Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Muda berpangkat tinggi (season 2)


__ADS_3

putera menepikan mobilnya di depan sebuah gerbang besar bertuliskan nama sekolah SMA Persada Bangsa "nanti tunggu kakak jemput ya, soalnya kelas kakak sampai jam 2, kamu pulang setengah 3 kan jadi paling nunggu sebentar kok" ucap putera


"sebenarnya pulang sama om revano juga gak papa loh kak"  balas qiana


"enggak, dia tuh anak di bawah umur yang ngeyel bawa motor jadi pulang sama kakak" sahut putera dengan tegas


"coba kalau kakak berani ngomong langsung ke om revano" ledek qiana dengan kekehan


putera menggaruk tengkuknya yang tak gatal "kamu kan tahu posisinya yang jadi om kita walaupun sebenarnya dia jauh lebih muda dari kakak" balas putera


"ya sudah, aku sekolah ya kak" qiana keluar mobil dan berjalan masuk ke dalam sekolahnya


qiana berjalan dengan santai menuju kelasnya. Qiana duduk di kelas 3F, kelas di mana terdiri dari banyak siswa yang cukup bandel dan memiliki prestasi kurang baik.


entah qiana yang malas atau memang tidak pintar, ia malah masuk ke kelas di mana terdiri dari para siswa yang kurang di bidang akademik padahal sheryl dan mario termasuk kategori anak pintar dan selalu mendapat juara kelas semasa sekolahnya


"pagi semua" sapa qiana pada teman sekelasnya


"pagi besti" cindy langsung menghambur memeluk qiana


"hai juga besti" balas qiana memeluk cindy teman sekelasnya


"kalian kebiasaan kaya telettubbies tau gak sih" cibir roland pada dua sahabatnya


"alah, kalau kamu bukan laki juga paling ikutan kita pelukan" sahut cindy


"cih" roland hanya berdecih mendengar ucapan cindy yang benar tapi roland terlalu angkuh dan jaga image untuk mengakuinya


"ngomong-ngomong tiara mana" tanya qiana tak mendapat keberadaan satu sahabatnya


"tadi aku samperin ke rumahnya, masih tidur dia, mamanya sudah melengking kaya bunda kamu saat bangunin dia tapi gak bangun-bangun ya sudah aku tinggal lah, nanti kalau sampai aku di panggil lagi di ambil mobilku sama papi" sahut roland kesal karena selalu di ancam orang tuanya jika beranni membuat ulah di kelas 3 ini


"taubat nih ceritanya" ledek cindy


roland menatap tajam cindy "kaya kamu gak gitu, orang tuamu juga kan ngancam ambil kartu kamu kalau sampai buat ulah di kelas 3 ini" balas roland


"hahahahaha" tawa renyah terdengar dari tiga sahabat itu "kita emang selalu di ancam biar gak bikin ulah di penghujung jalan SMA kita" cicit qiana masih dengan tawa renyahnya


"triiiiiingggg" terdengar suara bel masuk dan semua siswa duduk di tempatnya masing-masing


qiana yang duduk paling di antara kedua sahabatnya menoleh ke belakang "tiara mana ini, bisa kena poin lagi dia kalau ketahuan telat" ucap qiana pada kedua sahabatnya

__ADS_1


roland dan cindy yang duduk berdampingan dengan terpisahkan oleh satu orang yang duduk di tengah mereka mengedikan bahunya dengan kompak "gak tahu" balas cindy dan roland dengan kompak


"selamat pagi anak-anak" sapa seorang pria berbadan tegap masuk ke dalam kelas 3F


"pagi pak" balas para siswa


"bapak langsung absen ya" guru tersebut langsung mengabsen nama muridnya secara berurutan


sampai tiba nama qiana, tiara masih saja belum kelihatan membuat ketiga sahabat itu menjadi panik


"roland ainsley" panggil guru


"hadir pak" roland mengangkat tangannya sebagai tanda kehadirannya


setelah itu pak guru memanggil nama setelah roland dan baru giliran tiara " Tiara barayev" panggil sang guru


"hadir pak dion" balas tiara dengan senyuman


guru yang sedang mengabsen kelas 3F bernama Dion Austin xander mendongak menatap tiara yang duduk di bangku paling belakang "gak telat lagi" tanya dion


"enggak lah pak, nanti bapak kasih saya poin minus lagi" balas tiara dengan senyum simpulnya


sungguh kehadiran tiara saat di absen membuat roland, cindy dan qiana bernafas lega karena tiara bisa ada di dalam kelas walaupun entah bagaimana caranya


"triiiiing" terdengar suara bel istirahat


"baik, bagi yang belum selesai mengerjakan tugas yang saya berikan, bapak tunggu sampai jam masuk kelas nanti" dion pamit keluar ruangan kelas 3F dan berjalan menuju kantor


melihat dion yang sudah keluar, qiana berjalan ke arah tiara yang duduk paling belakang di ikut kedua sahabatnya yang lain


"kamu kok sudah ada di sini gimana ceritanya, perasaan waktu namaku di panggil kamu belum ada" tanya qiana


"tuh" tiara menunjuk dengan matanya ke arah jendela tepat di sebelahnya


"emang hebat kamu tiara" roland mengacungkan dua jempolnya ke arah tiara yang menurutnya begitu hebat


"yuk jajan ke kantin" ajak cindy


"bentar, satu soal lagi terus kita ke kantin" tiara begitu cepat mengerjakan tugas dion dan entah itu asal atau memang dia bisa mengerjakan


"kamu sebenarnya hebat loh tiara, gak pakai caranya tapi tahu jawabannya" ucap qiana yang takjub akan jawaban tiara yang benar semua

__ADS_1


"percuma jawabannya benar, pak dion kan minta pakai caranya " sahut roland


"yang bikin aku salut tuh qiana, dia ngerjainnya bener pakai cara bener juga tapi sengaja di salahin di akhir dan selalu kasih satu jawaban bener" ucap tiara tentang kebiasaan qiana


"aku tuh yang salut sama kalian bertiga" sahut cindy memandang ketiga sahabatnya, kalian pintar tapi gak mau nunjukin pintar kalau aku sudah berusaha tapi otaku gak pintar-pintar" ucap cindy menggelengkan kepalanya melihat kelakuan tiga sahabatnya


"malas aja kalau di bilang pintar nanti di suruh masuk perusahaan" balas roland


"aku mah males ribet nulis" sahut tiara


"aku mah males nanti di suruh ajarin adik-adikku kalau di bilang pintar" sahut qiana


"udah ah, yuk makan" ajak cindy


ke empat sahabat yang sering di panggil dengan geng "langgas".


di sebut langgas karena hidup mereka terlalu santai dan bebas tidak ingin terikat dengan apapun


geng langgas duduk di kursi yang biasa mereka tempati " qiana, lihat deh kelakuan om kamu" tiara melirik ke arah revano yang menyebar rayuan maut


"ini nih gara-garanya yang bikin aku harus rutin ke rumah kakek dan nenek" qiana melangkah lebar ke arah revano


"asyik ya" ucap qiana dengan suara setengah meledek


revano menoleh ke arah qiana "eh princess" sapa revano dengan senyum lebarnya


"gak usah sok manis om" qiana langsung menjewer revano dan menariknya ke kursi di mana teman-temannya berada


"jangan KDRT sama om sendiri, kamu lupa ya kalau pangkat om jauh lebih tinggi" ucap revano kesal tapi tetap duduk di samping qiana


"makanya jangan kebanyakan ulah, masih muda juga pacaran melulu, kak putera gak gitu kok sampai sekarang pacaran aja gak" balas qiana yang membanggakan putera


"dia kan anak jaim, jangan samain sama om kamu yang seorang petualang cinta" balas revano membanggakan dirinya


"dasar" qiana langsung menggeplak kepala belakang revano


"mba princess" sapa damian menghampiri qiana dan teman-teman qiana


qiana menatap tajam damian "bisa gak, kalau manggil princess gak pakai mba, aneh tau damian.... " kesal qiana yang di panggil mba tapi dengan embel-embel princess


"ya kan mba itu princess di keluarga besar kita, jadi benar dong aku manggilnya mba princess kan damian adiknya mba qiana" balas damian dengan santainya

__ADS_1


"kamu tuh enak banget qiana, keluarga besar kamu semuanya laki-laki keren, dan kamu jadi wanita satu-satunya" ucap cindy yang takjub kak paras saudara laki-laki qiana yang begitu tampan walaupun kebanyakan dari mereka masih muda


__ADS_2