
seperti hari sebelum-sebelumnya pasti setiap pekan rumah Kakek burhan selalu ramai karena semua anggota keluarganya akan menghabiskan waktu bersama untuk menjalin kebersamaa agar tetap harmonis
"Dilan tolongin kakek" panggil Kakek Burhan meminta pada cucunya untuk datang menghampirinya
Dilan yang mendengar suara sang kakek pun bergegas menghampiri "ada apa kek" tanya Dilan
"tolongin kakek hidupin api dong, di suruh nenek kamu hidupin api tapi gak jadi-jadi" keluh Kakek burhan yang tidak kunjung berhasil menghidupkan api ntuk acara barbekyunya
"kenapa gak suruh pelayan aja sih kek" gerutu Dilan tapi tetap mengambil alih kerjaan kakeknya
"pengen bantu aja tapi ternyata tubuh tua kakek gak bisa bohong" kekeh Kakek Burhan merasa kesulitan menghidupkan api untuk acara barbekyu
"oh ya Dilan kamu sudah ujian skripsi ya" tanya kakek Burhan yang berdiri di belakang Dilan adik dari putera suami cucunya yaitu Qiana
"sudah kek, tinggal nunggu acara wisuda aja" balas Dilan
"senang deh kamu sudah menyelesaikan pendidikan kamu kalau om kamu malah entah kapan akan selesai" adu Kakek Burhan merasa kesal setiap mengingat anaknya yang begitu lama memulai skripsinya padahal Dilan yang lebih muda beberapa bulan saja sudah menyelesaikan pendidikannya
"semua orang kan beda-beda kakek, gak boleh banyak mengeluh kak Damian yang lebih tua saja belum selesai pendidikannya " balas Dilan merujuk pada Damian, anak sulung dari ayah Brian dan juga mama Kayla
"jangan bawa-bawa kakak dong, kakak kan kuliah kedokteran tentu membutuhkan waktu lebih lama, kamu lupa kalau koas itu harus dua tahun" kesal Damian yang di bawa-bawa oleh adiknya tapi berbeda ayah dan ibu itu
Kakek burhan tertawa melihat tingkah kedua cucunya yang selalu bertengkar saat berkumpul tapi akan kembali baik dengan begitu cepatnya
nenek jemina yang sedang menyuapi kakek bimo sup buah menoleh ke arah Damian "kamu jadi langsung ambil spesialis di Inggris" tanya nenek Jemina
"jadi nek, nanti setelah Koas Damian selesai dan semua berkas beres Damian langsung berangkat" balas Damian
Di antara banyak anggota keluarga besar hanya Damian lah yang mengambil kuliah kedokteran, anak pap Hans dan mama Kinan saja tidak yang ingin mengambil kuliah kedokteran tapi Damian yang begitu dekat dengan keluarga Putera jadi ingin mengambil kuliah kedokteran sebab begitu takjub dengan pekerjaan papa Hans
tapi tujuan bidang spesialis yang ia ambil bukanlah obgyn seperti papa Hans, Damian memilih Spesialis Jantung sebagai pilihannya nanti sebab menurutnya Jantung adalah pusat hidup jadi ia ingin banyak menyelamatkan jantung orang-orang
"kalau di sana nitip Revano ya Dam, nenek gak bisa atur dia kalau lagi jauhan gini" pinta Nenek Jemina
__ADS_1
"siapa nek, nanti selama di sana kan Damian tinggal di rumah om bachtiar yang ada di sana barengan sama Revano jadi nanti damian pasti laporin apapun yang gak bener dari om revano" Damian tentu tahu apa yang di inginkan neneknya saat berada dekat dengan om nya itu
"terima kasih Damian, kamu emang cucu nenek yang paling pengertian" balas nenek Jemina
Qiana berjalan ke arah kakeknya "nanti manggangnya jangan terlalu kering ya kek, Qiana gak boleh makan yang ada bau gosongnya" pinta Qiana
"iya cucu kakek" balas kakek Burhan
Qiana berjalan ke arah meja besar di mana semua anggota keluarga lainnya duduk "mah" panggil Qiana
"iya sayang" balas Mama Sheryl
"besok temenin Qiana ke salon mau gak, rasanya pengen nyalon geh sudah lama gak ke salon" tanya Qiana
mendengar itu mama Kinan menoleh ke arah menantu serta besannya "mama kinan gak di ajak nih" sahut mama Kinan
"ya kalau mama mau ikut, hayuk makin banyak malah makin bagus" balas Qiana
"oke, besok kita nyalon" putus mama Sheryl
putera mengangguk "tentu boleh sweetheart" putera mengusap kepala Qiana dengan sayang
mama Kayla mengambil buah yang ada di meja "kamu masih ngidam gak" tanya Mama kayla
"enggak kok mah" balas Qiana
Qiana memanggil Mama Kayla dengan sebutan mama kayla karena Putera yang belum menghilangkan panggilan itu walaupun ia tahu ayah brian bukanlah ayahnya tapi karena sudah kebiasaan alhasil putera tidak mengubahnya dan Qiana pun mengikutinya sebatas menghormati suaminya yang memanggil seperti itu
PapaBachtiar mengecek ponselnya dengan begitu fokus sampai tak sadar mama Sheryl terus mengamati suaminya dari jarak jauh "ada masalah pah" tanya Mama Sheryl
"tidak" papa Bachtiar menyimpan ponselnya
Mama sheryl mengerutkan keningnya "jujur sama mamah pah" tuntut mama sheryl tahu akan sesuatu yang ingin di sembunyikan papa bachtiar
__ADS_1
"ada amasalah sama Vansh jadi papa harus ke sana secepatnya" ucap papa bachtiar dengan terpaksa
"apa pah, ada masalah apa sama anak kita" mama sheryl tentu cemas dengan keadaan puteranya
"hanya masalah kecil, perdebatan Vansh dengan penduduk sana, sudah di urus sih sama anak buah papah tapi kayanya papah harus ke sana buat mastiin kondisi Vansh dengan juga orang itu" jelas Papa bachtiar
"ya sudah mama ikut" timpal mama Sheryl
"untuk kali ini papa gak ngizinin mama ikut, yang ada mama sakit. Mama lupa dokter nyaranin mama banyak istirahat" tolak papa bachtiar dengan tegas
kakek Burhan memicingkan matanya saat sayup-sayup mendengar kata papa bachtiar yang menekankan mama sheryl untuk banyak berisitirahat
"kamu sakit Sheryl" kakek Burhan meninggalkan panggangan ikannya dan menghampiri mama Sheryl "kamu sakit apa" tanya Kakek Burhan begitu khawatir dengan kondisi putrinya
"bukan sakit parah kok yah, hanya di minta banyak istirahat saja" jelas papa Bachtiar
Kakek Burhan emnatap tajam ke arah menantu tuanya itu "gak papa gimana, kalau harus banyak istirahat dan kamu larang ke luar negeri, biasanya kamu paksa dia ikut kemanapun kamu pergi. Ayah masih ingat ya waktu dia masih demam kamu pekerjakan dokter khusus untuk Sheryl" tukas Kakek Burhan mengingat papa Bachtiar yang tidak bisa jauh dari mama sheryl tapi ini malah di suruh tinggal padahal mama sheryl yang ingin ikut papa bachtiar
Mama Sheryl meraup wajahnya kasar "aku emang gak sakit yah" sahut sheryl menenangkan ayahnya agar tidak khawatir dengannya
"jangan bohongin ayah sheryl" bentak kakek Burhan
"sheryl emang gak sakit yah, papanya Qiana gak ngizinin Sheryl karena memang gak boleh bepergian naik pesawat saja" balas Mama Sheryl
"tapi pastia ada alasannya Sheryl" kesal kakek Burhan
"itu karena Sheryl hamil yah jadi saya gak izinkan dia terlalu lelah dan memintanya banyak istirahat" celetuk papa bachtiar dengan santainya
"apa!" semua orang tentu terkejut akan kabar kehamilan mama sheryl
bagaimana tidak, di usia mama sheryl yang sudah hampir menginjak angka 50 malah di nyatakan hamil dengan pria yang sudah akan memasuki usia 60 lebih dan akan segera memasuki angka tujuh
"gila papah, mau nyaingin Qiana " umpat Qiana begitu kesal akan mempunyai adik di usianya yang sudah menginjak usia 23 tahun dan akan segera memiliki anak
__ADS_1
papa bachtiar mengedikkan bahunya "ya mau gimana, gak dalam rencana mamah dan papah tapi sudah kejadian jadi mau gimana" balas papa bachtiar dengan santainya