Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Tatapan mencibir


__ADS_3

james masih tak menyangka bahwa sahabatnya mempunyai calon istri yang masih muda "gabung saja sama kita" ajak bachtiar mempersilahkan james untuk bergabung


bachtiar menoleh ke arah sheryl "boleh kan sayang" tanya bachtiar


"boleh saja' balas sheryl


bachtiar duduk di samping sheryl, dan mempersilahkan james untuk duduk di kursi yang masih kosong itu "duduk james, biar kamu nunggu randi di sini saja sekalian aku juga mau ketemu randi kayanya sudah lama banget gak ketemu randi deh" ucap bachtiar


bachtiar menoleh ke arah sheryl "lanjut makan saja mah" ucap sheryl


"iya pah" sheryl kembali melanjutkan makannya begitu pun bachtiar


"kamu kalau mau ikut langsung makan, makan saja nanti kalau kurang bisa pesan lagi" ucap bachtiar


"iya" james menatap canggung sheryl dan bachtiar yang terlihat begitu mesra tanpa canggung sama sekali


"kalian berhubungan sudah lama" tanya james


"belum, baru juga 3 bulan kami resmi pacaran" balas bachtiar


james hanya tersenyum canggung menanggapi balasan bachtiar "randi" teriak james saat melihat randi akwan lamanya sedang celingak-celinguk mencari keberadaan james


randi yang di panggil bergegas menghampiri james "hai james" sapa randi


"kebetulan aku tadiketemu teman lama kita jadi sekalian gabung saja" ucap james melirik ke arah bachtiar


"hai randi" sapa bachtiar


"bachtiar" randi langsung memeluk sahabatnya yang sudah belasan tahun tidak bertemu  "sudah lama ya kita gak ketemu" ucap randi


"iya sudah lama, terakhir aku ke jepang ke ulang tahun anak keduamu" balas bachtiar


randi melirik sheryl "itu anak kamu" tanya randi


"bukan. dia itu calon istriku" balas bachtiar dengan senyuman


"haaa" randi begitu terkejut sama dengan james saat mengetahui sheryl adalah calon istri bachtiar

__ADS_1


"duduk saja, sekalian kamu pesan makanan yang kamu suka nanti bair aku yang bayar" ucap bachtiar


"ah, iya" randi duduk di dekat james dan tatapan bingung ke arah sheryl yang biasa saja


"kalian kapan mau nikah" tanya randi


"nunggu sheryl siap nikah, nanti juga langsung kita nikah" balas bachtiar


randi melirik ke arah sheryl "kamu kerja apa" tanya randi


"aku gak kerja, cuma di rumah saja lagian sahabat kalian ini gak ngizinin saya terlalu capek" balas sheryl dengan santai


bachtiar mengusap kepalanya "iya, saya gak ngizinin dia terlalu capek toh saya masih sangat mampu memenuhi kebutuhan sheryl, apapun yang dia mampu" balas bachtiar


randi dan james menatap sheryl dengan penuh cibiran "ah, ternyata dia seorang sugar baby toh" batin james menduga sheryl yang seorang sugar baby


"kamu gak salah mau nikah dengan dia" tanya james dengan nada penuh cibiran


"enggak dong, dia wanita terbaik dan tercantik yang pernah aku temui jadi mana mungkin aku gak ingin menikahi sheryl" ucap bachtiar membanggakan sheryl di depan sahabatnya


sheryl menatap kekasihnya itu dengan senyuman "ia, papa emang paling beruntung dapat mama" balas sheryl dengan bangga akan dirinya


"belum, tapi aku punya anak seusia sheryl, tapi dia sudah menikah dan ikut dengan suaminya" balas bachtiar


"emang anak kamu gak masalah kamu menikah dengannya" tanya randi melirik ke arah sheryl


kini sheryl mulai mengamati cara sahabat bachtiar dalam menatapnya "kenapa anda pikir kayla gak akan setuju dengan saya yang akan menikah dengan ayahnya" tanya sheryl mulai merasa tak suka dengan pertanyaan sahabat bachtiar


"bukan begitu, saya hanya..." randi ragu untuk berucap karena takut menyinggung bachtiar


"mba sheryl" teriak kayla dengan suara nyaring


"hai" sheryl melambaikan tangannya ke arah kayla dan brian yang kebetulan datang ke restoran


"kesana yuk mas" ajak kayla pada suaminya


"iya" brian menemani istrinya untuk bertemu ayahnya dan juga sheryl

__ADS_1


"mba sheryl, kangen" kayla memeluk sheryl menggeser ayahnya begitu saja untuk memeluk sheryl


"kamu tuh gak sopan amat sama ayah kayla, masa dorong ayah gitu aja" ketus bachtiar pada kelakuan anaknya


"abis kangen sama mba sheryl" kekeh kayla menggaruk tengkuknya yang tak gatal


brian menoleh ke arah dua orang yang duduk di hadapan ayah mertuanya "ada tuan james dan tuan randy juga" sapa brian yang kebetulan juga mengenal dua sahabat ayah mertuanya itu


"wah tuan brian kenal dengan bachtiar juga" balas james tak menyangka bisa bertemu dengan klien bisnisnya


"kebetulan beliau ayah mertua saya, dan wanita cantik di sebelahnya adalah adik sepupu saya" balas brian menunjukan hubungannya dengan bachtiar dan juga sheryl


"loh dia sepupu kamu" tanya randi tak menyangka kalau sheryl adalah sepupu brian


"iya, anda gak tahu. ayahnya sheryl kan juga ada kerjasama dengan perusahaan anda tuan james" tanya brian


"yang mana ya" tanya james tidak tahu perusahaan mana yang brian mksud


"perusahaan kakek saya, yang sekarang sudah jadi hak penuh sheryl, abraham group loh tuan" balas brian


"ahh" james benar-benar mati kutu dengan pikirannya tadi yang sempat memikirkan bahwa sheryl hanya ingin uang bachtiar saja padahal walaupun sheryl tidak bekerja, uangnya akan tetap mengalir dengan banyak karena perusahaan sheryl bukanlah perusahaan kecil


sheryl yang tahu reaksi wajah randi dan james yang baru mengetahui asal-usul sheryl pun hanya tersenyum remeh  "saya tidak bekerja, bukan karena saya tak mampu bekerja atau tidak bisa bekerja tapi hanya malas saja, toh ada ayah saya dan juga ada brian yang ikut membantu mengurus perusahaan jadi cukup duduk diam saja saya masih bisa menikmati pundi-pundi uang yang di hasilkan brian dan ayah saya" ucap sheryl membanggakan hidupnya yang begitu santai tapi masih bisa menikmati apapun yang ia inginkan


randi dan james hanya menatapcanggung wanita yang jadi calon istri sahabatnya "saya gak tahu kalau kamu anak burhan" ucap james tak enak pada sheryl


"sekarang kan sudah tahu" balas sheryl dengan senyuman penuh arti


"mba sheryl, kata mbok lastri, wanita itu gak di izinkan masuk rumah lagi ya" tanya kayla semangat


"iya, kemarin dia bikin ayahmu marah-marah jadi di larang deh buat ke rumah. sekarang kamu bebas ke rumah tanpa takut lagi" balas sheryl


"kebetulan mas brian mau pergi keluar kota, kayla sama damien  nginep sana saja ya " ucap kayla


"boleh dong, kebetulan mba juga lagi bosen soalnya qiana lagi ikut ayahnya" balas sheryl


"qiana ikut ayahnya? emang bisa dia urus qiana" tanya brian

__ADS_1


"kan laras ikut jadi dia gak akan kerepotan juga urus qiana" balas sheryl


"ohhh" balas brian mengerti bahwa mario tak mungkin akan kesulitan mengurus qiana karena ada laras yang mengurusnya


__ADS_2