Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 3


__ADS_3

Nazhief dan Dahlia masih memandangi kepergian Mark yang makin lama makin menghilang sebab Mark sudah berjalan keluar gerbang apartemen mereka


saat menyadari Mark sudah pergi, Dahlia langsung saja menggeser tangan Nazhief dan berjalan ke dalam unit apartemennya dengan langkah cepat


"tunggu Dahlia" teriak Nazhief mengejar langkah kaki Dahlia yang sudah akan naik LIft


Dahlia dengan cepat memencet tombol lantai apartemennya agar bisa menghindar dari Nazhief


"srak" Nazhief menahan pintu lift yang akan menutup dengan satu tangannya "kenapa kau menghindari ku" tanya Nazhief


"ti... dak" kilah Dahlia


"kalau tidak kenapa sekarang kau lari" tanya Nazhief penuh penuntutan


Dahlia mengalihkan pandangannya ke arah lain tak berani menatap Nazhief "aku hanya lelah jadi pengen cepat pulang" kilah Dahlia


"oke" Nazhief tak ingin melanjutkan pertanyaannya sebab ia tahu kalau Dahlia sedang gugup karena dirinya


Nazhief berdiri di samping Dahlia menatap lurus ke arah pintu lift "kalau merasa tidak nyaman denganku hanya karena aku menciumu saat itu bilang saja, aku akan menjaga jarak denganmu dan memberi batasan yang jelas jika kau tak nyaman" ucap Nazhief


Dahlia menoleh ke arah Nazhief "apa maksudmu" tanya Dahlia


"aku akui salah jika menciummu begitu saja padahal kita tak ada hubungan apa-apa dan hanya berteman, tapi apa yang ku lakukan hanya ingin memberikan sebuah penegasan kalau aku pria normal dan bukan tidak bisa kehilangan kontrol jika terus kau perlihatkan tubuh yang harusnya kau tutupi dan kau jaga. Kau mempertontonkannya padaku dengan mudahnya padahal sudah sering aku peringatkan hal itu padamu" Nazhief menghela nafas panjang  sebelum melanjutkan pembicaraannya


"saat aku menanggapi hal yang kau hidangkan dengan cara menghindari ku, aku hanya bisa minta maaf. Maaf jika aku menyinggung mu" ucap Nazhief


"trriiing" pintu lift terbuka dan Nazhief langsung keluar pintu "tidak perlu lagi memasak untukku, aku bisa mengurus diriku sendiri, untuk itu jangan pulang malam yang mana bisa membuatmu dalam bahaya" Nazhief  berjalan dengan cepat menuju unit apartemennya


Dahlia diam mematung mendengar ucapan Nazhief yang masih belum bisa di pahami dengan baik oleh Dahlia "maksudnya apa" gumam Dahlia masih belum paham maksud dari ucapan Nazhief


***


*Seminggu kemudian *

__ADS_1


Dahlia berjalan ke meja makan untuk makan malam "kenapa makanannya masih banyak ya" gumam Dahlia


beberapa hari ini masakannya tidak pernah habis dan Dahlia merasa janggal sebab biasanya masakannya selalu habis jika jam segini "apa Nazhief tidak makan ya" Dahlia keluar unit apartemennya dan berjalan ke arah kamar Nazhief


Dahlia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu tapi ia urungkan "kenapa aku ke sini ya" Dahlia merasa ragu untuk mengetuk pintu dan segera berbalik


"ah masuk saja" Dahlia memutar kembali tubuhnya dan menekan bel pintu apartemen Nazhief


lama Dahlia menunggu tapi tak kunjung di buka oleh Nazhief padahal Dahlia sudah menekannya selama 5 menitan "apa dia tidak di rumah" Dahlia mencoba menekan sandi pintu apartemen Nazhief dari yang terakhir ia tahu


"tuing ceklek ceklek ceklek" Dahlia mencoba membuka pintu tapi pintu Nazhief tidak terbuka


"dia mengganti sandi apartemennya" gumam Dahlia


pikiran Dahlia menerawang kejadian satu minggu yang lalu saat Nazhief memintanya berhenti memasak untuknya dan Nazhief akan menjaga jarak dengannya "apa dia menghindari ku" gumam Dahlia merasa begitu sesak saat  mengingat pembicaraan terakhirnya dengan Nazhief "dia ingin menjauhiku" gumam Dahlia


Dahlia jatuh terduduk dan menangkupkan wajahnya di kedua lututnya "hiks hiks hiks hiks" Dahlia menangis begitu saja saat ia paham jika makanannya yang tak pernah habis karena Nazhief tidak pernah datang ke tempatnya lagi untuk makan


"kok kamu menghindari aku sih" tangis Dahlia pecah ketika mengingat tidak akan bersama lagi dengan Nazhief " bukan maksudku menghindari kamu Nazhief, kok kamu tega banget hindarin aku sih" tangis Dahlia pecah begitu saja mengingat Nazhief yang berusaha menghindarinya


"Nazhief" dahlia langsung menghambur memeluk Nazhief "kamu beneran mau hindarin aku" Dahlia makin mengeratkan pelukannya dan menangis di dalam dada bidang Nazhief


"kan kamu yang gak nyaman dengan kehadiran aku jadi dari pada kamu pulang malam terus mending aku gak usah nampak di depan mata kamu, aku bisa kok beli makan, gak masak gak akan buat aku mati" tukas Nazhief dengan entengnya


"aku gak ada niat hindarin kamu kok, bukan itu maksud aku Nazhief" elak Dahlia


"terus apa dong" tanya Nazhief


"aku tuh malu" balas  Dahlia dengan suara lirih


"apa" Nazhief tidak mendengar jelas suara Dahlia yang masih bersembunyi di dadanya


"aku malu Nazhief" teriak Dahlia

__ADS_1


"malu kenapa" heran  Nazhief


"ya kamu cium aku gitu aja padahal itu ciuman pertama aku, mana kata-kata kamu gitu ke aku bilang kalau aku yang mancing kamu, aku kan malu Nazhief. Mana berani aku bertatapan denganmu" jelas Dahlia


"ya ampun" Nazhief mengendurkan pelukan Dahlia "kamu malu sama aku" tanya Nazhief memastikan


"iya" Dahlia mengangguk mengiyakan


Nazhief mengangkat dagu Dahlia agar Nazhief bisa menatap manik mata Dahlia lebih dekat "aku ciuman pertama kamu, kamu juga ciuman pertamaku. Kamu malu aku juga malu karena aku pikir berbuat kurang ajar padamu jadi kamu ngehindarin aku" ucap Nazhief


Dahlia menggelengkan kepalanya "kamu gak kurangajar kok, aku cuma malu ketemu sama kamu soalnya kadang kalau ketemu kamu pikiranku jadi kotor, kebayang terus kamu yang cium aku" ungkap DAhlia dengan jujur


Nazhief menyunggingkan senyumnya dan "CUP" Nazhief langsung menyambar bibir ranum Dahlia


"biar gak malu, kita kaya gini tiap hari saja" usul Nazhief


"plak" Dahlia memukul manja dada Nazhief "masa kita ciuman tiap hari, kan kita gak ada hubungan apa-apa" tukas Dahlia dengan senyum malu-malu


"berarti kalau kita ada hubungan apa-apa, mau dong aku cium tiap hari" tanya Nazhief


Dahlia mengangguk dengan senyum malu-malu seperti anak remaja yang baru merasakan jatuh cinta


Nazhief membawa Dahlia ke dalam pelukannya "kalau gitu ayo menikah denganku" tanya NAzhief


'hah" Mulut Dahlia langsung menganga lebar


"CUP" Nazhief langsung menyambar kembali bibir ranum di hadapannya


"jangan lebar-lebar, jadi pengen makan kamu tau gak" ledek Nazhief


"abis kamu, langsung ajakin nikah aku, kan Akunya masih kuliah, masih 3 atau empat tahun lagu buat nyelesain pendidikanku" balas Dahlia


"ya gak nikah sekarang juga Dahlia, kita bisa menikah nanti setelah kita bisa mengejar cita-cita kita, tapi biar lebih jelas dalam berhubungan, aku ingin mengajakmu menikah bukan hanya sekedar pacaran" Nazhief meraih tangan Dahlia dan menggenggamnya dengan erat "mau kan kamu nikah sama aku" tanya Nazhief

__ADS_1


Dahlia mengangguk "iya, aku mau" balas Dahlia dengan senyum lebarnya


"Nazhief memeluk Dahlia begitu erat, ia begitu bahagia bisa mendapatkan wanita seperti Dahlia sebagai kekasihnya


__ADS_2