
Setelah di beri izin pergi oleh kakek Burhan, segera saja Putera mengajak Qiana untuk ke hotel pribadi milik keluarga besar Putera untuk menikmati momen pengantin baru mereka yang hanya di beri kesempatan dua hari saja
Putera melingkarkan tangannya di pinggang Qiana, merapatkan tubuh wanita yang kini sudah sah jadi istrinya ke tubuh tegapnya dengan senyum mengembang “bisa gak sih kak kalau lagi kumpul sama keluarga jangan suka gitu, malu tahu” ucap Qiana mencebikkan bibirnya kesal akan kelakuan Putera yang sungguh blak-blakan di depan keluarga besarnya, membuat ia begitu malu
“biarin saja, abis mereka gak ngerti betapa kakak rindu kamu dan pengen berduaan sama kamu sweetheart” putera langsung melahap bibir Qiana tak perduli mereka masih di dalam lift dan mungkin bisa berpapasan dengan orang lain dalam lift
“kakak” Qiana memukul pelan dada bidang putera “malu ih” Qiana langsung menangkup kedua
pipinya saking malunya dengan kelakuan putera yang tak perduli tempat padahal bisa saja kan ada orang yang melihat mereka sedang berpangutan
“ting” pintu lift terbuka dan buru-buru Putera membawa Qiana keluar lift
“makanya cepat masuk kalau gak mau malu” putera menarik Qiana untuk masuk ke kamar yang sudah di pesankan orang tuanya untuk acara bulan madunya yang hanya bisa berjalan dua hari saja
“kakak” rengek Qiana tapi masih mengikuti langkah putera yang menarik tangannya
Putera segera menutup pintu kamarnya rapat dan menekan tubuh Qiana ke dinding “kamu tahu gak seberapa rindu kakak sama kamu” bisik putera menghembuskan nafasnya ke arah telinga Qiana membuat Qiana merinding di buatnya
Qiana mengalungkan tangannya di leher Putera “Qiana kangen juga sama kakak, kemarin mama sama bunda bener-bener sita ponsel qiana dan gak ngebolehin Qiana hubungin kakak, adik-adik qiana sampai awasin qiana 24 jam tau gak” dengus Qiana mengingat saat dirinya di larang bertemu putera selama lima hari dan itu juga
sangat menyiksanya karena terbiasa bertemu dengan Putera setiap harinya
Dulu memang mereka sempat terpisah jarak selama dua tahun saat Putera melanjutkan studi S2 nya di luar negeri tapi mereka masih bisa bertukar sapa melalui ponsel setiap harinya
tapi kali ini tidak ada pesan maupun panggilan suara
membuat mereka benar-benar menderita karena menahan rindu yang terasa amat berat
Putera tersenyum tipis ke arah Qiana “tapi dengan kaya gini kerasa banget kalau kamu itu separuh hidup kakak, gak ada kamu di hidup kakak benar-benar terasa hampa dan tak bermakna “putera meraup bibir ranum di hadapannya dengan begitu rakusnya dan Qiana membalasnya tak kalah dengan rakus
“dulu kita sering gagal lanjut karena ingat belum nikah, tapi gak ada istilah di tunda lagi karena kita sudah sah” cicit putera yang sudah benar-benar berhasrat ingin menyentuh wanita yang sudah jadi istrinya itu
__ADS_1
Dulu memang beberapa kali putera dan Qiana akan keblabasan dalam berhubungan karena momen mereka yang selalu berdua tapi lagi-lagi akal mereka bisa mengendalikan agar tidak melangkah lebih jauh dari batas wajar dalam berpacaran
“malam ini Qiana milik kakak seutuhnya” bisik Qiana dengan nada suara sensual di telinga putera
putera memejamkaj matanya saat hembusan suara Qiana membuat desir tak menentu di dalam dada putera “kita mandi dulu sweetheart” ajak putera langsung mengangkat Qiana ala bridal style ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri agar lebih nyaman saat memulai malam
pertama mereka setelah resmi menjadi sepasang suami istri
“uuuughhhhhh” nafas putera masih memburu usai percintaan panas yang mereka lakukan sepanjang
malam “cup” putera mengecup bibir qiana dengan penuh kehangatan “terima kasih
untuk hari ini sweetheart” bisik putera
“sama-sama kak” qiana memeluk tubuh berotot milik putera dan menyusupkan wajahnya di dada
bidang sang suami tak memperdulikan tubuh mereka yang masih penuh peluh keringat karena percintaan panas mereka
putera bangun dari tidurnya “kamu tidur saja, biar kakak yang bersihin punya kamu dulu biar kita nanti nyaman tidurnya”
putera merasa kasihan melihat Qiana yang terlihat begitu kelelahan akibat ulahnya, jadi ia memilih untuk membersihkan kewanitaan Qiana tanpa membangunkannya agar Qiana bisa nyaman untuk tidur
“iya kak” qiana hanya memejamkan matanya karena sudah merasa begitu lelah
Putera segera beranjak dari kasurnya ke arah kamar mandi tak perduli dengan keadaan tubuh polos tanpa sehelai benangpun untuk membersihkan diri
baru setelah ia selesai membersihkan tubuhnya putera membawa baskom kecil dan sebuah handuk kecil untuk membersihkan **** ********** Qiana yang sudah di hujam dirinya
selama beberapa waktu
Dengan telaten putera membersihkan tubuh Qiana dari sisa-sisa percintaan mereka,
__ADS_1
baru setelah bersih putera menyimpan baskom itu dan menyusul Qiana untuk tertidur bersama wanita yang kini sudah resmi menyandang nama nyonya Hans putera hendrawan
"Selamat tidur sweetheart" putera mengecup kening Qiana cukup dalam dan ikut masuk ke dalam alam mimpi
***
Mama Sheryl masuk ke dalam selimut di mana sudah ada papa bachtiar yang duduk bersandar kan kepala ranjang sambil membuka tab miliknya
"pah" mama Sheryl memeluk tubuh papa bachtiar dari samping dan papa bachtiar menyambut pelukan sangat istri dengan tangan kanannya tapi matanya masih tertuju pada tab miliknya
"iya mah, ada apa" balas papa bachtiar
"mama gak nyangka loh pa, putri kita sudah menikah " ucap mama Sheryl
papa bachtiar meletakan tab miliknya dan tangan yang sempat memegang tab itu di letakan di atas pinggang sangat istri "ya karena usianya sudah cukup untuk menikah jadi Puteri kita menikah" balas papa bachtiat
"iiihhhh" mama Sheryl menatap tajam ke arah papa bachtiar membuat papa bachtiar terkekeh
"maaf mah" papa bachtiar melorot kan tubuhnya dan membawa mama Sheryl ke dalam dekapannya
"waktu memang terasa begitu cepat berjalan mah, dulu papa masih ingat kamu yang masih begitu ketakutan saat Qiana lepas dari pandangan kamu, dan kita yang membesarkan anak kita bersama-sama di negeri orang seperti pasangan orang tua sesungguhnya walaupun kita belum menikah saat itu" papa bachtiar mengecup kening mama Sheryl "tapi sekarang dia sudah besar, sudah menikah pula dan mungkin sebentar lagi akan memberikan kita cucu" papa bachtiar ingat betul saat selesai pemberkatan Putera begitu ingin cepat-cepat berduaan dengan Qiana tapi selalau di halau mama Sheryl dan mama kinan
"jadi gak sabar nimang cucu deh pah" timpal mama Sheryl
"kan waktu itu sudah pernah nimang cucu" sahut papa bachtiar
"ya ampun pah, terakhir nimang anak kaya sudah berapa tahun kali" kesal mama Sheryl
papa bachtiar kembali terkekeh "kita banyak doa aja biar Putera itu tokcer bikinin kita cucu" balas papa Bachtiar
"udah kaya apaan aja pah, tokcer" kekeh mama sheryl
__ADS_1