
"kita kemana sih mas" Sia masih kebingungan saat Damian menarik tangannya ke sebuah tempat yang begitu gelap
"nanti kamu juga tahu" Damian terus mengajak Sia berjalan semakin dalam ke arah sebuah taman luas membuat Sia makin kebingungan sebab suasananya cukup gelap dan tidak ada penerangan sama sekali
Damian menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Sia "kita ngapain di sini sih mas" tanya Sia yang sudah tidak bisa menyembunyikan perasaan ingin tahunya
"ctek" Tiba-tiba saja ada sinar terang menyorot ke arah dirinya dan Damian
Sia menghalangi sinar yang menyorot wajahnya dengan telapak tangannya
"Lucinda Karena" panggil Damian
"iya" Sia membuka matanya dan begitu terkejut saat Damian yang dari tadi bersamanya kini membawa seikat bunga mawar merah besar di tangannya
"hari ini adalah dari di mana saya mengenalmu selama 6 bulan, 200 hari saya tahu nama lengkapnya, Lucinda Karensa, nama yang cukup berkesan di hatiku dan 4.806 jam aku selalu memikirkanmu dan bagaimana caraku untuk bisa bertemu denganmu tanpa mengusikmu" ucap Damian membuat Sia menutup mulutnya dengan telapak tangannya
"hari ini juga tepat 288.360 menit aku sesalu memikirkan bagaimana membuatmu jadi milikku walaupun dulu aku tahu kau masih resmi menjadi istri orang lain. Dulu aku sempat berpikir apa aku harus menikung Andreas untuk mendapatkanmu tapi nyatanya Tuhan begitu baik karena tanpa harus aku berusaha merebutmu hubunganmu dengannya berakhir dan maaf jika aku begitu bersyukur dengan perceraianmu" Damian melirik ke arah jam tangannya "dan ini adalah detik ke 17.301.768 detik aku mulai jatuh cinta padamu, jatuh cinta pada pandangan pertama aku melihatmu" ucap Damian
"mas Damian" gumam Sia begitu terkejut
"aku tahu kamu belum siap memulai suatu hubungan, tapi aku gak sanggup jika kehilanganmu dan bagaimana jika kamu tertarik dengan pria lain atau bahkan mungkin kamu memilih rujuk dengan mantan suami kamu" Damian memandang Sia dengan tatapan sendu
"aku mencintaimu Sia dan aku ingin kamu menikah denganku" ucap Damian
"tapi aku belum siap menjalin hubungan mas" balas Sia dengan jujur
Damian tersenyum tipis ke arah Sia " saya tahu itu, saya berucap ini hanya ingin menyatakan cinta padamu dan aku tak akan mengizinkan pria manapun untuk mendekat ke arahmu tanpa izin ku, baik kau suka atau tidak suka" balas Damian terkesan begitu arogan
"kenapa cara bicara mas seolah mengatakan aku harus menerima mas, entah sekarang atau nanti" tanya Sia
"memang benar" balas Damian dengan santainya
"gak bisa gitu dong mas" protes Sia
__ADS_1
"tentu saja bisa" balas Damian
"apaan sih mas" kesal Sia yang hanya di balas tawa renyah oleh Damian
pernyataan cinta macam ini, baru pertama kali dalam hidup Sia mendapatkan pernyataan cinta tapi tetap saja menurutnya pernyataan cinta Damian begitu aneh
***
"selamat ya Sia, sudah di naik jabatan jadi asisten manager di divisi perencanaan" ucap Lira, salah satu teman sekantor Sia
"Terima kasih Lira, aku juga senang banget bisa naik jabatan setelah kerja 1 tahun di sini" balas Sia
"ingin minta traktir kamu tapi kamu gak bisa" ucap Lira mengerucutkan bibirnya
"maaf ya, ini kan hari jumat, dan ahu sendiri biasanya orang itu gak akan izin aku buat keluar malam tapi aku janji akan traktir kalian di hari senin" balas Lira
"ngomong-ngomong kamu kapan menikah dengannya, kayanya dia sudah bucin banget loh sama kamu, secara sesibuk apapun dia di rumah sakit pasti nyempetin kesini untuk jemput kamu walaupun gak setiap hati tapi menurutku itu susah banget, aku tahu loh sesibuk apa Damian, dia kan dokter jantung terhebat di kota ini" tanya Lira
sia tersenyum tipis "entahlah, masih belum sepenuh yakin saja sama dia, secara dia mantan playboy kelas kakap bahkan di kantor ini mantannya aja ada banyak" kekeh Sia
"Sia" panggil seorang wanita menghampiri Sia yang sibuk mengobrol dengan Sia di kantin perusahaan
Sia berdiri dan memberi hormat pada Rania yang memanggilnya "ada apa bu" tanya Sia
"di titipin pesan sama mama buat bilang sama kamu untuk minta Damian ikut acara ulang tahun perusahaan kak Putera" ucap Rania
"loh kok ngomongnya ke saya bu, kenapa gak ngomong langsung sama mas Damian" balas Sia
"kalau ngomong sama dia, terus dia mau ya gak mungkin mama mertuaku minta tolong sama kamu " balas Rania
"ya sudah, nanti saya bilang ke mas Damian deh bu" balas Sia
"ya sudah kalau gitu, kalau dia sudah mau kamu sekalian ambil gaun buat kamu di butik langganan mamah mertuaku, yang kamu tahu itu" pamit Rania bergegas ingin pergi
__ADS_1
"loh kok di kasih gaun lagi sih bu" protes Sia
"bilang sendiri sama mamahku, aku gak mau pusing" Rania tetap melangkahkan kakinya dan tak mau ambil pusing dengan Sia yang selalu protes jika di beri sesuatu oleh keluarga Damian
semenjak pernyataan Cinta Damian setengah tahun lalu hubungan Damian dan Sia kini makin dekat, mereka tidak pacaran sih tapi bukan berarti hubungan mereka tidak serius. Damian bahkan sudah di kenalkan kepada orang tua Sia sebagai teman dekatnya begitupun sebaliknya, Sia sudah di kenalkan ke semua anggota keluarga besarnya, tapi bukan sebagai teman dekat tapi sebagai calon istri walau hal itu terus di sanggah Sia tapi namanya juga Damian, ya dia tidak peduli jika Sia protes yang penting semua orang tahu Sia miliknya, milik Damian Abraham
Sia berjalan ke arah lobi perusahaan, dimana sudah ada mobil Damian yang terparkir di sana "lama ya mas" Sia langsung membuka pintu dan duduk di kursi penumpang samping kemudi
"belum terlalu lama kok, kita makan dulu ya " ajak Damian
"iya mas, boleh" balas Sia
"oh ya mas tadi bu Rani minta aku ngomong ke mas buat datang ke pesta perusahaan kak putera" Sia menyampaikan pesan yang di berikan padanya
"ih males ah, mending berduaan saja sama kamu dari pada ke sana" tolak Damian
"gak boleh gitu loh mas, itu kan pesta sekalian ngenalin anak kedua kak putera dan kak Qiana setelah menunggu sepuluh tahun lamanya, gak sopan deh" tegur Sia
"mau datang kalau kamu datang juga" terlihat binar bahagia di wajah Damian menaruh harap pada Sia
"ya sudah deh, nanti pulang makan kita ke butik langganan tante sheryl katanya sudah pesenin gaun buat Sia pakai" balas Sia pasrah, sebab ia tidak akan enak jika Damian tidak datang hanya karena ingin menghabiskan waktu dengannya padahal itu adalah salah acara keluarga Damian
"Yes! " Damian berteriak girang karena Sia setuju untuk datang dengannya "gak sia-sia tante sheryl jadi tanteku" girang Damian
"segitu senangnya kamu mas " Sia hanya berdecak akan tingkah Damian
"iya dong seneng, di sana kan bisa sekalian kenalin kamu sebagai calon istri mas biar gak ada yang lirik lagi" balas Damian
Sia terkekeh akan tingkah Damian "yang mau jadi istri mas siapa" tanya Sia dengan nada bercanda
"kamu lah" balas Damian dengan santainya
"aku kan belum setuju mas" protes Sia
__ADS_1
"sekarang emang belom, tapi nanti juga mau" balas Damian