kita makan di sini sih mas, pasti mahal loh mas nanti uang gajian mas di sekolah abis buat makan siang doang" ucap qiana


Dion merasa begitu di perhatikan oleh wanita pujaan hatinya "gak akan habis kok, mas masih punya uang lain dari gaji sekolah" balas Dion


"emang uang dari mana" tanya qiana yang tiba-tiba ingin tahu


"mas kan masih punya perusahaan, jadi ada uang hasil keuntungan perusahaan yang masuk kantong mas" balas Dion dengan jujur


qiana mengerutkan keningnya karena baru kali ini mendengar Dion memiliki perusahaan "kenapa gak milih urus perusahaan aja dan malah milih jadi guru" tanya qiana


"karena kamu" balas Dion


"haaaa" qiana menunjuk dirinya "kok karena aku sih mas" tanya qiana


"dulu pertama kali melihat kamu itu saat kamu ke kantor kakek kamu" ucap Dion


qiana nampak mengingat kapan ia ke kantor kakeknya "bukannya itu saat aku baru masuk SMA ya mas" tanya qiana


"iya" balas Dion


"ih mas pedofil, suka anak kecil" cibir qiana

__ADS_1


__ADS_2