
Cindy duduk dengan terus mengusap perut buncitnya sambil memandangi langit malam yang nampak begitu gelap dan sinar bulan yang tertutup awan pekat
"mama rindu ayahmu sayang" gumam Cindy terus memandangi langit seolah itu adalah wajah Alvian yang begitu ia rindukan selama ini
sungguh Cindy sangat merindukan kekasihnya itu tapi ia juga sadar tak mungkin menyakiti hati suaminya yang jelas-jelas sudah berusaha keras berubah untuknya dan menjadi pria lebih baik terlebih lagi Dion sudah tidak melanjutkan rencananya untuk memiliki sahabatnya
"ceklek" pintu terbuka menampilkan Dion yang masuk melalui pintu kamar mereka yang memang tidak Cindy kunci karena suaminya belum pulang
Dion berjalan ke arah Cindy dan memeluk Cindy dari belakang "kenapa duduk di luar, ini sudah malam" Dion mengecup kening Cindy cukup lama
kamar Cindy memang tersambung dengan taman kecil yang tepat berada di seberang jendela kamarnya yang memang sengaja di atur oleh mami Sarah juga
sengaja memberikan satu set kursi berikut mejanya untuk sekedar bersantai saat Cindy ingin menikmati udara di luar kamar tanpa harus repot berjalan jauh
Cindy mengusap lengan Dion dengan gerakan pelan "hanya ingin duduk di luar saja mas" Cindy menoleh ke arah Dion dan menatapnya dengan senyum tipisnya
"mas sudah makan" tanya Cindy
"sudah tadi saat di kantor" Dion berjongkok di hadapan Cindy dan mengecup perut bulat Cindy "apa hari ini merepotkan mama" tanya Dion seolah bisa bicara langsung pada anak yang ada dalam perut Cindy
"tidak papa" balas Cindy dengan suara khas anak kecil
Dion mengajak Cindy masuk ke dalam kamar saat menyadari tangan Cindy yang sudah mulai dingin "jangan terlalu lama di luar sayang" nasehat Dion agar Cindy tidak terlalu lama di luar kamar
__ADS_1
"aku hanya bosan mas, seharian di rumah itu benar-benar melelahkan apalagi dulu Cindy sangat sibuk dan jarang di rumah tapi ini selama lima bulan Cindy terkurung di kamar" jelas Cindy yang merasa begitu bosan sejak kehamilannya hanya berada dalam rumah saja
"maafkan Mas ya kalau mas ngelarang kamu keluar rumah" Dion langsung meletakan wajahnya di pangkuan Cindy
Cindy mengerutkan keningnya mendengar permintaan maaf suaminya "Cindy tahu mas ngelakuin ini buat Cindy jadi jangan merasa bersalah sama Cindy mas, ini hanya karena kandungan Cindy yang lemah saja membuat Cindy harus berada dalam rumah dan tidak keluar rumah" balas Cindy
melihat bahu suaminya yang bergetar membuat Cindy bertanya-tanya ada apa dengan suaminya "mas ada masalah" tanya Cindy khawatir akan keadaan suaminya yang tiba-tiba saja menangis
"maafkan mas Cindy" ucap Dion lagi
Cindy mengangkat kepala Dion agar menatap dirinya "mas kenapa sih" tanya Cindy lagi
"tadi siang mas pulang ke rumah" ucap Dion dengan suara lirih dan tatapan sendunya
"mas pulang tadi siang" gumam Cindy yang di balas anggukan kepala oleh Dion
"semuanya" balas Dion
"hiks hiks hiks" kini Cindy tak kuasa menahan tangisnya lagi saat Dion mendengar semua yang di obrolkannya bersama Hasley
"maafin aku mas, aku sudah berusaha melupakannya tapi sungguh aku sangat merindukanya mas" jujur Cindy yang tak bisa menutupi perasaanya pada Dion
Dion menatap sendu wanita yang kini masih berstatus istrinya sahnya itu "apa hatimu sudah tak bisa kembali lagi sama mas" tanya Dion dengan suara lirih
__ADS_1
Cindy hanya diam tak mampu menjawab pertanyaan Dion, karena dia sendiri juga masih bingung dengan hatinya, di satu sisi ia bahagia Dion berubah jadi lebih baik tapi jujur ia tak bisa membuang bayangan wajah pria yang kini jadi ayah untuk anak yang ia kandung saat ini
Dion tentu tahu tatapan mata istrinya yang mengisyaratkan sebagian hatinya sudah benar-benar pergi darinya "mas gak bisa melepaskanmu Cindy walaupun kadang terbesit beberapa kali di pikiran mas untuk menyerah dan membiarkan kamu bersama Kak Alvian tapi rasanya..." Dion mencengkeram dadanya dengan kuat "mas gak ikhlas kehilangan kamu di hidup mas" ungkap Dion dari dasar hatinya yang terdalam
Cindy memeluk Dion "maaf mas, maaf" ucap Cindy lagi "maafin aku membuat jarak antara kamu dan kak Alvian dan maafin Cindy membuat kalian terluka, aku memang wanita jahat dan tidak tahu diri" ungkap Cindy menyesali kelakuannya yang membuat hubungan persaudaraan Dion dan Alvian merenggang
Dion kembali menyembunyikan wajahnya di pangkuan Cindy "ini bukan sepenuhnya kesalahan kamu sayang, tapi ini semua adalah karma yang harus mas jalani" Dion makin menangis kencang dalam pangkuan Cindy "andai mas tak punya niat buruk untuk memaksakan cinta wanita yang jelas tidak menaruh hati pada mas mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini" sungguh sulit saat ia akan berucap dan suaranya serasa tercekat di tenggorokan
Dion mendongak masih dalam keadaan menangis sesenggukan dan menatap sendu ke arah istri sahnya itu
"andai mas bisa menghargai perjuangan kamu agar bisa setara dengan mas dan terus mengusahakan pernikahan kita agar bisa tetap berjalan, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini" Dion sungguh merutuki kesalahannya yang mengabaikan istrinya selama ini padahal Cindy dulu selalu berusaha mendekati Dion dan mengusahakan pernikahan mereka berjalan dengan baik tapi lagi-lagi karena egonya yang terlampau tinggi Dion selalu membuat Cindy jauh darinya dan mendekatkan Cindy pada kakaknya
"kita menikah dulu karena mas, kamu berhubungan dengannya juga karena mas, tapi saat kamu mulai melepaskan mas malah mas yang gak sanggup melepaskan kamu" ungkap Dion sadar akan kesalahannya
"mas" suara Cindy sungguh berat saat berucap kelanjutan kata yang ingin ia ucapkan
"apa kamu mau bersama kak Alvian" tanya Dion dengan saura beratnya
Dion menggigit bibir bawahnya terlihat ia berusaha begitu keras untuk berucap itu "aku akan bicara sama kak Alvian jika kamu sungguh ingin bersamanya" Dion menundukkan wajahnya tak sanggup menatap wajah istrinya
Cindy menggelengkan kepalanya dan menangkup wajah Dion dengan kedua tangannya "apa mas mencintai Cindy" tanya Cindy
Dion langsung mengangguk "tentu saja mas mencintai kamu, bahkan mas gak masalah menjadikan keponakan mas jadi anak kandungnya mas" jelas Dion
__ADS_1
"kalau gitu tolong bersabar ya mas, tolong bersabar sebentar lagi, kali ini Cindy benar-benar butuh waktu mengatur hati Cindy agar kembali sama mas lagi" jelas Cindy
Dion langsung memeluk Cindy dengan begitu erat "tentu mas akan sabar, mas akan menunggu hati kamu kembali ke mas lagi" balas Dion