
"Kami pulang ya" pamit tiara memeluk Cindy di ikuti Qiana dan juga Roland yang ikut berpamitan dengan Cindy
"sehat-sehat ya Cin" ucap Qiana
"iya Cindy, nanti saat kamu pulang kami akan datang ke rumahmu lagi" timpal Tiara
"iya, nanti saat aku sudah di perbolehkan pulang aku akan mengabari kalian" balas Cindy
Tiara, Qiana dan Roland berjalan ke luar ruangan "mau ikut kami atau di jemput " tanya Tiara
"di jemput kalian duluan saja" balas Qiana
"oke" Roland dan tiara berjalan lebih dulu karena ingin segera mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah lelah seharian bekerja di kantor
Qiana berjalan menyusuri lorong sambil mengetikan pesan pada sopir di keluarga mamanya untuk datang menjemputnya di Rumah Sakit "gak nyangka Cindy jadi istrinya mas Dion sudah lama dan berniat akan berpisah" gumam Qiana menyayangkan pernikahan sahabatnya yang harus kandas di saat usia Cindy yang masih sangatlah muda
Qiana memicingkan matanya ke arah seseorang yang cukup ia kenali "mas Dion" panggil Qiana saat berpapasan dengan Dion yang sedang menunduk
Dion mendongakan kepalanya "Qiana" Dion begitu terkejut dengan kehadiran Qiana di rumah sakit
"bisa kita bicara mas" tanya Qiana
Dion mengangguk lemah "bisa " balas Dion
Qiana dan Dion berjalan ke arah taman Rumah sakit untuk berbincang di sana "aku sudah tahu kalau mas sudah menikah dengan Cindy selama tiga tahun" ucap Qiana
Dion menghela nafas panjang "iya kami sudah menikah selama itu" Dion kini akan mengakuinya saja pada Qiana toh tidak mungkin di tutupi lagi
__ADS_1
"kalau mas sudah menikahi Cindy kenapa mas masih mengejarku" cecar Qiana tak mengerti jalan pikiran Dion
"karena aku mencintai kamu, berapa kali aku bilang sama kamu kalau mas itu cinta sama kamu Qiana " jelas Dion
"kalau mas mau tetep kekeh ngejar aku harusnya mas gak nikahin Cindy dong, itu namanya menyakiti perasaan orang lain" tukas Qiana merasa tak seharusnya Dion melibatkan Cindy dalam pernikahan tak jelas
"waktu itu ada kejadian yang mengharuskan aku menikahinya" ungkap Dion tak ingin menjelaskan perihal alasan pasti kenapa mereka bisa menikah
"kalau gitu harusnya mas bisa dong mencintai Cindy dan memperlakukannya sebagai seorang istri bukan menyembunyikan statusnya dan membuat dia di kenal sebagai kekasih kakaknya mas" balas Qiana
"entahlah Qiana" Dion juga bingung kenapa semuanya jadi seperti ini padahal ini termasuk dalam rencananya membuat CIndy bersama kakaknya tapi kenapa dia seakan tidak rela melepaskan istri yang sudah ia abaikan selama pernikahan mereka
"kalau mas gak cinta sama Cindy ya sudah ceraikan saja toh aku lihat kak alvian begitu mencintai Cindy" ucap Qiana
"tidak bisa!" balas Dion dengan tegas
Dion mengerjapkan matanya berkali-kali "tidak" jawab Dion dengan gugup
"jangan bohongi diri mas sendiri deh, dulu saat aku memilih kak putera di depan kakak, tatapan mata kakak tidak seperti ini, lebih ke tatapan tidak suka saat ada barang kakak yang di ambil orang lain tapi kali ini tatapan mata kakak berbeda" ucap Qiana
"gak, aku cinta sama Cindy aku cuma cinta sama kamu Qiana " tukas Dion
Qiana berdiri dan menepuk bahu Dion dengan pelan "jangan sampai menyesal kak saat kakak benar-benar kehilangan istri dan anak kakak karena ego kakak itu" Qiana memilih meninggalkan Dion dan berjalan ke arah parkiran karena jemputannya sudah datang
setelah Qiana menjauh, Dion berjalan ke arah ruang rawat Cindy tapi jelas ia di tahan oleh pengawal yang di siapkan oleh Alvian untuk menjaga Cindy "saya mau masuk" ucap Dion dengan tatapan tajamnya
"maaf tuan, saya tidak di izinkan mengizinkan masuk atas perintah tuan Alvian" balas pengawal yang ebrjaga di depan kamar Cindy
__ADS_1
"saya itu masih suami sahnya, jadi minggir" Dion memaksa masuk dan tak bisa di cegah oleh pengawal Alvian karena status dion di keluarga Xander tetaplah sama dengan Alvian jadi pengawal itu tidak berani membantah Dion
Cindy yang melihat Dion masuk ke dalam ruangannya langsung memeluk perutnya dengan erat "untuk apa mas ke sini" tanya Cindy dengan gugup
Hati Dion begitu sakit saat melihat Cindy begitu ketakutan melihatnya padahal dulu Cindy adalah orang selalu menampilkan senyum di depannya, tak pernah membantah ataupun meminta apapun darinya "maaf" cicit Dion dengan suara lirih
Cindy mencoba menajamkan pendengarannya "maafkan mas Cindy" ucap Dion dengan suara serak menahan tangisnya
Cindy bisa bernafas lega sebab Dion tidak datang untuk melukainya kembali "aku juga minta maaf sama mas karena sudah menghianati mas" balas Cindy menundukan kepalanya ikut merasa bersalah sebab dia juga ikut menghianati pernikahannya
"bisakah kita memperbaiki pernikahan kita" tanya Dion
Cindy menggelengkan kepalanya "aku gak mau gugurin kandungan aku mas" sentak Cindy kembali memeluk perutnya
Dion menggelengkan kepalanya dan mendekat ke arah Cindy "mas gak akan minta kamu gugurin kandungan kamu" ungkap Dion
Cindy memicingkan matanya ke arah Dion "jangan bohongi aku mas" ucap Cindy
"tidak, mas gak bohong" Dion melirik ke arah perut Cindy "toh itu keponakanku, ada darahku juga di sana jadi aku bisa menerimanya " Dion menggenggam erat tangan Cindy "asal jangan dekat lagi dengan kak Alvian, aku mohon Cindy" Dion mencengekram dada kirinya menggunakan tangan kanananya dengan kuat "hatiku sakit sekali melihat kamu di dekatnya, aku tidak bisa bernafas saat tahu kamu bersamanya dan lebih memilihnya ketimbang mas" Dion tidak bisa menahan laju air matanya lagi
"mas mohon jangan tinggalin mas, dan perbaiki pernikahan kita ya. Mas akan menuruti apapun yang kamu mau asal jangan tinggalin mas, mencintai anak itu mas sanggup tapi jangan tinggalin mas ya"pinta Dion
Cindy benar-benar tak menyangka Dion bisa berkata seperti ini padanya "apa kepalamu abis kebentur mas" tanay Cindy menyentuh kepala Dion untuk mengecek apakah ada luka di kepala Dion
Dion menyentuh tangan Cindy yang bertengger di kepalanya "aku benar-benar takut kehilanganmu Cindy, melihat darah di tubuhmu kemarin benar-benar meruntuhkan duniaku membuat nafasku seakan berhenti, aku begitu takut kehilanganmu" Dion menatap elkat wajah Cindy "dan penyesalan memang selalu datang di belakang" Dion mengarahkan tangan cindy ke dadanya "mungkin aku jatuh hati padamu sudah lama tapi aku berusaha menepisnya karena egoku" Dion mengecup telapak tangan Cindy cukup lama "aku mencintaimu istriku" ungkap Dion
Cindy tidak menyangka Dion akan berkata seperti ini padanya, dulu memang ia begitu mengharapkan kata ini terlontar dari bibir Dion tapi sekarang ada Alvian di hidupnya di tambah ada anak di antara mereka walaupun jelas Cindy masihlah istri sah Dion. Cindy benar-benar bingung harus apa
__ADS_1