
***
Seusai pulang dari kediaman om bachtiar untuk bertemu Sheryl, kinan memutuskan untuk menjemput Hans suaminya di rumah sakit
“sore linda, suami saya ada” Tanya Kinan pada perawat yang biasa mengatur jadwal praktek suaminya
Linda, perawat yang bekerja untuk mengatur pasien di ruangan hans mendongak dengan wajah cemas dan gugup “ada bu, tapi dokter hans lagi ada tamu” balas linda gugup dengan kedatangan kinan
Kinan mengerutkan keningnya melihat reaksi linda yang seperti ketakutan “siapa yang datang, jadwal prakteknya hari ini kosongkan” Tanya kinan yang hafal kalau hari ini jadwa praktek untuk konsultas kandungan sang suami hari ini libur, hari ini dia hanya melakukan operasi dan melihat laporan rumah sakit
“itu bu….”linda jadi makin gagap tak bisa menjawab pertanyaan kinan
“sudahlah” kinan memutuskan untuk masuk ke ruangan suaminya dengan langkah cepat agar tahu siapa tamu suaminya, toh suaminya tak mungkin marah jika dia yang masuk dalam ruangannya
“ceklek” kinan membelalakan matanya lebar saat membuka pintu
“mas!” teriak kinan saat melihat hans berpelukan dengan seorang wanita
Dengan cepat hans mendorong wanita yang sempat memeluknya dan bergegas menghampiri kinan “ini gak seperti yang kamu bayangin sayang, sumpah mas gak ada niat peluk dia” ucap hans mengangkat dua jarinya membentuk huruf V
“terus tadi apa?” Tanya kinan berusaha untuk tenang walaupun tentu merasa begitu sakit suaminya berpelukan dengan wanita lain agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya
Tentu kinan sadar dirinya tidak boleh emosi karena yang di hadapi adalah wanita licik yang benar-benar tidak punya urat malu sama sekali karena terus berada di sekitaran suaminya
“mas gak tahu sayang, tadi tiba-tiba dia datang dan meluk mas, tadi mas coba dorong dia kok tapi kamunya keburu masuk tadi jadi belum sempat selesai mas dorong ” hans mengambil tab miliknya dan memberikan pada kinan “kalau gak percaya lihat CCTV ini, kelihatan banget kalau dia yang maksa meluk mas” ucap hans memberikan klarifikasi tentang apa yang di lihat istrinya
Hans memang sudah berjaga-jaga memasang CCTV di ruangannya karena memang pekerjaannya yang sekarang merangkak sebagai direktur rumah sakit mengambil alih dari Mario yang sekarang jarang mengurus rumah sakit dan hanya sebagai pengawas saja
__ADS_1
Kinan melihat video CCTV dari saat wanita tak tahu malu itu masuk ke ruangan suaminya dan terus merayu suaminya tapi suaminya tolak dengan tegas tapi dasar namanya wanita gatel dan tak punya urat malu “nih mas” kinan mengembalikan tab hans pada pemiliknya
Kinan melangkah mendekat ke arah wanita itu “kau menantangku rupanya” Tanya kinan dengan senyum smirk
Wanita tersebut terkekeh “aku hanya ingin mengambil apa yang jadi milikku” balas wanita itu tanpa ragu
“plak” kinan langsung menampar kuat pipi wanita tersebut “kau menantangku sinta!” teriak kinan begitu marah akan keberanian sinta yang terus saja mengganggu suaminya padahal jelas kalau suaminya selalau menolak dan kinan sudah berkali-kali memperingatkan sinta untuk tidak mengganggu suaminya atau dia akan mengambil tindakan tegas
Hans bergidik ngeri mendengar suara tamparan kinan yang di layangkan untuk sinta. Hans begitu terkejut istrinya bisa segalak itu padahal sepanjang ia mengenal kinan, kinan adalah orang yang sangat lembut dan jangan sekali sekali menggunakan tangannya untuk bicara
Sinta mengusap pipinya yang kebas karena tamparan kinan “aku hanya ingin mas hans kembali padaku” ucap sinta dengan begitu angkuhnya
Kinan menunjuk otaknya “apa otak mu ada masalah hah? apa aku harus membuatkan janji dengan psikiater hah!' teriak kinan dengan suara lantang "kamu lupa sudah punya suami dan anak kenapa masih menginginkan suami orang lain” Tanya kinan dengan tatapan nyalang
“dia dulu kekasihku” teriak sinta
Kinan menunjuk ke arah sinta “dengar ya sinta, tanda peringatan untukmu sudah berakhir, akan aku kembalikan dirimu jadi orang miskin, selama ini kamu belagu karena adik iparku memberikan kemewahan untukmu, tapi kita lihat apa yang akan kamu lakukan jika aku mengambil semuanya darimu dan keluargamu itu” ucap kinan dengan nada penuh intimidasi
"kamu gak akan bisa ambil itu” balas sinta dengan yakin karena sinta yakin hans tak akan tega mengambil fasilitas jovan walaupun jovan hanyalah adik tiri dari hans
“kita lihat saja nanti” balas kinan
Kinan membuka pintu ruangan hans “keluar sendiri, atau aku panggil satpam” ucap kinan dengan nada tegas
“kamu gak bisa usir aku, ini rumah sakit milik Mario dan hans bukan milikmu” balas sinta dengan yakin bahwa kinan tidak akan mengusirnya
Kinan terkekeh “kamu lupa ya, kalau semua aset mas hans sekarang atas namaku” ucap kinan dengan nada tinggi
__ADS_1
Hans memang memindah semua kepemilikan harta serta propertinya atas nama kinan karena sinta yang terus mengejarnya bahkan tak jarang sinta memakai trik licik untuk menjerat Hans jadi dia akan mempercayakan hartanya pada kinan yang ia percaya tak akan menyalahgunakan apa yang jadi milik keluarga suaminya
Sinta dengan terpaksa pergi keluar ruangan hans dengan begitu kesal karena kalah dari kinan saat berdebat
Kinan menutup pintu dan duduk di sofa ruangan hans sambil memijit keningnya “sayang” hans duduk di samping kinan dengan wajah memelas mungkin agar kinan tak marah dengannya “mas gak tahu kenapa dia bisa di sini” ucap hans berusaha merayu istrinya agar tidak ngambek, bisa kena libur nanti malam jika istrinya sampai ngambek
Kinan menoleh ke arah hans dengan tatapan tajam “denger ya mas, kali ini awas saja jika mas halangin aku lagi” ancam kinan tak ingin hans menghentikan niatannya memberikan pelajaran pada sinta dengan mengambil semua akses jovan atas perusahaan dan mengambil apa yang pernah di berikan kakek Ramon pada Hans untuk memberikan atau tidak memberikan uang dan perusahaan pada jovan
Hans angkat tangan “mas gak akan ngomong apa-apa lagi kok, kan kamu bosnya” ucap hans memeluk kinan erat
Semenjak kakek ramon meninggal, kinan dan ibunya hans di berikan warisan beberapa aset bernilai fantastis begitupun hans yang di berikan akses penuh untuk semua kekayaan kakek ramon, sedangkan ayah hans Adrian herlambang hanya di berikan sebagian jumlah saham di beberapa perusahaan kakek ramon dengan jumlah sedikit, sedangkan kedua anak ayah ramon dari rasti tak mendapatkan seperpun dari warisan kakek ramon
Walaupun keluarga ayah hans tidak mendapatkan banyak bagian, ada rasa kasihan di hati hans sehingga hans pada kedua adik yang ebrbagi dari yang sama dengannya jadi hans masih membiarkan adik tirinya yaitu jovan untuk mengurus perusahaan keluarga herlambang sedangkan adiknya bungsunya jenny hanya di berikan modal usaha untuk memulai bisnisnya dan kinan juga sering membantunya perihal usaha jenny di bidang fashion itu
untuk ayah Adrian tetap mengurus perusahaan miliknya yang dia dirikan tanpa bantuan kakek ramon dulu saat di usir dari rumah oleh kakek ramon karena lebih memilih rasti, cinta pertamanya
Sesuai dengan apa yang sudah ia ultimatumkan pada sinta, maka kinan mulai mengambil alih kuasa perusahaan keluarga herlambang di tangannya, sedangkan jovan kini hanya di berikan jabatan sebagai salah satu direktur perusahaan cabang
“maaf jovan kalau kakak terkesan jahat, tapi ini sebagai balasan karena kekurangajaran istri kamu yang sudah nekat goda suami kakak” ucap kinan merasa tak enak dengan jovan karena kemarahannya dengan sinta jovan kena imbasnya padahal pasti jovan ikut sakit melihat kelakuan istrinya yang terang-terangan menginginkan pria lain
Jovan menundukkan kepalanya saking malunya pada kinan karena tidak bisa mendidik istrinya itu “iya kak, jovan ngerti kok. Silahkan ambil semua fasilitas yang perusahaan berikan. Dan aku juga berterima kasih karena kakak masih mempercayakan satu jabatan untukku agar bisa menafkahi anaku” balas jovan
ada rasa tak tega melihat keadaan jovan tapi ia tetap harus tegas agar bisa memberikan pelajaran pada wanita tidak tahu diri yang selalu belagu itu “tolong jangan salahkan kakak kamu ya, sebenarnya kakak kamu gak tega untuk lakuin ini semua sama kamu tapi dia gak bisa nentang kakak yang sedang marah” ucap kinan yang sebenarnya merasa bersalah pada jovan
“gak papa kok kak” balas jovan mencoba tersenyum pada kakak iparnya
“terima kasih atas pengertiannya” ucap kinan
__ADS_1