
Cindy bersiap-siap untuk keluar saat sudah menghubungi Qiana untuk bertemu, sebenarya Cindy juga mengajak Tiara tapi ternyata Tiara sedang prepare gaun yang akan di gunakan untuk acara pertunangannya nanti bahkan gaun pernikahannya sudah mulai di rancang dari jauh-jauh hari agar mendapatkan gaun yang benar-benar maksimal
"Hasley, tante berangkat dulu ya" pamit cindy mencium pipi hasley sebelum keluar rumah
"nanti nitip kue yang di tempat neneknya Vansh ya tan, hasley lagi pengen makan kue rasa stroberry yang di sana " pinta hasley
"oke lah" cindy segera keluar dan mengeluarkan mobil yang akan ia di pakai dari garasi milik alvian yang tejejer rapih dan banyak jenis mobil di sana
Cindy mengajak Qiana bertemu di salah satu cafe di jakarta. Setelah sampai di depan cafe cindy memindai setiap penjuru ruangan "cindy" teriak Qiana saat dirinya melihat Cindy yang sedang mencari dirinya
"qiana" cindy melambaikan tangannya dan segera berlari menghampiri sahabatnya
"aku kangen"Cindy langsung memeluk Qiana dengan erat
"aku juga" balas Qiana
Cindy mengurai pelukannya dan mengajak Qiana untuk duduk "kamu kok gak ngomong kalau pulang aku pikir kamu gak akan pulang tahun ini" ucap Qiana
"maaf ya Qiana, aku pikir gak akan pulang tahun ini tapi di sana bosan juga jadi aku minta mami dan papi untuk izinin aku pulang" bohong Cindy yang tidak ingin mengatakan kalau dia di larang bertemu dengan teman-temannya oleh suaminya karena sampai saat ini Qiana, tiara maupun Roland belum ada yang tahu kalau cindy sudah menikah dengan Dion
"sayang banget ya Tiara lagi sibuk buat acara Pertunangannya jadi dia gak bisa ikut kumpul bareng kita" ucap Qiana menyayangkan Roland dan tiara yang tidak bisa ikut berkumpul karena sibuk mengukur tubuhnya untuk gaun yang akan di pakai untuk acara pertunangan Tiara dan Roland yang akan di laksanakan beberapa bulan ke depan
"gak nyangka ya di antara kita berempat tiara sama Roland duluan yang akan menikah padahal aku yang sudah ada rencana menikah setelah selesai kuliah" kekeh qiana
hati Cindy tersentak saat mengingat sahabatnya tidak ada yang tahu kalau dirinya sudah menikah "kita gak ada yang tau nasib" cindy memaksakan senyumnya ke arah Qiana
"kamu hadir kan nanti, jangan alasan gak libur ya Cin, soalnya acara pertunangan Tiara di ambil saat kita liburan semester" tekan Qiana agar Cindy hadir di acara sahabat mereka
"aku pasti datang, jangan khawatir" balas Cindy
Qiana dan Cindy menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol banyak hal dan saling bercanda tawa, sungguh membuat Cindy dan qiana bahagia karena mungkin hanya mereka berdua di antara ke empat sahabanya yang tidak punya kegiatan di luar kuliah mereka sehingga mereka begitu mengatur jadwal saat akan bertemu
Cindy melirik ponselnya dan sudah menunjukan pukul 4 sore, ia harus segera pulang jika tak ingin Hasley makan malam sendirian "wah sudah sore Qiana, kayanya aku mesti pulang deh" ucap Cindy
__ADS_1
"yah kok gita" Qiana seakan tak rela berpisah dari Cindy "kita kan jarang ketemu lagian biasanya mami kamu gak bakal marah kok kalau pergi bareng aku" Qiana masih ingin menahan Cindy agar bersamanya
"orang rumah nitip kue di toko nenek kamu, takut kehabisan kamu kan tahu kue di sana laris banget dan cuma bikin segitu gak pernah nambah kalau habis ya sudah gak buat lagi" balas Cindy
"ya sudah yuk, aku juga pulang deh" Qiana dan Cindy berjalan ke arah parkiran
"itu ada apaan Cin kok rame" bisik Qiana saat melihat area parkir yang cukup ramai
"gak tahu, yuk temenin aku dulu soalnya mobilku di sana" balas Cindy
"mobilku juga di area itu" sahut Qiana
Qiana dan Cindy menerobos keramaian dan mata Cindy langsung membelalak lebar "wah mobilku" teriak Cindy begitu panik mobilnya ringsek tak berbentuk di bagian depan
Cindy berlari ke arah mobilnya yang ringsek "ya ampun bisa kena omel aku" gumam Cindy begitu panik mobil Alvian hancur begitu padahal tadi saat datang tidak apa-apa
"mba pemilik mobil ini ya" tanya seorang pria muda dengan pakaian formalnya
Cindy menoleh ke belakang "iya ini mobilku" balas Cindy
"Duh maafin saya mba, saya gak sengaja nabrak mobil mba karena tadi berantem sama pacar saya dan ini salah saya jadi saya akan menggantinya, mobil mba ada asuransinya kan" tanya pria itu
"sebentar ya mas, saya tanya dulu sama yang beli" Cindy mengambil ponselnya dan menekan icon warna hijau itu
"kakak sibuk enggak" tanya Cindy
"tidak, ada apa " balas Alvian
"gini kak ada yang nabrak mobil kakak yang tadi aku bawa saat di parkir di cafe dan dia nanya mobilnya ada asuransinya tidak" tanya Cindy dengan hati-hati
"kasihin ke orang yang nanya ponselnya" pinta Alvian
"iya kak" Cindy memberikan ponselnya yang sudah menabrak mobilnya
__ADS_1
"nih mas yang beli mobil mau ngomong sama mas nya" Cindy menyerahkan ponselnya pada pria yang menabrak mobilnya
melihat pria itu serius bicara, Qiana menarik lengan Cindy "kamu punya pacar" tanya Qiana
"hah" Cindy bengong sendiri karena Qiana bertanya itu
"ihhh" Qiana kembali mengguncang lengan cindy agar menjawab pertanyaaannya "itu mobil pacar kamu ya" tanya Qiana lagi
"bukan" elak Cindy menggoyang-goyangkan tangannya menolak keras ucapan Qiana
bagaimana bisa coba Alvian jadi pacaranya padahal jelas Alvian itu adalah kakak iparnya tapi ia bingung sendiri bagaimana menjelaskannya pada Qiana karena pernikahannyatak boleh di publikasikan oleh kedua orang tua juga termasuk suaminya
"nih nona, katanya mau bicara sama nona" pria itu memberikan kembali ponselnya pada Cindy
"iya kak, gimana" tanya Cindy
"tadi saya sudah bicara sama orangnya, dan nanti asisten kakak yang urus, kamu tunggu saja di situ biar kakak jemput kamu" ucap Alvian
"ih jangan kak, Cindy bisa pulang sendiri kok nanti negerepotin kakak" tolak Cindy
"tidak, sekalian pulang juga ke rumah jadi gak papa kalau jemput kamu pulang" jelas Alvian
"ya sudah kak, aku tunggu" Cindy mengakhiri panggilannya dan kembali menyimpan ponselnya di dalam tas kecilnya
"gimana cin, mau aku antar pulang aja apa" tanya Qiana
"gak usah, kak Alvian mau jemput aku soalnya" balas Cindy
"cieeeeee jadi pacar kamu namanya Alvian" tebak Qiana
"bukan Qiana, dia bukan pacar aku" tolak Cindy dengan keras
"iya-iya, dia bukan pacar kamu" Qiana mengiyakan saja karena percuma saja berdebat dengan Cindy yang orangnya kadang keras dan juga pemalu
__ADS_1
"aku tungguin kamu sampai di jemput deh" putus Qiana ikut menunggu jemputan Cindy datang menjemputnya