
Lanjutan...
Ash mendekati Shena lebih dekat, bahkan jarak mereka sangat dekat saat ini.
"Suasana di sini sangat bagus untuk melakukan ritual suami istri. Kita akan mengeluarkan banyak keringat. Sebab itu, Aku mengajakmu kemari."
Ash terkekeh melihat bahu gadis itu menggigil. Pasti gadis itu membayangkan apa yang dikatakannya barusan.
"Dengar Paman!! Aku tidak pernah menganggap pernikahan aneh ini adalah pernikahan ku. Jika saja aku tidak menghormati sosok ayahku dalam hidupku, Aku tidak akan ingin dipaksa menikah denganmu, dan jangan pernah bermimpi untuk menjalin hubungan suami istri denganku, karena aku tidak pernah menyukai pria asing dan mesum sepertimu."
"Pidato yang sangat bagus." Ash mendekat, sampai deru napas mereka terdengar.
Shena semakin khawatir jika pria itu bertindak di luar keinginannya. Tapi ternyata tidak, Pria itu mengelus lembut surai Shena yang dicepol ke atas.
"Sayangnya, Ayahmu menyukaiku. Dan.. Pria asing ini memiliki nama. Oh iya, aku lupa memperkenalkan diriku, karena pertemuan kita yang sangat singkat dan kau pasti hanya mendengar namaku sekilas."
"Namaku Ash Dariel Vinson." Jemarinya bergerak menulis namanya di punggung Shena.
"Kau bisa memanggil ku Ash atau Ash Vinson." Imbuhnya lagi.
Lalu, Kembali berkata tepat mendekat di telinga Shena.
"Ingat!! Ash Vinson!! Karena kau perlu meneriaki namaku nanti di atas ranjang." Ujarnya, berakhir meniup tengkuk Shena yang membuat si gadis merinding.
"Aku akan menunggumu di kamar." Ujar Ash setelahnya ia naik ke atas kolam dengan meninggalkan Shena yang masih ada di bawah kolam.
Hati Shena mencelos. Jantungnya terasa akan jatuh dari tempatnya, sampai suara tertutupnya pintu menandakan pria itu sepertinya sudah keluar dari kamar, membuatnya bisa mengambil napas dalam-dalam seolah baru saja dapat cekikan.
10 menit kepergian Ash, membuat Shena jengah. Badannya memanas menahan amarah dan kesal. Shena tidak tahan, dia beranjak keluar dari kolam air, memakai bathrobenya dan masuk ke dalam kamar untuk memakai pakaiannya. Dan setelah itu, ia berjalan keluar kamar untuk pergi ke tempat lainnya mewanti jika Ash datang kembali.
Di luar tepat dihadapannya kolam renang dengan suasana terbuka dan udara dingin malam menusuk mungkin tempat yang tepat untuk Shena mendinginkan diri. Di tambahnya suhu udara dingin di ruangan terbuka. Shena meringkuk merasakan serangan dingin yang tentunya menghilangkan hawa panas dalam tubuhnya.
45 menit setelah kepergiannya dari ruang perendaman, Ash menunggu kedatangan Shena di kamar mereka. Dan percayalah, Ash kembali ke kamar dengan membawa suatu hiasan yang menghias kamar untuk mereka berdua. Setelah tahu Shena tidak ada di dalam dan pasti berada di luar, Ash bisa lebih fokus menghias ranjang dan kamar itu dan setelah Shena kembali akan menjadi sebuah kejutan. Terniat memang. Itu artinya Ash ini benar-benar akan membuat Shena nyaman dan mencintainya.
Selama 45 menit berlalu dan Ash menunggu, Shena tidak juga masuk ke kamar mereka berdua.
"Kemana gadis nakal itu?!" Gundah Ash melihat istrinya belum menampakkan batang hidungnya juga.
__ADS_1
Ash beranjak keluar kamar mencari Shena.
Di ruang terakhir mereka berpisah yakni di dalam kolam air panas, Ash melihat ruangan itu telah kosong. Ash mencarinya ke ruangan lain. Mustahil jika Shena keluar Hotel. Karena Ash sudah memblokir semua pintu akses hotel, terkecuali pintu menuju kamar mereka.
"Shena-yaa!! Kau di mana?!" Teriak Ash mencari dengan perasaan khawatir.
"Shenaaaa!!"
"Shena Ash Vinsonn!!
"Shena Myles!!!"
Segala nama Ash sebut untuk menemukan istrinya yang menghilang.
Dilihatnya ruangan terbuka dengan pencahayaan terang yang di depannya terdapat kolam renang, Karena ruangan lain kondisi lampunya mati. Ash mencoba membuka pintunya, Tapi terkunci. Ash berulang kali berteriak memanggil nama Shena, menggedor-gedor pintu sekeras mungkin, tapi tidak ada jawaban dari dalam. Ash berlari kemeja resepsionis untuk mengambil kunci cadangan. Karena semua pintu di hotel ini dibuatnya sangat khusus, sehingga tidak bisa dirusak dengan tenaga manusia sekalipun.
Akhirnya pintu pun berhasil terbuka.
"SHENAA!!"
Pekik Ash sangat terkejut saat berhasil masuk ke dalam.
"Kau ini bodoh atau bagaimana, sih?!"
Salahkan mulut Ash yang tidak bisa mengontrol kata pedasnya pada istrinya sendiri.
"Kau malah tidur di sini. Ayo cepat bangun dan kembali ke kamar!" Ajak Ash demikian awalnya.
Namun, Seketika Ash sangat panik saat melihat Shena menggigil memeluk dirinya sendiri. Wajahnya pucat, bibirnya berdarah karena digigitnya menahan dingin.
Dengan cepat Ash menggendong Shena dan menceburkan dirinya dan Shena ke kolam air panas yang terdapat di samping kolam renang. Di dalam air, Ash mengusap pipi Shena yang dingin, merenggangkan tangan dan kaki Shena yang hampir membeku.
"Shena-yaa!! Kau bisa mendengar ku?!" Ingin sekali Ash menanyakan hal itu, namun apa daya hanya bisa dalam hati karena saat ini ia sedang berada di dalam air yang membuat tidak bisa membuka suaranya sendiri.
"Hngg.. hh.. ding.. hh.. in..." Terdengar suara lirihannya Shena samar di dalam air.
Sepertinya mereka sama-sama menahan napas. Bibir Shena menggigil, berkali-kali menggigit bibirnya yang sudah berdarah untuk menahan dingin. Ash dengan lembut mengusap bibir Shena, mengusap darah yang sudah mengering tapi terbuka lagi dan berdarah karena gigitan Shena.
__ADS_1
Ash mendekatkan wajahnya. Sebelah tangan mengusap lembut pipi Shena, Kemudian bibirnya mencoba meraup bibir bawah Shena. Bibir mereka saling bertemu dan menempel. Ash menghisap darah yang mengalir di bibir Shena, hanya untuk menghentikan pendarahan di bibirnya. Tidak berniat buruk untuk melakukan lebih dari hal tersebut. Shena kecolongan!!
Setelah keadaan Shena yang sudah mulai membaik dan dirasa tubuhnya tidak dingin membeku, Ash membawa Shena naik ke atas permukaan.
Saat itu juga ia tidurkan di teras pinggir kolam. Ash malah kembali panik karena Shena belum sadarkan diri juga, maka Ash langsung melakukan Resusitasi dengan menekan-nekan dada Shena untuk mengeluarkan air yang bisa saja masuk ke paru-parunya.
Tetap saja usahanya itu gagal dan tidak menunjukkan reaksi apapun. Tanpa berpikir panjang lagi Ash langsung mendekatkan wajahnya pada Shena untuk memberi napas buatan. Dan akhirnya Berhasil, Air kolam yang sempat masuk itu keluar dengan memuncrat ke wajah Ash yang masih berusaha memberi napas buatan. Hal itupun diselingi dengan sadarnya Shena. Untuk kedua kalinya, bibir Shena kecolongan!
Ohokk... Ohokk..
Shena terbatuk-batuk saat sadarkan diri. Ia bangkit untuk duduk dalam keadaan lemah.
"Kau merasa cukup baik, Hah?" Tanya Ash dengan wajah khawatirnya.
Shena tidak menjawab karena ia terus terbatuk-batuk.
"Beginilah jika tidak menuruti kata suami. Jika kau buru-buru langsung masuk kamar, Kau akan berkeringat dan merasa enak, tidak kedinginan dan kesakitan begini." Memarahinya karena itu adalah bentuk kekhawatiran Ash.
Ash menatap marah ke dalam manik Shena yang berkaca-kaca. Lalu, menggendong tubuh Shena untuk masuk ke dalam kamar mereka. Shena sudah merasa cukup baik, meski masih terisak.
Setelah keduanya berganti pakaian kering, Ash memberikan termometer untuk Shena apit di mulutnya. Lalu, Ash membantu Shena mengeringkan rambutnya. Shena hanya diam termangu, seperti anak kucing kecebur got yang berhasil di selamatkan.
Ketika pemeriksaan suhu tubuh selesai, Ash kemudian meminta termometernya kembali dari Shena dan mengeceknya. Didapati suhu tubuh Shena dengan 39,2° C.
"Demam mu tinggi. Tunggulah sebentar, Aku akan ambilkan obatnya." Ujar Ash bergegas ke ruangan obat di hotel serba ada itu.
Tak lama ia kembali dengan membawa obat penurun panas dan juga bubur untuk makan sebelum minum obatnya.
Setelah menyuapi Shena makan, Ash memberikan obat dan setelah selesai Ash menata ranjang dengan membongkar kembali hiasan yang ia hias sendiri itu untuk Shena dan dirinya istirahat.
"Kau ingin sendiri atau ku gendong ke ranjang?" Tanya Ash demikian.
Shena tidak menjawab, Lalu dia merangkak untuk menuju ranjang. Karena Ash begitu sangat geram istrinya itu keras kepala yang seolah tidak membutuhkan bantuannya. Ash merengkuh tubuh mungil itu dan menggendong Shena ala bridal style sampai Shena melingkarkan tangan di leher Ash. Ia bawa Shena ke atas ranjang dan membaringkannya. Sepertinya di sini Ash yang harus lebih peka!
Ash menyusul, Lalu menyelimuti Shena dan dirinya dengan selimut tebal. Mereka berada di dalam selimut yang sana.
Tapi satu selimut saja masih membuat Shena menggigil, dengan inisiatif Ash membaringkan tubuhnya mendekat dengan Shena. Ia rengkuh tubuh itu sampai memeluk wanitanya. Dan Shena sangat merasakan kenyamanan dan kehangatan sampai ia menenggelamkan kepalanya di dada bidang Ash dan tangannya pun melingkar di tubuh hangat suaminya.
__ADS_1
Shena tidak bisa egois dan juga gengsi saat ini. Ia juga tidak bisa banyak bertengkar dan terus saja berdebat dengan Ash kali ini karena ia benar-benar begitu lemah. Hingga mereka berdua tertidur saling berpelukan!