
Dua hari mengikuti seminar fokus Rain bukanlah pada orang yang ada di depan saat memberikan materi tetapi wanita di sampingnya yang begitu fokus mencatat apa yang di sampaikan pemateri di laptop miliknya
Rain menopang dagu dengan satu tangannya melihat tangan Adinda yang begitu lincahnya menari di atas papan keyboard miliknya
saking seriusnya Adinda sampai tidak menyadari bahwa sedari tadi ada yang mengawasi setiap gerakannya
"kenapa aku baru sadar dia begitu cantik ya, gak pakai make up saja dia cantik banget apalagi di tambah dia pakai lipstik itu " batin Rain begitu terpana akan Adinda yang begitu cantik di matanya saat memakai lipstik berwarna merah muda
Padahal bukan sehari dua hari mereka saling mengenal tapi sudah tiga tahun lamanya mereka mengenal. Perkenalan pertamanya adalah saat Adinda di kenalkan sebagai guru baru di sekolah tempatnya bekerja.
Tapi entah kenapa rasanya dulu biasa saja tapi kenapa sekarang jantungnya selalu berdetak begitu kencang saat ada di dekat perempuan ini
Adinda merapihkan anak rambutnya yang sedikit berantakan dengan gerakan perlahan sambil menyeruput minum yang sudah di sediakan di atas meja
Rain menelan salivanya saat melihat leher jenjang Adinda bergerak naik turun saat sedang minum. Melihat itu Rain memegang dadanya kuat-kuat "ya Tuhan, tolong kondisikan jantungku dan jangan biarkan dia lari ke sana" batin Rain masih terus menatap wajah Adinda yang sama sekali tidak terusik oleh kegiatan Rain yang sama sekali belum di sadari Adinda
tak terasa waktu seminar pun selesai dan segera di tutup dengan sesi acara foto-foto. Rain sengaja mendekatkan tubuhnya ke arah Adinda dan tangannya bertengger ke pundak Adinda membuat dahi Adinda mengernyit heran melihat tangan Rain yang ada di pundaknya
"terlalu banyak orang dan aku gak nyaman dengan yang ada di dekatku, mau pindah juga kayanya kurang nyaman" celetuk Rain mengarahkan dagunya ke arah wanita yang ada di samping Adinda
Adinda melirik ke arah samping Rain dan sampingnya yang ternyata adalah perempuan yang terus menatap penuh minat ke arah Rain yang memang begitu tampan
"ya sudah, gak papa" Adinda pasrah saja di rangkul oleh Rain demi melindungi Rain dari wanita-wanita lapar di dekat Rain
"terima kasih" baru kali ini Rain bersorak gembira karena ada wanita yang terus ingin dekat dengannya karena dengan adanya wanita-wanita itu, ia bisa sedikit memanfaatkan keadaan agar bisa lebih dekat dengan Adinda
seusai selesai acara seminar para peserta mulai membubarkan diri dari aula hotel sebagai tempat Seminar
__ADS_1
"mau pulang hari ini juga atau sekalian besok saja" tanya Rain pada Adinda yang sedang sibuk membereskan bawaannya yang ada di atas meja
"kalau pulang hari ini bapak lelah gak" Adinda melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 5 sore "perjalanannya tiga jam sih pak, kayanya bapak nanti kelelahan kalau menyetir dengan jarak segitu sedangkan saya gak berani kalau bawa mobil jarak jauh jadi kayanya mendingan besok pagi saja deh pak" Adinda sebenarnya ingin pulang hari ini, ingin segera merasakan kasurnya yang sangat ia rindukan selama 2 hari ini tapi dia juga tidak mau egois pada Rain yang jelas nanti akan kelelahan berkendara sejauh itu
"kalau saya sih pengennya besok pagi saja soalnya capek banget. Lagian besok kan kita di kasih izin libur buat istirahat" usul Rain yang ingin pulangnya besok saja tapi bukan karena lelah tapi lebih ke Adinda, lebih ingin memiliki banyak waktu bersama wanita yang kini mengacaukan kerja detak jantungnya
"oke, kalau gitu besok kita pulang" putus Adinda
"ya sudah, kita bebersih dulu yuk bu, nanti kita makan malam bareng setelah mandi" ajak Rain
"iya Pak" Adinda dan Rain berjalan berdampingan ke arah kamar mereka
***
Adinda bercermin setelah selesai mandi dan menyisir rambut panjangnya
"triiing" terdengar notifikasi pesan dari ponsel Adinda
"kita makan di luar yuk buk, sekali-kali kita makan di luar, masa makan makanan hotel melulu" ajak Rain
Adinda langsung membalas pesan Rain "makan di mana Pak, saya gak pernah main ke Bandung gak tahu makanan yang enak di sini" balas Adinda
"gampang itu bu, saya sering ke sini sama keluarga kok jadi tahu beberapa tempat makan yang enak di dekat sini" Rain yang sudah beberapa kali ke Bandung tentu tahu tempat makan yang enak di sana
"boleh deh oak, saya ganti pakaian yang agak ketutup dulu ya pak, soalnya tadi cuma pakai kaos dan celana pendek saja" tulis pesan Adinda dengan santainya
buru-buru Rain membaca pesan Adinda dan tertawa kecil saat membacanya "polos banget sih, pengen aku makan jadinya karena saking gemesnya" kekeh Rain saat membaca pesan terakhir yang di kirim oleh Adinda
__ADS_1
setelah 15 menit menunggu, Adinda mengirimkan pesan pada Rain bahwa dirinya sudah siap dan Rain bergegas keluar kamarnya untuk bertemu wanita dambaannya
dan saat membuka pintu, bisa ia lihat wanita cantik yang sudah berdiri di hadapannya membuat ia begitu terpana " tambah cantik aja tiap hari ya" batin Rain
"yuk pak, keburu malam" ajak Adinda
"yuk" Rain berjalan berdampingan dengan Adinda dengan santainya
"tumben kamu pakai yang lebih girly pas malam, biasanya cuma pakai kaos sama celana tidur aja" heran Rain
"ya kan biasanya kita langsung tidur pak, kalau ini kita makan di luar jadi yang agak pantas dikit dong keluarnya" jelas Adinda
"oh" Rain hanya mengangguk mengiyakan saja apa yang di ucapkan Adinda
Rain menoleh ke arah Adinda "kamu kan belum pernah pacaran kalau jalan kaya gini sama cowok sudah pernah belum" tanya Rain yang tiba-tiba saja penasaran akan hal itu
"emmm" Adinda nampak berpikir "pernah sih pergi sama cowok tapi sama kakak saya kalau selain itu kayanya gak pernah deh, soalnya mama sama papa saya orang khawatiran banget" balas Adinda
"siapa" tanya Rain sedikit kesal Adinda yang pernah jalan dengan seorang pria
"sama kakak ipar saya lah, kan dulu saya suka di manfaatin kakak saya biar bisa berduaan sama suaminya sebelum mereka menikah" jelas Adinda
"oooohhh" Rain menahan tawanya saat pikirannya sudah menerawang jauh tapi ternyata tidak seperti bayangannya
"berarti saya cowok pertama yang ajak kamu jalan dong" tanya Rain lagi
"kayanya sih iya Pak" Adinda memasuki mobil saat Rain sudah membuka kunci mobilnya
__ADS_1
Rain punya rencana untuk mengajak Adinda ke tempat romantis dan akan langsung melamarnya "lebih baik aku lamar saja dari pada keduluan orang" putus Rain yang tidak ingin keduluan orang lain
baginya saat hatinya sudah tertaut dengan satu orang, langsung saja ia nikahi agar tidak keduluan orang lain ataupun menyesal