Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Extra part 21


__ADS_3

Hari demi hari Sia lalui dengan hati bahagia dan begitu nyaman, tak beban lagi yang membuat hari-harinya begitu sulit walau kini kedua orang tuanya memilih tinggal di kampung setelah menjual perusahaan yang selama ini di rintis ayahnya, sedangkan dirinya hanya tinggal di kamar kost sederhana, Sia sama sekali tak masalah dengan itu


hampir tiap hari ia berjalan kaki untuk ke kantor sebab ia memilih tempat kost yang tak jauh dari perusahaan tempat ia bekerja agar mengurangi budjet pengeluaran


Sebenarnya bisa saja Sia memilih tinggal di rumah orang tuanya sebab rumah orang tuanya dan perusahaan abraham group cukup lah dekat dan hanya 15 menit jika berkendara dengan mobil


tapi lagi-lagi ia memilih tidak, dan malah meminta orang tuanya menjual rumah itu lalu meyimpan uang hasil penjualan rumah untuk berjaga-jaga


jika di tanya untuk apa, mungkin untuk hari ini.....


"bagaimana bisa kamu bercerai dari Andreas, Sia" tanya Kevin tak habis pikir dengan Sia yang ternyata sudah resmi bercerai, dan ia baru tahu setelah orang tuan Sia memberikan sejumlah uang, yang katanya adalah modal dari kevin dulu untuk Beni, ayah dari Sia


"aku bercerai dengan persetujuan mas Andreas yah, dan aku pikir lima tahun sudah cukup untuk ayahku membalas budi pada ayah" Sia menatap lurus ke arah Kevin


" aku sudah rela melayani semua kebutuhan Andreas tanpa bayaran, dan menurutku itu jauh lebih dari kata cukup, bahkan semua dana investasi ayah ke perusahaan ayah selama ini sudah ayahku kembalikan bukan, jika menurut ayah masih kurang aku akan menambahkannya" balas Sia dengan berani


"kenapa kamu setega ini Sia, kurang baik apa ayah sama kamu, kamu mau apapun ayah berikan, ayah juga menguliahkanmu sampai selesai dan kamu bebas menikmati semua fasilitas yang ayah berikan pada Andreas, bahkan semua barang-barang yang ayah berikan tidak pernah ayah hitung karena ayah sayang sama kamu sia " Kevin menatap penuh kecewa ke arah Sia


Sia tersenyum kecut ke arah Kevin "tolong di koreksi ayah, aku sama sekali tidak pernah meminta apapun dari ayah, tidak pernah" tegas Sia pada ayah mertuanya "aku kuliah dengan hasil dari beasiswa karena aku tidak pernah menerima uang seperpun dari mas Andreas, bahkan uang belanja pun tidak pernah sama sekali" sia menunjuk dadanya "aku hanya memasak jika mas Andreas mengisi kulkas di rumah dengan makanan, jika tidak makan aku makan di luar rumah dan itu uang hasil aku kerja paruh waktu dan jika ayah tanya kemana semua barang yang ayah kasih, jawabannya masih ada di rumah mas Andreas, Sia hanya pakai saat ayah meminta untuk melihat atau saat Sia harus menemani mas Andreas ke suatu acara. Jadi sia minta tolong dengan ayah untuk tidak mengatakan aku menantu yang tidak tahu diri karena selama menikah dengan mas Andreas, sama sekali aku tidak pernah memakai uang Andreas untuk keperluan ku" jelas Sia dengan panjang lebar

__ADS_1


"apa" kevin tak percaya dengan semua yang di ucapkan sia "jangan bohong sia " bentak kevin karena ia ingat betul saat awal menikah dengan Andreas, Kevin pernah memberikan kartu dan Kevin pernah melihat notifikasi dari ponselnya bahwa Sia menarik sejumlah uang dari sana


Sia tersenyum simpul seolah tahu apa yang ada dalam pikiran kevin " jika ayah tanya kemana uang yang dulu pernah aku ambil jawabannya aku kembalikan pada istri ayah karena beliau menagihnya pada saya, dia bilang pada saya kalau saya tidak ada hak sama sekali untuk menerima uang dari ayah jadi saya bekerja paruh waktu dan memberikan semua gajih saya untuk menggantunya setiap bulan, dan kalau anda tidak percaya, ayah bisa cek sendiri sebab Sia mengirimkannya melalui rekening Sia jadi ada catatannya dengan jelas" balas Sia


"apa istri saya meminta kembali semua uang yang di kasih ke kamu" tanya Kevin


Sia mengangguk mengiyakan "tapi jika ayah bertanya alasan kenapa aku bercerai jawabannya bukan ini, aku meminta bercerai karena dia tidak mencintaiku, mas Andreas cinta orang lain yah bukan aku jadi buat apa aku bertahan. sudah cukup aku bertahan di rumah itu sebagai istri yang hanya ada di atas kertas selebihnya aku hanya perawatnua saja yang harus mengurus dia setiap dia sakit dan saat dia sembuh dia akan kembali bermain dengan kekasihnya. Lima tahun cukup melelahkan yah, aku hanya manusia biasa" jelas Sia


Kevin serasa tertampar dengan kenyataan yang ia dengar "maafkan ayah Sia, ayah gak tahu itu" lirih kevin dengan sejuta penyesalnnya


"ayah bukannya tak tahu tapi tak mau tahu, yang ayah mau hanya anak ayah ada yang mengurus" balas sia dengan telak


Kevin diam termenung "apa aku sekejam itu pada anak Beni" gumam Kevin mulai menyadari kesalahannya karena kevinlah yang kekeh menjodohkan Andreas dan Sia padahal jelas keduanya menolak tapi kevin tetap memaksa dengan sebuah ancaman baik untuk Andreas maupun untuk Sia


Sia mengelus dadanya lega "Akhirnya selesai" Sia merasa begitu plong seusai keluar restoran tempat ia bertemu dengan kevin setelah di hubungi siang tadi


Sia sudah lega jika Kevin sudah tahu, kali ini dia tidak akan was-was lagi jika bertemu kevin, sebab ia keluar dari keluarga Murtada dengan langkah terhormat tanpa pernah mengambil sepeserpun uang dari keluarga itu sehingga ia bisa mengangkat kepalanya tegak saat bertemu dan tidak ada yang bisa menghinanya lagi dan mengatakan doa adalah wanita gila harta


"drrrrtt" ponsel Sia bergetar dan buru-buru sia mengangkatnya

__ADS_1


"Ada Mas Damian" tanya Sia saat panggilannya tersambung tersambung


"sudah bertemu dengan om kevin" tanya Damian yang tahu kalau Sia akan bertemu dengan kevin hari ini sebab awalnya Damian mengajak sia untuk makan malam bersama tapi Sia menolak dengan alasan bertemu dengan mantan ayah mertuanya


"sudah mas, dan semuanya sudah selesai, Sia lega sekali. Sekarang tinggal ngasih rincian uang yang dulu pernah masuk ke perusahaan ayah dan mengembalikannya beserta bunganya " balas Sia


"kamu hebat banget loh sia " Damian begitu takjub pada Sia membuat ia makin cinta saja "padahal harusnya gak kamu kembalikanlun harusnya gak masalah, kan kamu sudah lima tahun jadi menantu di keluarga itu" ungkap Damian


"aku ingin memegang teguh harga diri yang selalu di rendahkan karena menerima bantuan orang lain" balas Sia


"ya sudah, ayok pulang" ajak Damian yang kini suaranya terdengar jelas di telinga Sia


Sia menoleh ke belakang "Mas Damian" beo Sia


"ayok pulang" ajak Damian menarik tangan Sia menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari situ


"kok mas Damian ada di sini" tanya Sia heran dengan kehadiran Damian


"nanti mas jelaskan" Damian menarik tangan sia menjauh dari sana karena ia ingin mengajak wanita itu bicara

__ADS_1


__ADS_2