Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Belum tahu tujuan hidup (season 2)


__ADS_3

Qiana sedang sibuk menyirami bunga-bunga di taman rumah ayahnya untuk mengisi hari liburnya yang benar-benar tak ada kegiatan dan bingung harus apa karena yang biasanya menemaninya sedang sibuk semua


putera kekasihnya sedang sibuk mengurus perusahaan dan juga kuliahnya yang akhirnya di putuskan di mana setelah menimbang-nimbang bersama keluarga akan kuliah di Inggris atau Amerika akhirnya di putuskan putera akan kuliah di Amerika karena akan sekalian mengurus cabang perushaannya yang ada di sana


"jangan sambil ngelamun kak nyiramnya nanti kekenyangan tanamannya" ucap nazhief mengagetkan qiran yang memang sedang melamun


qiana menoleh ke arah adiknya dan memindah posisi menyiramnya "jangan kagetin kakak napa" ketus Qiana


"makanya jangan banyak ngelamun" balas nazhief


"kakak cuma lagi bosan aja" balas Qiana masih melakukan aktifitasnya menyiram tanaman


"kalau takut di tinggal, mending nikah aja terus pindah kuliah di sana deh" bocah berusia 12 tahun itu tahu kegalauan kakaknya yang akan di tinggal putera untuk berkuliah di amerika selama dua tahun


"kakak gak boleh ganggu kerjaan kak putera, dia masih sibuk di sana nanti yang ada dia lebih banyak urus kakak yang manja ini" balas Qiana


"itu tahu kakak manja" sahut Nazhief


"iya ya" Qiana hanya mengiyakan ucapan adiknya


"lagian kenapa kakak gak ikut kegiatan apa gitu biar gak bingung di rumah, kak tiara aja serius banget belajar masak dan sudah mulai ikut belajar di perusahaannya" ucap nazhief


qiana mematikan selang dan menatap adiknya lalu berkacak pinggang ke arah nazhief "hei, kau masih anak usia 12 tahun jadi jangan berlagak dewasa nazhief" tukas qiana kadang merasa cara berpikir adiknya bukanlah untuk anak di usia adiknya


"bukan perkara siapa yang bicara kakak tapi apakah ucapanku benar atau tidak" nazhief memilih pergi meninggalkan qiana dan berjalan masuk ke dalam rumahnya


"kenapa adikku dewasa sebelum waktunya" gumam qiana melihat punggung adiknya yang makin menjauh


usai menyiram tanaman, qiana kembali masuk ke dalam rumah dan melihat sahabtanya masih sibuk belajar masak dengan bundanya "sudah banyak kemajuan ya bun" qiana mencicipi setiap masakan tiara

__ADS_1


"iya, masakannya jauh lebih enak sekarang" balas bunda laras


"calon mertuaku muji masakanku terus tau" tiara begitu membanggakan dirinya yang selalu mendapat pujian dari orang tua roland saat berkunjung ke rumah Roland


"cieee yang sudah mau jadi calon istri" ledek Qiana


tiara menyungginngkan senyumnya karena beberapa bulan ke depan ia akan bertunangan dengan Roland dan akan menyandang status nyonya Roland Ainsley saat mereka menyelesaikan pendidikannya "iya, gak nyangka loh aku kalau Roland ngajak aku serius" balas tiara begitu bahagia saat Roland melamarnya beberapa minggu lalu dan akan mengajaknya bertunangan saat ia akan masuk semester lima nanti agar jarak pertunangannya dan pernikahannya tidaklah terlalu jauh


"tapi kalau mau mau cepet nikahnya harus cepet juga selesai kuliahnya kalau enggak gak bakal di izinin mama kamu buat nikah" ucap Qiana


tiara memicingkan matanya ke arah qiana  "hei jangan mengejek kemampuan otakku ya" tiara tidak suka jika kemampuannya di remehkan oleh sahabatnya "kamu tahu aku pasti bisa menyelesaikan pendidikan dengan cepat sama seperti kekasihmu itu"ucap tiara dengan yakinnya


"iya ya, aku juga yakin kamu pasti bisa menyelesaikan pendidikan dengan cepat dan menjadi nyonya Roland secepatnya" balas Qiana


"kamu gak ada rencana apa gitu buat masa depan kamu sayang" tanya bunda laras


qiana memicingkan matanya "rencana apa" tanya balik Qiana


"qiana belum pernah mikirin itu bunda, Qiana juga cuma melakukan apa yang harus di lakukan saat itu gak pernah muluk-muluk harus gimana" balas Qiana


"mulai dari sekarang coba kamu pikirin mau apa Qiana, nanti di saat semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing kamu bingung mau ngapain. Emang kalau masalah biaya hidup gak akan kamu pusingkan karena ketiga adik kamu adalah laki-laki yang nantinya akan bertanggung jawab padamu jika kamu gak menikah atau jika kau menikah dengan putera jelas kamu gak musingin lagi tentang kebutuhan kamu karena dia pengusaha muda yang cukup handal tapi emanganya kamu gak pengen ngisi hari-hari kamu dengan kegiatan yang sekiranya kamu sukai"  ucap bunda laras


"iya ya bun" Qiana nampak berpikir "nanti aku coba pikirin deh bun" balas Qiana


***


Tanpa terasa pernikahan Cindy dan Dion sudah berlangsung satu tahun lamanya. Tapi biarpun sudah berlangsung mereka tetaplah bagai orang asing karena itensitas pertemuan mereka benar-benarlah jarang terjadi.


Jika cindy sedang di Inggris, terbilang Dion menjenguk di sana hanya dua kali saja itupun kebetulan terjadi saat Dion ada perjalanan bisnis ke sana dan jika Cindy pulang ke Indonesia, Cindy masih tetap tinggal di rumah Alvian karena Dion masih beralasan kalau cindy belum bisa hidup mengurusnya padahal Cindy sudah mulai belajar tinggal di apartemen sendiri dan belajar mengurus rumah di tambah ia juga ikut kelas memasak agar ia juga seperti teman-temannya yang lebih dulu bisa memasak

__ADS_1


"pagi tante" sapa hasley


"pagi hasley" balas cindy


cindy berjalan ke arah Cindy yang sedang sibuk di dapur "lagi masak apa tante" tanya hasley


"kita sarapan nasi goreng hari ini, tante lagi males masak aneh-aneh soalnya kita berdua lagi yang makan" balas cindy cukup sedih  karena lagilagi ia hanya menghabiskan waktu berdua saja dengan hasley saja tanpa ada suaminya di rumah dan malah suaminya malah terbang Ke kanada untuk urusan bisnis


Hasley memeluk Cindy "aku tahu kok perasaan tante saat kesepian kaya gini, daddy juga jarang pulang ke rumah" ucap hasley mengerti perasaannya saat ia selalu di tinggal sendiri di rumah


cindy menepuk pelan pipi hasley "gak papa kok, setidaknya tante masih ada kamu yang nemenin" balas Cindy


"kenapa tante gak main sama teman-teman tante aja" tanya hasley


"pengen tapi takut nanti di marah mas Dion kan kata mas Dion suruh jangan sampai teman-teman tante tahu" balas Cindy


"biarin aja sih main doang, lagian kan om Dion gak lihat, ketemu teman kan gak juga gak ngasih tahu kalau tante sudah nikah sama om Dion" balas Hasley


Cindy nampak berpikir bingung harus bertemu temannya atau tidak "tanya sama daddy aja" usul Hasley yang langsung menghubungi alvian


Hasley meloudspeaker sambii menunggu panggilannya di angkat"apa hasley" sapa alvian saat panggilannya tersambung


"gini dad, tante Cindy itu pengen main sama teman-temannya tapi gak di izinin sama om Dion, kasihan tahu dad" ucap Hasley


alvian mengerutkan keningnya "tanya tante kamu temannya perempuan atau cowok" tanya alvian


"Qiana dan tiara kak" sahut Cindy


"temui saja, kalau Dion marah biar kakak yang hadepin" balas Alvian

__ADS_1


"terima kasih kak" balas Cindy


__ADS_2