
Merasa pundak di tepuk, si pria menoleh ke belakang, membuat Shena menganga terkejut.
"Tuan!!" Lirih Shena matanya seketika berbinar.
"Shena!! Kau di sini?!" Lirih pria asing itu juga.
"Tuan, Kau-..."
"Maaf Shena, Aku harus pergi."
Pria itu memotong ucapan Shena, dan pergi begitu saja.
Shena mengejar pria itu dengan tetesan air mata yang tidak terbendung.
"Tuan tunggu!! Aku ingin bicara dengan mu. Kemana saja kau selama ini? Kenapa tidak pernah menghubungi ku?"
"Maaf Shena. Aku sibuk, aku tidak ada waktu. Aku harus pergi." Ucap pria itu selalu menghindar.
"Tuan!! Apa kau tidak merindukan ku?! Aku menca-..."
"Shena aku mohon. Aku harus pergi."
"Tidak Tuan, Kita harus bicara."
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, Shena. Aku terburu-buru. Aku harus pergi."
"Aku mohon Tuan ... Kita perlu bicara."
Pria itu menghela napas.
"Baiklah..." Jawab pria itu akhirnya setuju.
Rooftop Berada...
"5 menit! Bicaralah. Aku tidak memiliki banyak waktu."
"Kenapa Tuan tiba-tiba pergi? Menghilang begitu saja, tanpa memberiku kabar?!! Kenapa Tuan tidak menemui ku setelah Tuan kembali lagi kesini? Kenapa tidak mencari ku?!"
"Shena, dengar! Hubungan kita sudah selesai." Ucapnya lembut.
__ADS_1
"Tidak. Kita belum berakhir. Di antara kita tidak ada yang mengakhiri hubungan."
"Jika begitu, Mari kita sekarang akhiri hubungan kita."
"KENAPA?!! Tuan, Aku masih mencin-..."
"Aku tidak bisa, Shena. Ku mohon mengerti."
Shena menggeleng kepala, menunduk terisak.
"Maafkan Aku. Aku harus pergi."
Shena mengangkat kepala dan menggeleng.
"Tidak!! Tuan!! Ku mohon, jangan pergi!!"
Shena menahan tangan pria itu, Namun pria itu tetap meneruskan langkahnya menghiraukan tarikan tangan Shena dari lengan dan jas nya.
"Tuan. Berhenti!! Ku mohon jangan pergi. Tuan!! hikss.. hikss.."
"Lepaskan Shena. Aku harus pergi sekarang juga."
"Tidak Tuan. Kau tidak boleh pergi.."
"Tidak. Hiks.. Tetaplah di sini. Kau jangan pergi. Hiks... Aku membutuhkan mu, Tuan."
Shena masih terus menarik lengan pria itu, mulai dari rooftop cafe yang berlantai, sampai mereka menuruni tangga, sebelum masuk lift menuju lantai bawah cafe.
Dengan sekali sentakan tangan, Shena limbung terjatuh ke lantai. Merasa tarikan tangan Shena terlepas dari lengannya, pria itu segera pergi mempercepat langkahnya. Tapi Shena tidak menyerah begitu saja, dia bangkit dan mengejar pria itu kembali. Dia berlari tanpa alas kaki menyusul, dan meninggalkan sepatu haknya di sembarang tempat. Tidak pedulikan kakinya yang sudah memar dan terluka, bersikap bodo amat dengan sakit badannya. Yang terpenting untuk Shena sekarang adalah mengejar pria itu. Entah siapa sebenarnya pria itu!
Pria itu bernama Arsenio Bagas Oliver. Ia adalah Cinta Pertama Shena, Mereka menjalin hubungan sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama. Arsenio yang sering dipanggil Arsen adalah kakak kelas Shena semasa sekolah dengan selisih 1 tahun. Bahkan sekaligus sebenarnya mereka adalah Sepupu, Namun Angkat.
Mereka menjalin hubungan selama 4 tahun hingga Kelas 10 di Sekolah Menengah Atas. Dan selama menjalin hubungan, Mereka tidak pernah sedikitpun terlihat bertengkar. Itu karena Arsen yang terlalu sabar pada Shena. Sampai pada pertengahan SMA Kelas 11 awal, Tiba-tiba Arsen menghilang tanpa kabar. Tidak ada kabar sedikitpun yang diterima oleh Shena. Berbagai tempat dan cara Shena lakukan untuk mencari cinta pertamanya. Tapi nihil keberadaannya seakan tertelan bumi selama 6 tahun lamanya.
Sampai akhirnya di pendidikan tinggi pada Semester 1 Shena bertemu Deon, Putra Keluarga Edison yang baru menyelenggarakan pelantikannya itu tak lama ini. Saat itu Deon merupakan kakak tingkatnya yang sedang menjajal semester 5, sedangkan Shena masih mahasiswa baru.
Shena mencoba membuka hati untuk Deon, Mereka terperangkap percintaan junior dengan seniornya. Sebelum pria itu mengkhianatinya dengan berkencan dengan sahabatnya sendiri, Kayra! Karena depresi dan frustasi, Pada Semester 4 pertengahan, di hari kelulusan Deon, dan juga di usianya yang menginjak 18 tahun, Shena sampai memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan tingginya lagi!
Perihal sepupu angkat, mengapa hal itu bisa terjadi?
__ADS_1
Arsen adalah anak yatim piatu yang sudah ditinggal kedua orang tuanya sejak ia berusia 7 tahun. Memori kematian orang tuanya yang mengenaskan masih terngiang di benaknya hingga saat ini yang menjadikan kenangan pahit itu tidak akan bisa ia lupakan seumur hidupnya.
Tuan Thomi, yang merupakan Paman Shena, dan ia sama sekali belum menikah hingga sekarang apalagi tidak memiliki anak. Di masa lalu, ia merasa kasihan terhadap Arsen dan satu adik laki-lakinya yang masih berusia 5 tahun kala itu, merupakan anak dari sahabatnya sudah kehilangan sang ayah dan ibu sejak kecil. Arsen tidak memiliki keluarga lain selain mereka dan mana mungkin ia hidup sebatang kara tanpa ada yang merawat di usia kecilnya. Sehingga Tuan Thomi, mengangkat Arsen dan adiknya sebagai anak angkatnya. Hubungan anak dengan ayah angkat itu masih terjalin hingga sekarang!
Di sisi lain...
Sedari tadi Ash hilir mudik mencari Shena. Sejak selesai menerima telepon, tiba-tiba Shena menghilang dari tempatnya, membuat Ash kalang kabut mencarinya.
"Kemana perginya gadis nakal itu?!" Ash mengusap wajahnya kasar.
"Tuan, Kenapa masih di sini? Kau belum pulang juga?" Tanya Dayn yang kembali ke cafe itu akibat dompetnya tertinggal, setelah di minta Ash pulang karena ia akan menggantikan Dayn bersama Shena.
"Justru itu. Aku mencari Shena. Dia tiba-tiba menghilang."
"Apaa!! Bagaimana bisa?! Bukankah tadi Nona Shena bersama dengan Tuan?!"
"Aku meninggalkannya sebentar untuk menerima telepon. Saat aku kembali, Dia sudah tidak ada."
"Lebih baik kita cari di dalam sekitar cafe. Nona pasti tidak akan bisa pergi keluar, karena penjagaan di luar sudah ku perketat sebelum pulang."
Sebelum mereka beranjak pergi, Dayn lebih dulu mengalihkan pandangan ke satu objek.
"Nona!!" Seruan Dayn membuat Ash menoleh ke arah Dayn memandang.
Shena berjalan lunglai setengah pincang dari ujung koridor. Kondisinya sangat mengenaskan, rambut lepek karena keringat, dress yang berantakan dan setengah basah karena keringat, kaki tanpa alas, dan jangan lupakan luka dan lebam membiru di kakinya. Lalu, Mata sembab, hidung memerah disertai isakan memilukan. Membuat 2 pria di ujung lorong terkejut dan khawatir dengan kondisi Shena saat ini.
Ash setengah berlari menghampiri Shena. Saat sampai, ia merengkuh wajah istrinya.
"Shena!! Kenapa seperti ini? Apa yang terjadi?" Tanya Ash terlihat dari matanya sangat khawatir.
Shena menggeleng kepala, Shena tidak mampu menjawabnya, dia hanya bisa terisak.
Ash membawa Shena ke dekapan. Dan malah membuat tangisan Shena makin keras.
Hiks... hikss...
Shena membalas pelukan Ash dengan erat.
Tidak berselang lama, masih di dekapan Ash, Tubuh Shena sedikit merosot. Nampak Shena menahan sakit di kakinya sejak tadi karena terseret-seret anak tangga tadi. Ash mengeratkan dekapan agar Shena tidak sampai terjatuh.
__ADS_1
"Tuan, Kaki Nona Shena terluka!!" Ucap Dayn yang menyadari.
Ash segera menggendong Shena dan jalan cepat menuju mobilnya.