Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Part 76 - Dalang Kejahatan


__ADS_3

"Pergilah ke belakang dan berlindung! Aku dan Dayn akan menghadapi dia." Pesan Ash sebelum ia pergi.


Shena juga berpikir demikian, akan lebih aman jika dia mencari tempat berlindung. Lagipula ia sangat syok menerima kenyataan melihat siapa orang yang dibalik topeng dan merupakan pimpinan yang ingin mencelakai dan meneror keluarganya selama ini.


Ehemm...


Shena menoleh.


"Gadis cantik tak baik berada ditempat neraka seperti ini sendirian. Perlu aku temani, nona manis?! Apa kau datang sendiri kesini?" Di belakang dan tepat berbicara di telinganya. Shena yang sudah menegang, menoleh dan melihat pria itu menatap Shena intens dan penuh tatapan yang mengerikan untuk Shena.


"Ma-maaf... A-aku datang-"


"Singkirkan tanganmu darinya!!" Tegas suara Ash yang memekik telinga.


Ash menampis kasar tangan si pria yang hendak menyentuh lengan Shena.


"Oh. Tuan Ash Vinson senang bertemu denganmu. Apa dia mainan barumu?! Aku suka dengannya. Dia sangat cantik, apa boleh dia untukku? Kau sendiri yang membawa dia ke tempat neraka ini."


"Jaga bicaramu Tuan Frey. Apa pantas anda bicara seperti itu di depan wanita!!"


Frey. Ya. Dia adalah adik kandung dari Arsen. Jadi, dibalik orang yang sudah meneror mansion Ash selama ini adalah Arsen bersama adiknya. Mereka bekerja sama di balik layar untuk mencelakai Shena beserta orang terdekatnya.


"Haha... Santai Tuan Ash. Ternyata selain kau posesif, kau juga terlalu protektif dengan mainanmu." Ucap Frey dan kembali menatap Shena penuh tatapan nafsu.


"Berhenti menggoda dan menatapnya!! Berhenti bertanya apapun dengannya." Marah Ash.


Arsen datang dengan kedua tangan berada dalam saku celana. Rupanya Dayn kalah dalam menumbangkan Arsen, dan ia malah sedang meraung kesakitan setelah dikalahkan oleh Arsen.

__ADS_1


"Oh. Tuan Ash, Apa kau yang membawa gadis cantik ini? Jujur saja, aku sangat menyukainya." Kata Arsen menatap intens pada Shena dan senyum yang menyeringai.


Sedari tadi Shena menunduk, takut akan tatapan Frey dan ditambah Arsen yang membuat kulit putihnya merinding.


"Aku kira... Dia wanita yang disediakan Frey untuk melayaniku disini."


"Bisakah kau pergi!! Kau membuat wanitaku takut. Kedatanganku kesini hanya untuk mengungkap kejahatan mu yang sudah mengusik keluarga ku. Dan sekarang kau akuilah bahwa dirimu bersalah." Ash datang dan merangkul pinggang istrinya erat.


"Jadi, wanita cantik ini mainannya siapa? dia? dia? atau kau, Tuan Ash?" Ejek Frey menunjuk Arsen kakaknya, Dayn dan Ash bahkan anak buahnya bergantian. Lalu, menatap nakal pada Shena yang masih menunduk.


"Berhenti memandangi istriku seperti itu!! Lebih baik kau pergi!! Aku bisa saja menghabisi kakakmu."


"Bahkan aku tidak tahu jika rupanya mantan kekasih kakakku sudah menikah! Dia sungguh hebat sekali dalam menggoda seorang pria." Hina Frey lagi.


Arsen hanya tersenyum devil melihat adiknya yang menjalankan tugas dengan baik. Frey sendiri tidak mempedulikan perkataan Ash. Dan Frey malah semakin melangkahkan kakinya mendekati Shena dengan tatapan nakalnya.


DUAARR!!!


Ash hilang kesabaran, karena Frey sedari tadi menatap dada Shena dengan memainkan lidahnya.


Bunyi senapan dari pistol milik Ash berhasil mengenai dada Frey, tepat pada jantungnya. Frey kesakitan, namun tidak membuatnya tumbang.


Shena yang shock memandang Frey, tidak sadar air matanya mengalir, badannya pun bergetar.


Ash langsung menarik Shena dalam dekapan.


"Kau urus!!" Perintah Ash pada anak buahnya untuk membawa Frey pergi jauh.

__ADS_1


Ash membawa Shena pergi dari tempat itu.


"Kau tidak bisa pergi Tuan Ash, setelah kau menembak adikku. Apa kau pikir aku bisa tinggal diam saja?" Arsen geram dan menghadang Ash yang hendak pergi.


"Maafkan aku Tuan Arsen. Kau sendiri sudah terkepung, akan ku jadikan adikmu sebagai jaminan atas dosamu. Kau sudah terkepung, tapi kau akan ku lepaskan jika berjanji tidak akan mengusik keluarga ku lagi sampai membahayakannya. Aku tidak akan melakukannya jika dia tidak mengganggu wanita ku."


Arsen menatap tajam dan menggerakkan giginya karena menahan amarah.


"Maaf. Aku harus pergi. Istriku sedang tidak enak badan. Dan kejadian hari ini, akan membuatnya sadar bahwa kau bukan pria baik-baik." Ash membawa Shena pergi melewati Arsen.


"Kau tidak bisa pergi dari tempat ini sebelum urusan kita selesai, Ash Vinson!!" Ucapan Arsen berhasil membuat langkah Ash berhenti.


Ketika Ash berbalik badan, Arsen sudah menatap Shena dengan sedikit senyuman.


"Sudah ku peringatkan, Jangan menatap istriku seperti itu!! Atau kau ingin nasibmu sama seperti adikmu." Kecam Ash penuh emosi.


"Hahahaha... posesif sekali kau, Ash!"


Tiba-tiba Dayn datang dan berdiri di depan membelakangi Ash, menghalangi Arsen.


"Tuan, pergilah! Biar aku yang urus. Tempat ini terlalu bahaya untuk Nona Shena." Ucap Dayn yang tubuhnya kembali stabil.


Ash menuruti Dayn dan membawa Shena pergi.


"Kau tidak bisa pergi begitu saja Ash Vinson!! PENGAWAL!! TANGKAP MEREKA!!" Arsen menggencet seluruh anak buahnya dan menatap geram Dayn yang sudah menghalanginya.


"Kalian tidak akan bisa lolos dari sini!! Kita lihat saja. Siapa yang menang." Teriak Arsen. Ia tersenyum menyeringai diakhir.

__ADS_1


__ADS_2