
Pagi-pagi qiana sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah adiknya sebagai wali dari vansh untuk mengikuti acara pembagian hadiah dan acara kekompakan keluarga yang di siapkan sekolah untuk memupuk rasa hormat
dan kerukunan antar keluarga dengan berbagai lomba yang sudah di siapkan pihak sekolah
“dam, nanti izinin sama wali kelas aku ya, bilang aku nemenin vans ke acara sekoalahnya karena mama dan papa lagi ke luar negeri” ucap qiana pada damian
“oke, tenang saja” balas damian
qiana menoleh ke arah vans yang sedang sarapan “nanti acaranya di mana sih, dan berapa lama” Tanya qiana
“di puncak kak, dua hari” balas vansh
Qiana menoleh ke arah damian, gak papa kan dam kalau aku tinggal sendiri di rumah” Tanya qiana memastikan apa damian tak masalah jika hanya tinggal sendiri
“gak papa lah, sudah gede juga kali aku jadi jangan mengkhawatirkan aku seperti saat kamu mengkhawatirkan adik-adikmu” balas damian tak suka jika di perlakukan seperti adik-adik qiana yang lain
“hehehe, suka kebiasaan lupa kalau kamu dan aku itu sepupuan dan bukannya adikku gara-gara aku jauh lebih tua darimu” balas qiana dengan kekehan
Damian mendengus sebal mendengar penuturan qiana “kalau putra ke sini gak ada kamu dan dia mau nyusul gimana” Tanya damian
“ya biarin saja, sudah gede juga dia, kak putera kan lebih dewasa dari aku jadi suka-suka dia aja” balas qiana
Putera memang sering datang ke rumah mama Sheryl dan papa bachtiar saat qiana menginap apalagi di hari minggu, dan kebetulan hari ini adalah hari sabtu jadi pasti besok putera akan mencari qiana
“ ya sudah aku berangkat sekolah dulu ya” pamit damian menepuk bahu qiana
Qiana menoleh ke arah vans “ada yang ketinggalan gak, cek dulu jangan sampai sudah di sana kamu bilang lupa” ucap qiana emngingatkan vansh yang sering keluapaan
“iya kak, vansh periksa lagi” vansh berlari ke kamarnya untuk mengecek barang-barangnya yang akan di bawa selama acara sekolahnya
***
Vans dan qiana turun dari mobil ke sebuah villa yang sudah di pesan sekolah vansh “rame juga ya vansh” ucap qiana yang melihat kondisi villa cukup ramai dengan anggota keluarga anak didik di sekolah vansh
“iya lah rame kak, kelas 6 di sekolah aku kan ada 3 kelas dan 12 villa disini di pesan khusus untuk keluarga teman-teman vansh" balas vansh
“oh gitu” qiana menoleh kea rah pak anto sopir keluarganya “pak bawain barang kita ke dalam ya” pinta qiana
“iya non” pak anto mengikuti qiana masuk ke dalam villa untuk bertanya pada petugas, dimana kamar yang akan di tempati vansh dan qiana
__ADS_1
Vansh dan qiana berjalan masuk ke dalam kamar mereka “pak taro aja di sini barang-barangnya, terus bapak pulang aja gak papa, besok sore jemput kita pulang” ucap qiana
“iya nona” pak anto membungkuk hormat dan meninggalkan kamar vansh dan juga qiana
Qiana melirik ke arah dua bed yang ada dalam kamarnya dan vansh “kamu tidur di sebelah kiri ya, kakak yang sebelah kanan, pengen yang deket jendela” pinta qiana
“iya kak” vansh mulai merapihkan barang-barangnya dan juga qiana
“abis ini kita kumpul dulu ya vansh” Tanya qiana perihal rencana sekolah vansh
“iya kak, nanti kumpul di halaman depan buat kasih susunan acaranya dan lomba aja yang harus di ikuti juga pendataan lomba apa aja yang mau kita ikuti” balas vansh
Qiana tersenyum tipis “kita ikut semua ya” ucap qiana dengan semangat
Qiana memang paling menyukai mengikuti perlombaan jadi dia begitu semangat untuk ikut lomba bersama vansh “terserah kakak saja deh” balas vansh pasrah akan keinginan kakaknya
***
Vansh dan qiana memakai pakaian olahraga mereka dan berjalan bergandengan tangan dengan santai untuk berkumpul di halaman villa
“selamat siang semuanya” sapa kepala sekolah vansh yang bernama pak ahmad
“kita berkumpul di sini dalam rangka acara pemberian hadiah atas perlombaan yang sudah di menangkan anak-anak pada perlombaan lalu sekaligus acara untuk merekatkan hubungan antar keluarga maka dari itu kami
mengundang para keluarga anak-anak siswa dan siswi kelas 6 untuk meramaikan acara.
Dan kami juga akan mengadakan berbagai macam lomba untuk meramaikan suasana” kepala sekolah mulai menjelaskan ada 6 lomba yang akan dia adakan selama dua hari dan bagi keluarga yang berminat bisa mendaftar pada panitia yang sudah siap siaga di pos yang sudah di sediakan
Qiana berjalan ke arah guru untuk ikut mendaftar, qiana akan mengikuti 5 lomba, hanya 1 lomba yang tidak ia ikuti karena harus berjumlah paling tidak 3 orang sedangkan dirinya hanya berdua saja dengan vansh
“kakak gak salah ikut semua lomba” Tanya vansh tak percaya kakaknya akan mengikuti hampir semua lomba
“gak semua kali vansh, satu kita gak ikut” balas qiana dengan entengnya
“iya gak ikut karena harus berjumlah lebih dari dua orang sedangkan kita hanya berdua” balas vansh mencebikkan bibirnya
“hahahaha” qiana tertawa lantang dengan kekesalan vansh
Tawa qiana sungguh mengundang tatapan semua orang karena suaranya yang begitu lantang
__ADS_1
“qiana” gumam seorang pria yang sangat terkejut dengan keberadaan qiana di sana padahal ini kan masih jam sekolah kenapa juga dia ada di sini
Pria itu berjalan menghampiri qiana yang sedang duduk di bebatuan bersama vansh “qiana” panggil pria itu
Qiana menoleh dan empat kaget “bapak” qiana begitu terkejut dengan keberadaan pria di hadapannya
“kenapa kamu di sini, kamu kan harusnya sekolah” Tanya pria tersebut yang tak lain adalah dion, guru matematika qiana
“saya izin gak masuk pak, soalnya harus nemenin adik saya, bisa nangis dia kalau gak ada yang nemenin " qiana mengusap kepala vans yang langsung di tangkis vansh
“sapa yang nangis, gak gitu juga kalu kak, itu mah Cuma mama aja yang khawatirnya kelewat” sanggah vansh
“sama aja” qiana kembali menatap gurunya itu “bapak kok di sini” Tanya qiana
“nemenin keponakan bapak, kebetulan orang tuanya lagi ke luar negeri jadi bapak yang nemenin” balas dion
“oh” balas qiana
“ya sudah saya balik ke keponakan bapak dulu” pamit dion
“iya pak” balas qiana
Qiana terus melirik ke arah dion yang sedang berjalan menghampiri wanita yang di bilang adalah keponalan dion
Qiana menyenggol lengan vansh “kamu kenal sama dia” Tanya qiana mengode vansh dengan lirikan matanya
Vansh melirik ke arah tatapan mata qiana “ kenal, namanya andrea. Dia teman sekelas aku” balas vansh
“oh begitu” balas qiana
Sepanjang siang sore di habiskan dengan 3 perlombaan dan hari ini qiana dan vansh mengikuti dua perlombaan yang benar-benar menguras tenaga vansh tapi tidak dengan qiana, karena daya bersaingnya yang begitu kuat
membuatnya tak merasa lelah sama sekali malahan dia tertawa begitu senang karena bisa memenangkan lomba dengan meraih peringkat pertama
“yes” qiana begitu girang karena lomba ketiganya dia tetap menang
“kak, aku capek mau mandi terus istirahat dulu nanti kalau waktu makan malam bangunin ya kak” ucap vansh yang langsung berlalu pergi tanpa menunggu balasan qiana
“dasar adik gak sopan” qiana memilih berjalan sore terlebih dahulu sambil menikmati udara sejuk di puncal lagi pula waktu masih menunjukkan pukul lima sore, jadi masih sempat untuknya berjalan-jalan di sekitar villa
__ADS_1