
"tuk tuk tuk" langkah kaki terdengar menggema di penjuru ruangan
mata Vansh langsung mendongak ke atas dan senyum itu langsung terbit dengan merekahnya "you look so beautiful" puji Vansh
yang di puji itu pun langsung tersenyum simpul "ini berkat gaun yang kau berikan dan make upa yang kau atur untukku" balas Rania dengan santainya
Vansh ikut tersenyum simpul "ayok" Vansh menengadahkan tangannya agar Rania menyambutnya
"iya" Rania meraihnya dan berjalan dalam genggaman tangan Vansh
"mama dan kakak pasti senang ketemu sama kamu, sudah lama kan kalian gak ngobrol" ucap Vansh
"kalau sama kak Qiana terakhir emang setahun lalu, tapi kalau sama tante sheryl baru 2 minggu lalu aku ngobrol dengannya" balas Rania
Vansh menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Rania "dua minggu lalu berarti sebelum kamu pulang dong" tanya Vansh
Rania menarik lengan Vansh agar kembali melangkah ke arah mobil Vansh "iya jangan lupa kalau aku jadi direktur di perusahaan om kamu, perusahaan keluarga mama kamu jadi sebagai orang yang mengenal aku dengan baik tante Sheryl yang interview aku saat sebelum aku menerima jabatan itu" jelas Raina
Vansh mengerucutkan bibirnya "aku jadi kesal setiap ingat kalau kamu lebih milih kerja di perusahaan om ketimbang sama aku" ungkap Vansh
Rania terkekeh akan kelakuan Vansh "kalau kita satu perusahaan yang ada kamu ajakin aku pacaran terus" tebak Rania
"kok kamu tahu" balas Vansh begitu takjub akan Rania yang bisa membaca pikirannya
"aku sudah mengenalmu luar dalam Vansh" kekeh Rania
***
Vansh menggandeng tangan Rania memasuki gedung hotel keluarga Xander, di mana acara pernikahan Hasley dan Albert di adakan "meriah juga acaranya" tajub Rania
"nanti akan aku buat pernikahan yang jauh lebih megah dari ini untukmu" sahut Vansh
Rania hanya berdecak akan tingkah Vansh "kita sudah pernah membahas ini Vansh dan bukankan kau sudah setuju kalau kita akan menggelar acara pernikahan yang hanya di hadiri kerabat serta sahabat dekat saja" ucap Rania memperingati Vansh akan pembahasan yang pernah mereka buatsebelumnya tentang acara pernikahan yang akan diadakan mereka berdua
"maaf Rania, aku pikir kamu ingin pernikahan jauh lebih baik dari ini karena tatapan takjubmu itu " balas VAnsh
__ADS_1
"takjub bukan berarti aku ingin hal yang sama Vansh, pernikahan impianku adalah bisa berbaur dengan para tamu undanganku bukannya yang membuat kita lelah karena harus menjacata tangan orang banyak" sanggah Raina
"maaf Raina " ungkap Vansh yang hanya di balas anggukan kepala oleh Rania
saat Vansh melangkah bersama Rania, semua mata tertuku ke arah mereka sebab sangat terkejut bahwa Vansh benar datang hanya jika ada pasangan
Putera menyenggol Qiana "itu Vansh sama siapa, kok wajahnya gak asing ya" tanya Putera melihat wajah wanita yang di gandeng Vansh tidaklah asing
Papa Bachtiar yang memang duduk satu meja bersama Qiana juga putera pun ikut melirik ke arah Vansh "itu bukannya Rania mah" papa bachtiar menyenggo lengan mama Sheryl untuk membenarkan tebakannya
"itu memang Rania pah" balas Mama Shery;
"sejak kapan Rania balik mah, bukannya dia di Jerman ya" tanya Qiana
"sekitar dua minggu lalu, dia kan kerja di perusahaan om Brian sekarang bahkan mama yang interview dia loh" balas mama Sheryl
"Vansh manfaatin Rania buat jadi tameng rupanya, biar di kira sudah move on dari Hasley" tukas Putera berdecak ke arah Vansh yang sedang dalam perjalanan ke arahnya
"malam semua, sorry telat soalnya nunggu Rania selesai dandan dulu" ucap Vansh
"kamu makin cantik saja Rania" puji papa bachtiar
"terima kasih om" balas Rania dengan senyum tipisnya
semua para tamu undangan mulai duduk tenang untuk melihat proses acara sakral antara Hasley dan Albert yang terbilang cukup mewah dan banyak rangkaian acara sebab Albert adalah anak tunggal dan Hasley adalah anak tertua di keluarga Xander
setelah acara pemberkatan pernikahan selesai, acara kembali di lanjutkan dengan acara pemberian selamat dengan berjabat tangan
"Vansh aku ke toilet bentar ya, kamu kalau mau kasih selamat duluan gak papa kok" ucap Rania
"gak ah, nunggu kamu saja" balas Vansh
Vansh memilih menunggu Rania sambil memainkan ponselnya dan memang pada dasarnya Vansh yang memiliki daya tarik tersendiri sebagai pria lajang, tampan dan kaya tentu menjadi incaran di manapun seperti sekarang, Vansh terus di kerumuni oleh banyak wanita dan itu menjadi pandangan umum dan tak di ambil pusing orang-orang
"dasar playboy, masih sama saja playboynya" gumam Hasley yang melihat Vansh di kerubuni banyak wanita dari pelaminan
__ADS_1
"jangan mengurusi pria lain lagu Hasley, ingat kalau kamu sudah jadi istriku" tukas Albert mengingatkan
"iya Albert, lagian aku mana mau memikirkan pria yang gak setia macam dia" balas Hasley yang hanya albert tanggapi dengan helaan nafas panjang
Rania yang baru saja kembali dari toilet menghampiri Vansh yang entah kenapa di kerumini oleh banyak wanita "Vansh" panggil Rania
Vansh yang mendengar suara Rania mendongak "hai sayang" sapa Vansh membuat Rania mengerutkan dahinya dengan panggilan baru dari Vansh
"apa ada sesuatu yang terlewatkan olehku" tanya Rania
Vansh menghampiri Rania dan menggenggam tangan Rania "gak kok sayang, yuk cepetan kasih selamat dan segera pulang"ajak Vansh
"mereka penggemarmu ya Vansh" tanya Rania
"bukan, kenal saja enggak" ketus Vansh
Rania dan Vansh berjalan ke arah Hasley dan Albert untuk memberikan selamat "selamat Hasley atas pernikahanmu" Rania cipika cipiki dengan HAsley untuk memberikan selamat
"terima kasih sudah menyempatkan datang Rania, aku senang sekali bertemu denganmu setelah 5 tahun lebih tidak bertemu" ucap Hasley
"sama-sama Hasley, kebetulan saja kini aku kembali menetap di Indonesia" balas Rania
Hasley melirik ke arah Vansh yang tepat di sebelah Rania "hati-hati dengannya Rania jangan sampai kamu terjebak olehnya, dia itu pria tidak setia tadi saja dia sudah main-main dengan wanita apalagi kalau sampai kamu menjalin hubungan dengannya" bisik Hasley yang masih bisa di dengar oleh Vansh
Rania tersenyum tipis "terima kasih atas nasehatnya Hasley" Rania tersenyum tipis ke arah Hasley "tapi untuk Vansh aku cukup mengenal dia dengan baik jadi aku tahu dia tipe pria setia atau bukan" ucap Rania
"tapi dia dulu mengkhianatiku Rania"kesal Hasley
Rania langsung menghilangkan senyumnya dan menatap lurus ke arah Hasley "jangan lupakan statusmu yang kini menyandang status seorang istri Hasley" ucap Rania memperingati
"masalalumu jangan terus kamu bawa ke masa depanmu, dan untuku dan Vansh itu adalah urusan kami bukan tempatmu untuk ikut bersuara" ucap Rania memperingati
Hasley menatap tak percaya ke arah Rania yang bisa berucap tegas padanya "kok kamu segitunya belain Vansh, aku kan cuma ngingetin kamu Rania jangan sampai kamu jadi mainannya" tukas Hasley
"aku yakin dia tidak akan main-main denganku Hasley" Raina kembali tersenyum simpul dan mengucapkan selamat kembali pada Hasley lalu bergegas pamit pergi
__ADS_1