Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 10


__ADS_3

Salma menemani Bunda Laras datang ke Rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya "gimana dok keadaan nyonya Laras" tanya Salma pada Dokter Kamila, salah satu dokter yang ada di rumah sakit keluarga Kennedy dan Hendrawan itu


Dokter Kamila menghela nafas panjang "saya kan sudah bilang ke kamu terakhir kali kalau nyonya Laras harus rileks dan tidak boleh banyak pikiran " ucap Dokter Kamila dengan nada tak bersahabat


"jangan salahin Salma Kamila, ini sama sekali bukan kesalahan Salma, aku kesal bukan karena Salma tapi karena Edzar jadi stop salahin salma " tegur Bunda Laras


Dokter menoleh ke arah Bunda Laras yang masih berbaring di brangkar "aku tahu kalau bukan salah salma tapi kan setiap kamu ke sini sama dia, ya sudah aku marahin dia saja" balas Dokter kamila dengan santainya


"marahin aku saja, gak usah orang lain kamila" pinta Bunda Laras


"kalau aku marahin kamu yang ada aku di pecat sama salah satu pemegang saham rumah sakit ini" sungut Dokter Kamila yang tahu betul kalau karirnya akan tamat jika sampai memarahi istri salah pemilik saham terbesar di rumah sakit tempat ia berkerja


"maafin saya dokter, saya akan ingetin tuan Edzar untuk jaga ketenangan nyonya Laras dan jangan nambah beban pikirannya" ungkap Salma merasa bersalah akan keadan bunda Laras padahal jelas kalau ini bukanlah kesalahan Salma


"baiklah, saya pegang ucapan kamu " Dokter kamila menelpon seseorang dan meminta membawakan obat untuk Bunda Laras dengan segera


Dokter Kamila meletakan kembali pesawat telponnya dan menatap lurus ke arah Bunda Laras "mau cerita sama aku ada masalah apa" tanya Dokter Kamila yang ingin tahu ada permasalahan apa sampai membuat Bunda Laras terkena tekanan darah tinggi


"hanya kecewa saja dengan Edzar yang masih beerhubungan sama wanita tidak tahu diri itu" balas Bunda Laras


dengan kesal


"maaf nyonya kalau saya menyela" Salma menghentikan pembicaraan Bunda Laras  " tuan Edzar gak ada hubungan apa-apa lagi kok sama wanita jelmaan itu bahkan biasanya saya yang hadapin dia saat dia datang, cuma karena saya kurang nakutin kali ya sampai dia masih berani buat datang ke kantor dengan tidak tahu malunya padahal sudah berkali-kali saya usir" jelas Salma


Bunda Laras memicingkan matanya ke arah Salma "jangan coba bela bos kamu ya Salma, saya gak akan meredakan amarah hanya karena pembelaan kamu" tegas Bunda Laras


"saya gak belain tuan kok nyonya, saya beneran kok yang selalu halau gadis jelmaan itu datang cuma dasar wanita itu bebal saja, saya bilang kalau saya ini calon istrinya dia masih gak percaya, malah bilangin saya pembohong karena gak ada berita pertunangan atau pernikahan antara saya dan tuan jadi dai bisa ambil kesimpulan itu" jelas Salma


Bunda Laras mencium bau-bau sesuatu yang masih jadi bayangannya saat ini "Edzar tahu kalau kamu bilang ke Lea kalau kamu ini kekasih Edzar ke Lea" tanya BUnda Laras

__ADS_1


"tahu kok nyonya, orang kadang saya ngomongnya teriak-teriak pas usir dia, bahkan saya juga pernah nanya pendapat beliau dan tuan Edzar bilang gak masalah, katanya saya bebas bilang ke semua orang kalau dia milik saya" balas Salma dengan polosnya


Bunda Lara menyunggingkan senyumnya  setelah mendengar penjelasan Salma yang kini sudah jelas bahwa pikirannya itu benar  "beneran " ulang Bunda Laras


"benar nyonya, berani sumpah deh" Salma mengangkat tangannya membentuk huruf V


"saya percaya" balas Bunda Laras mengusap kepala Salma


Bunda Laras mengambil ponselnya untuk menghubungi Edzar "kamu benar tak ada hubungan apapun dengan Lea" tanya Bunda Laras langsung pada intinya saat panggilannya tersambung


"beneran bun, Edzar gak ada niatan sedikitpun untuk menjalin hubungan dengan Lea, kalau bunda gak percaya tanya James kalau tadi aku minta dia untuk bawa Lea ke kantor polisi dan nuntut dia dengan pasal berlapis, gak mungkin kan kalau ada hubungan di antara kita tapi aku yang nuntut Lea" balas Edzar


Bunda Laras bisa bernafas lega akan pikiran buruk yang selama ini ia ras tidaklah benar "awalnya bunda gak percaya sama kamu tapi setelah mendengar penjelasan Salma  tentang dia yang selalu menghadapi Lea, bunda percaya sama kamu saat ini " balas Bunda Laras


Edzar menggaruk tengkuknya yang tak gatal "Edzar hanya merasa lucu saja saat melihat Salma berteriak kalau saya ini miliknya bun" aku Edzar yang sadar kalau bundanya pasti sadar bahwa yang Edzar suka adalah Salma dan bukannya orang lain


"harusnya kamu bilang hal ini ke bunda biar bunda gak salah paham sama kamu" kesal  Bunda Laras


"iya sih, emang benar itu" Bunda Laras setuju akan hal itu


mendengar suara bundanya yang sudah melembut membuat hati Edzar menjadi tenang "jadi bunda gak marah lagi sama Edzar lagi" tanya Edzar dengan penuh semangat


"bunda gak akan marah sama kamu dengan satu syarat" ucap Bunda Laras


"apa itu bunda, Edzar pasti akan lakuin itu asal bunda gak marah sama Edzar lagi " balas Edzar


"bawa menantu bunda ke rumah dan kenalkan ke bunda dan ayah secepatnya" pinta Bunda Laras


"tapi bun..." Edzar merasa ragu akan permintaan bundanya apakah bisa ia tepati atau tidak

__ADS_1


"kamu yakin dengan dia gak" tanya bunda Laras memastikan hati Edzar


"yakin lah bun, bunda pikir dua tahun belum membuat Edzar yakin sama Salma" balas Edzar dengan yakinnya akan perasaannya pada Salma


"ya sudah, segera bawa dia ke rumah dan kenalin sebagai calon menantu bunda secepatnya " tukas Bunda Laras segera mengakhir panggilannya


"itu tuan Edzar nyonya" tanya Salma setelah Bunda Laras mengakhiri panggilannya


"iya, ini Edzar" balas Bunda Laras


"tadi kok Nyonya bahas tentang menantu, menantu yang mana ini nyonya " tanya Salma yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya


"Edzar bilang ada wanita yang ia suka dan itu bukan Lea jadi saya minta Edzar untuk buktiin dengan bawa wanita itu pulang ke rumah" balas Bunda Laras


"hah" hati Salma serasa tertusuk ribuan jarum "tuan sudah ada wanita yang di suka" tanya Salma memastikan apakah pendengarannya benar dan tidak salah


"katanya sih ia, tapi saya belum percaya kalau Edzar belum bawa wanita itu ke rumah, nanti tunggu saja apa dia jujur atau bohong ke saya " balas Bunda Laras


"nyonya tahu siapa wanita itu" tanya Salma lagi yang entah kenapa jadi makin penasaran siapa wanita yang membuat hati tuannya bergetar


Bunda Laras menyunggingkan senyumnya melihat raut wajah salma yang tiba-tiba saja serasa mendung dan berkabut "belum di bawa ke rumah mana saya tahu Salma" balas Bunda Laras dengan kekehan


"iya juga nyonya" Salma memaksakan senyumnya mendengar hal yang entah kenapa terasa menyakitkan buatnya


"ayok pulang Salma, saya segera ingin istirahat" ajak Bunda Laras


Salma ikut pulang ke rumah keluarga Kennedy bersama sopir yang mengantar dirinya dan Bunda Laras tadi, walau hanya sekedar memastikan Bunda Laras pulang ke rumah dengan selamat "saya langsung pulang ya nyonya, sudah sangat malam" pamit Salma saat mobil yang mereka tumpangi terparkir sempurna di halaman rumah besar keluarga Kennedy


"tunggu sebentar" Bunda Laras  menahan tangan Salma untuk  tidak pulang

__ADS_1


"breeemmmm" mobil Edzar mulai memasuki pelataran rumah keluarga Kennedy


"itu Edzar pulang, biar dia yang antar kamu" ucap  bunda Laras menunjuk Edzar yang baru keluar mobil dengan dagunya


__ADS_2