
Sia memandangi wajah Damian yang nampak diam sepanjang jalan dengan tatapan heran, apa ada hal yang terlewatkan dan ia tidak tahu dari pribadi pria di hadapannya "bisa kita bicara dulu mas" tanya Sia yang tak ingin pikirannya akan menjadi ganjalan dalam mengambil keputusan yang sempat ia akan ambil kemarin malam
"ada apa sayang" tanya Damian
"kita bicara dulu mas, Sia gak mau berprasangka buruk jadi kita harus bicara sekarang" balas Sia
Damian menepikan mobilnya di jalanan besar yang tidak terlalu ramai kendaraan jadi saat ada yang melihat ia menepi tidak akan ada masalah
Damian melepas sabuk pengamannya dan menoleh ke arah Sia "ada apa sayang" tanya Damian
" apa ada yang terlewatkan oleh Sia tentang mas Damian dan Mas Andreas" tanya Sia
Damian mengerutkan keningnya "memang gak bisa di tutupin kayanya" batin Damian
Damian menarik nafas dalam "kamu mungkin kenal dengan Kamelia" ucap Damian
Sia mengerutkan keningnya "Kamelia mantan istri mas Andreas " Sia memastikan apakah kamelia yang di maksud Damian adalah orang yang sama
"iya sayang, dia" balas Damian
"apa hubungannya dengan Wanita itu" tanya Sia
"Dulu di kekasihku sebelum menikah dengan Andreas, kami sangat dekat dulu bahkan aku sempat ingin menikahinya saat aku masih kuliah dulu" Damian tersenyum miris setiap mengingat wanita itu "tapi ternyata dia tidak mau menikah dengan ku dan hanya ingin jadi kekasihku saja" ucap Damian mulai menceritakan masa lalunya
Sia tentu tahu cerita tentang Kamelia, dan kenapa sampai Andreas dan Kamelia bercerai padahal mereka menikah belum ada satu tahun dan ia di paksa menikah dengan Andreas setelah Andreas resmi bercerai dari Kamelia
"kenapa wanita itu lebih memilih mas Andreas, setahuku mas Damian jauh lebih kaya dari mas Andreas" Sia tentu di ceritakan perihal watak Kamelia yang sangat menyukai uang, untuk itu dulu Amra dengan keras menentang pernikahan Kamelia dan Andreas sebab Kamelia orang yang gila harta
"itu karena mas tetap kekeh kuliah kedokteran dan tak mau pindah kuliah sesuai dengan bidang perusahaan keluarga besar kita" balas Damian
Sia mengerutkan keningnya "hanya karena itu" heran Sia
Damian mengedikan bahunya "entahlah, mungkin lebih ke aku yang jarang memberinya barang tidak seperti Andreas yang sangat loyal, sedangkan aku tidak pernah memberikan apapun secara uang jajan aku kan di batasi sama mamah katanya takut buat di pakai untuk ngajakin wanita ke hotel, dari dulu kan pacar mas kan banyak" kekeh Damian
__ADS_1
"dasar playboy" umpat Sia
"itu kan dulu sayang, beda dong. sama sekarang pokoknya semua cinta mas sudah mentok di kamu gak bisa di bagi ke yang lain lagi" ungkap Damian
"gombal" sinis Sia
"beneran loh sayang" protes Damian
"jadi itu sebabnya mas ketemu dia kaya orang asing, gak Terima gitu di tikung dulu" ledek Sia
"ih buat apa mas berlarut-larut mikirin cewek model Kamelia, ogah amat. Andreas aja yang berlebihan menanggapi aku setiap ketemu katanya aku sudah ngambil perawannya Kamelia tapi demi Tuhan saat aku nyentuh Kamelia dulu, dia saja sudah gak perawan tapi Andreas bilang aku bohong dan penjahat wanita" jelas Damian
Sia membulatkan matanya lebar "mas pernah berhubungan sampai sejauh itu sama Kamelia Kamelia itu, jangan-jangan semua wanita mas kasih bibit dan anak mas bertebaran di mana-mana" Sia bergidik ngeri akan hal itu
"Sia gak mau ya mas kalau kita nikah nanti ada yang datang dan ngaku jadi anak mas" amit-amit jika sampai ada kejadian seperti itu nanti, membayangkannya saja sudah begitu mengerikan bagi Sia
"tunggu dulu" Damian mulai mencerna ucapan Sia "kamu setuju nikah sama mas " tanya Damian dengan binar bahagia
"awalnya ia, dan sebenarnya tujuan Sia ajakin mas Damian ketemu buat bahas itu tapi setelah dengar mas Damian suka main asal celup, Sia jadi berubah pikiran, Sia gak mau nanti ada yang tiba-tiba datang ngaku sebagai anak mas Damian" balas Sia yang merasa harus mengubah keputusannya
"beneran" tanya Sia memastikan
"sumpah deh" balas Damian
"kalau bohong, nanti itu nya Sia potong sampai habis ya" ancam Sia menunjuk benda keramat di antara paha Damian
Damian memegang barang miliknya "jangan dong, nikah saja belum masa sudah di babat habis" balas Damian
"ya makanya jangan macam-macam" sinis Sia
Damian terkekeh melihat reaksi Sia "asyik di cemburuin" ledek Damian mengedipkan matanya ke arah Sia
"apaan" Sia jadi gugup sendiri karena ketahuan sedang cemburu "gak ada ya cemburu" sahut Sia tak mau mengakui ia sedang cemburu
__ADS_1
"jangan khawatir sayang, gak akan ada yang tiba-tiba datang ngaku punya anak dari mas kalau ada paling itu bohongan" Damian menggenggam tangan Sia " mams mungkin nakal dan pemain hati wanita dulu tapi mas gak sebejat itu sampai main asal masuk lubang sembarangan" jelas Damian
"iya deh Sia percaya" balas Sia
"soal menikahnya jadi kan" tanya Damian dengan semangat
"entar Sia pikirin lagi deh" balas Sia
"gak bisa, pokoknya gak boleh berubah pikiran" Damian kembali memakai sabuk pengamannya dan melakukan mobilnya
"kita bicara sama mama dan ayah buat ngelamar kamu ke kampung" putus Damian ingin segera pulang ke rumah untuk menyampaikan pada orangtuanya bahwa Sia sudah setuju untuk menikah dengannya
"tapi mas" sela Sia
"iya sayang, ada apa" tanya Damian
"gak papa kok mas, gak jadi nanti di bahas di rumah saja" balas Sia dengan senyum tipisnya
Damian memegang dadanya kuat "jangan terus senyum sayang hati mas nanti makin meleleh saling gak kuatnya lihat senyummu itu" goda Damian
"apaan sih mas" muka Sia sudah memerah saking malunya di gombali si playboy cap buaya kurap yang sudah pensiun itu
***
"lama amat! " teriak Damian prustasi setelah bicara bersama orang tuanya perihal Sia yang setuju menikah dengannya
"ya gimana dong, waktunya yang gak cocok Damian, lusa ayah harus ke Jerman dan itu seminggu, satu minggu ke depannya kamu gak bisa pergi karena jadwal operasi kamu, minggu berikutnya Sia harus ke Bandung buat meninjau proyek, ya sudah sekalian 2 bulan berikutnya saja karena Sia di Bandung sampai satu bulan" jelas Ayah Brian
"gak bisa gitu dong yah" protes Damian
"sabar Damian, setahun saja kuat nunggunya masa dua bulan gak kuat" ucap mama kaila
"gak kuat mah" rengek Damian membuat mama kaila dan ayah Brian puas tertawa
__ADS_1
"sabar mas" Sia mengusap punggung Damian dengan sayang