
"Bugh bugh bugh"
saat mendengar pengakuan Dion tentu keluarga besar Cindy tidak terima dengan perbuatan Dion pada Cindy membuatnya di pukul habis-habisan oleh Papi Mirza dan juga Randi
"kurang ajar kamu ya, berani kamu ngerusak anak gadis saya" umpat papi mirza memukuli Dion dengan membabi buta sampai wajah Dion tak berbentuk lagi
"berani sekali pria bajingan seperti kamu mengotori sepupuku hah!" umpat Randi ikut memukuli Dion bergantian dengan papi Mirza
hasley mengguncang lengan Alvian "Daddy gak kasian dengan om Dion" tanya Hasley meringis kesakitan saat melihat wajah Dion babak belur karena hampir setengah jam di pukuli tapi keluarga Cindy belum ada tanda-tanda untuk berhenti
Alvian duduk dengan santai sambil bersedekap tangan melihat adiknya yang sedang di pukuli habis-habisan dengan santainya "ngapain daddy harus kasihan dengan om kamu, biarin saja dia di pukuli itu kan kesalahannya jadi biar dia merasakan akibat perbuatannya jangan hanya mau enaknya saja" balas Alvian tak ingin membela Dion sama sekali
Alvian memang terbilang cukup keras dalam mendidik, jika salah ya salah dan jika benar yan benar saja tidak pakai banyak alasan atau pembenaran dari sudut pandang lain
"sudah cukup pih" teriak Cindy merasa kasihan dengan Dion yang wajahnya sudah babak belur tak berbentuk itu
papi mirza menatap tajam ke arah Cindy "kenapa kamu membelanya hah!" teriak papi mirza untuk pertama kalinya pada Cindy
"hiks hiks hiks" Cindy langsung menangis saat papi Mirza membentaknya untuk pertama kalinya sepanjang hidupnya "maafin aku pih" cicit Cindy merasa bersalah pada kedua orang tuanya
papi Mirza menghampiri Cindy dan memeluknya erat "jangan nangis sayang, sudah" papi mirza mngusap pipi Cindy yang sudah basah akan air mata yang terus jatuh sedari tadi
Sebenarnya papi mirza begitu marah dengan Cindy yang mengabaikan peringatannya untuk tidak keluar sendirian dan akhirnya berujung dengan apes berkepanjangan itu tapi hatinya tak kuat melihat Cindy menangis, rasa sayangnya teramat besar untuk anak satu-satunya yang ia miliki itu
"maafin Cindy yang gak bisa jaga diri dengan baik pih, Cindy gak nyangka akan begini kejadiannya" balas Cindy hanya bisa meratapi nasibnya yang di rusak seorang pria dengan mudahnya
__ADS_1
papi Mirza menepuk pelan punggung Cindy "sudah-sudah sayang, papi tahu bukan kamu yang salah" papi mirza menoleh ke arah Dion dengan tatapan tajam "tapi ulah laki-laki bajingan itu" kesal papi Mirza pada Dion
"maaf om, saya sungguh menyesali perbuatan saya dan saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya" ucap Dion dengan sisa-sisa tenaganya yang tersisa
"dengan apa kamu akan bertanggung jawab pada putri saya" tanya Papi Mirza ingin tahu tanggung jawab seperti apa yang akan di berikan pada Cindy
"saya akan menikahi Cindy" balas Dion
papi Mirza menatap nyalang Dion "kamu pikir pernikahan adalah sebuah permainan hah" teriak Papi Mirza merasa menikah bukan suatu peneyelesaian jika Dion yang akan melakukannya
"saya tahu pernikahan bukanlah permainan om, tapi sepertinya Cindy tetap harus menikah dengan saya karena saya semalam mengeluarkannya di dalam dan kemungkinan besar Cindy bisa hamil anak saya" jelas Dion akan kelakuannya yang menebar benih di rahim Cindy
Alvian mengepalkan tangannya kuat dan menggeram kesal akan kelakuan adiknya yang berani menghancurkan nasib seorang gadis dengan begitu mudahnya "Maaf kak" Alvian beranjak dari duduknya dan membungkuk ke arah Papi mirza "maafkan aku yang tak bisa mendidik adikku dengan baik sampai merusak anak perempuan kakak yang begitu berharga" ucap Alvian meminta maaf pada Papi mirza
"ini bukan salah kamu alvian tapi adik kamu" tunjuk papi Mirza pada Dion dengan tatapan nyalangnya
papi mirza menatap prustasi ke arah Alvian "aku tahu adikmu yang mengejar Qiana dulu jadi bagaimana bisa aku membiarkan anakku menikah dengan adikmu, walaupun aku tahu adikmu harus bertanggung jawab tapi bagaimana bisa aku mempertaruhkan hidup anakku untuk hidup dengan pria yang tak mencintainya " balas papi Mirza meluapkan kekhawatirannya
"kakak tahu kan? kalau di keluargaku tak ada kata perceraian, dan itu adalah sebuah ketetapan di keluarga Xander" tukas Alvian
"tapi bukan berarti adikmu tidak akan menghianati anakku nantinya, bisa saja walaupun ia menikahi Cindy tapi dia masih main dengan wanita di luar sana. aku tahu sifat terjang adikmu itu, dia berhenti sejenak hanya karena rasa penasrannya pada Qiana " sahut papi mirza tahu betul kehidupan Dion seperti apa karena ia pernah membahasnya saat sedang mengobrol dengan Ayah mario
"aku akan jadi jaminannya kak, aku akan jadi jaminan Dion tidak akan menyakiti Cindy" balas Alvian
papi mirza memicingkan matanya "jaminan seperti apa?" tanya Papi Mirza
__ADS_1
"warisan untuk Dion masihlah di tanganku dan jika dia berani mengkhianati atau bahkan menceraikan Cindy maka aku akan memberikan hak waris Dion untuk anak kakak" balas Alvian
Dion menatap tak percaya ke arah kakaknya, tapi ia memilih diam saja karena jika ia berani menjawab pasti akan kalah dengan kakaknya
"jangan kau pikir uang bisa membeli anakku " tukas papi mirza tak terima dengan jaminan yang di berikan oleh Alvian padanya
"aku tak berniat membeli anakmu sama sekali kak" alvian tak ingin papi mirza menyangka jaminan yang ia berikan adalah sebagai bentuk membeli Cindy
"aku membesarkan anaku dengan cinta dan kasih sayang yang begitu besar dan kami tidak pernah mengajarkan anak kami untuk lebih mencintai uang dan kekuasaan dari pada cinta yang tulus jadi aku tentu tak terima dengan jaminan yang kamu berikan" ucap papi Mirza dengan suara lantang
alvian menatap manik mata papi mirza dengan lekat "lalu apa jaminan yang kakak minta untuk mengizinkan Dion menikahi Cindy" tanya Alvian
"kau jaminannya" tunjuk Papi mirza pada Alvian
Alvian menunjuk dirinya sendiri "kenapa aku yang jadi jaminannya" heran Alvian
"aku ingin kamu jadi jaminan hidup untuk anakku, jika sampai adikmu melukai anakku ataupun menghianati anakku atau lebih parahnya menceraikannya kamu harus menikahinya" ucap papi mirza meminta janji Alvian
papi mirza mengenal Alvian dengan baik, menurut papi mirza, alvian adalah orang yang memegang teguh janjinya dan orang yang sangat bertanggung jawab jadi jika Dion sampai melukai hati Cindy masih ada Alvian yang akan menjaga Cindy nantinya
alvian mengerutkan keningnya "kenapa jadi aku yang harus menikahinya jika Dion yang bersalah pada Cindy" tanya Alvian
"'karena kamu kakaknya dan kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan adikmu" papi mirza melirik ke arah Dion "aku sama sekali tidak mempercayai adikmu itu" tukas papi Mirza
"tapi harusnya kakak tahu kalau aku hanya mencintai mendiang istriku dan tidak ingin kembali menikah" Alvian menjelaskan kemungkinan keadaan cindy jika sampai nanti menikah dengannya
__ADS_1
"aku tahu itu, tapi setidaknya kamu akan menjaga anakku seumur hidup" jelas papi Mirza yang begitu yakin dengan karakter Alvian
Alvian melirik ke arah Cindy dan beralih ke arah Hasley "baiklah kak, aku akan jadi jaminannya" balas Alvian menghela nafas panjang