
Cindy memejamkan matanya berusaha sekuat tenaga menahan sesaknya "apa aku seburuk itu sebagai seroang istri kak, sampai dia lebih memilih wanita bayaran" Cindy menoleh ke arah Alvian dengan mata yang sudah merah dan pipi yang sudah basah "untuk memuaskan hasratnya, padahal jika dia minta padaku aku akan memberikan dengan senang hati atau jika dia ingin aku liar aku bisa menjadi liar seperti wanita itu"tunjuk Cindy pada wanita yang sedang memainkan benda keramat milik Dion bak lolipop itu
Alvian meraih telunjuk Cindy dan menurunkannya "kita pergi ya" pinta Alvian dengan suara lirih
"kenapa kak" tangis Cindy pecah tak kuasa melanjutkan ucapannya
Alvian membawa Cindy ke dalam pelukannya dan memilih membawa Cindy ke salah satu ruang private yang ada di bar itu
Alvian mengajak Cindy duduk di sofa panjang berwarna merah "maafkan kakak Cindy" ucap Alvian merasa bersalah pada Cindy karena adiknya lah yang merusak hidupnya
"apa aku tak seberguna itu sebagai seorang istri" tanya Cindy
"gak gitu Cindy" balas Alvian
"mas Dion bilang dia tidak suka ada pembantu di apartemennya dan tidak ingin di repotkan dengan kehadiranku yang mungkin meminta bantuannya untuk mengurus keperluanku maka dari itu aku belajar mengurus rumah kak, dari mulai menyapu, mencuci, memasak kakak tahu kan" Cindy benar-benar ingin menjadi istri terbaik untuk Dion maka dari itu ia belajar mengurus rumah dengan baik dan Alvian tahu itu karena, Alvian sering menjenguk Cindy di Inggris yang mulai dari menikah dengan Dion memilih untuk tinggal di apartemen ketimbang di asrama agar dia lebih mandiri
"kakak tahu itu " Alvian kembali memeluk Cindy menguatkan Cindy
"apa kurangnya aku kak" Cindy mengeratkan pelukannya "aku memang tak secantik dan tak sepintar Qiana tapi aku sudah berusaha mati-matian menjadi istri yang pantas untuknya, sampai aku rela meluangkan waktu luangku untuk bekerja di perusahaan kakak agar aku bisa membantunya nanti dan tak membuatnya malu tapi kenapa seolah itu tak di hargai sama sekali kak" ungkap Cindy
"kalau gitu bercerai saja darinya, kakak akan mengurusnya untukmu agar kalian segera berpisah" ucap Alvian
Cindy langsung mengurai pelukannya dan menggelengkan kepalanya "aku gak mau bercerai darinya kak" tolak Cindy dengan tegas
"kenapa" tanya Alvian
"aku gak mau cerai" Cindy memilih menenggak minuman keras di depannya dan terisak "aku gak mau bercerai kak" rengek Cindy dengan tatapan penuh luka
"aku akan buat dia kehilangan bagian hak warisnya saat kalian bercerai karena sudah melukai hatimu" ucap Alvian
"aku gak mau cerai kak!" teriak Cindy
Alvian menatap nanar Cindy "apa kau mencintai Dion" tanya Alvian
Cindy hanya diam tak menjawab pertanyaan Alvian "jawab Cindy, apa kau mencintai Dion!" bentak Alvian
Cindy makin terisak "aku gak tahu kak" Cindy menggelengkan kepalanya dan memilih kembali menenggak minuman di hadapannya
"maafkan kakak"Alvian memeluk Cindy dengan erat
"hiks hiks hiks" Cindy menangis dalam pelukan Alvian cukup lama sampai Cindy tertidur dalam pelukannya
Alvian mengangkat tubuh Cindy ala bridal style keluar area bar "maafkan kakak" gumam Alvian
__ADS_1
saat alvian membawa Cindy tanpa terasa ada sepasang mata yang menyadari keberadaan Alvian di sana "itu bukannya kakak ya" Dion menyipitkan matanya mengamati apakah benar pria yang di lihatnya adalah kakaknya
Dion menoleh ke arah sahabatnya "aku keluar bentar ya" ucap Dion
"mau kemana, ini kan pesta kamu" salas teman Dion
"bentar doang, cuma mau lihat apa benar itu kakakku" Dion bergegas mengejar kakaknya
Alvian memasukan Cindy ke dalam mobi, tak lupa ia merendahkan kursi mobil agar Cindy lebih nyaman untuk tidur
"brak" Alvian menutup pintu mobil dan berniat masuk ke dalam mobilnya melalui pintu sebelah
"astaga" Alvian mengusap dadanya saking terkejutnya saat Dion tiba-tiba saja ada di belakangnya dan membuatnya begitu gugup
Dion memicingkan matanya "dengan siapa kakak ke sini, kakak sudah nemuin calon ibu buat hasley" tanya Dion
Alvian bisa bernafas lega karena ternyata Dion tak tahu kalau yang ada di mobilnya adalah Cindy "kalau iya, emang kenapa?" tanya Alvian
"gak bisa gitu dong kak, kakak kan nanti nikahin Cindy, gak mungkin kan kakak punya dua istri" balas Dion
Alvian memicingkan matanya "bagaimana bisa kamu bilang istri kamu akan menikah dengan kakak" tukas Alvian tak percaya
"kakak lupa dengan janji kakak kalau kakak akan menikah dengan Cindy jika kami bercerai nanti" balas Dion
"itu hanya sampai aku bisa menghancurkan keluarga besar Qiana, saat mereka hancur aku pasti menceraikan Cindy" balas Dion
"gila kamu Dion!" tunjuk Alvian dengan tatapan tajam
"aku memang gila kak" balas Dion tak kalah berteriak
"terserah, percuma juga bicara dengan pria mabuk" Alvian masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan dion yang masih meracau tak jelas
Alvian melajukan mobilnya meninggalkan kawasan bar "emang gila tuh anak" umpat Alvian begitu kesal dengan sifat keras adiknya
"hiks hiks hiks" Cindy kembali menangis
Alvian menoleh ke arah Cindy "kamu nangis Cindy" tanya Alvian
cindy mendongak ke arah Alvian "apa dia akan menceraikanku setelah bisa mendapatkan Qiana" tanya Cindy
Alvian memilih memarkirkan mobilnya di salah satu taman yang terlihat sepi karena itu memang sudah pukul 11 malam "jangan menangis Cindy" Alvian mengusap pipi Cindy, menghapus jejak air mata itu dengan ibu jarinya
"dia mau menceraikanku kak" rengek Cindy
__ADS_1
"sudah-sudah, kakak akan menikahimu jadi jangan sedih ya" balas Alvian
"ini benar-benar gak adil buatku kak" ucap Cindy dengan deraian air mata "kenapa aku di lempar sembarangan seperti ini" Cindy menatap lekat wajah Alvian "apa kakak akan membuangku juga nanti" tanya Cindy
"gak Cindy" Alvian kembali memeluk Cindy "kakak gak akan buang kamu, kakak sayang sama kamu" balas Alvian
"bener" tanya Cindy
Alvian mengurai pelukannya "tentu benar" balas Alvian menatap lekat manik mata milik Cindy
cukup lama tatapan itu tak terputus dan "Cup" Cindy menyambar bibir milik Alvian membuat Alvian membulatkan matanya
"cindy" Alvian benar-benar tak percaya apa yang di lakukan Cindy
"kenapa kak, kata kakak kita kan akan nikah jadi gak masalah kalau kita berbuat lebih dari ini" balas Cindy dengan santainya
"kamu yang mulai Cindy" Alvian langsung menyambar bibir ranum milik Cindy dan mulai menyentuh jengkal demi jengkal tubuh indah milik Cindy membawa mereka ke dosa terlarang dengan sebuah kata 'PERSELINGKUHAN'
seusai perbuatan terlarang mereka, Cindy tertidur pulas dan Alvian memilih membawa Cindy ke salah satu apartemen miliknya, karena tak ingin Hasley berpikir macam-macam saat melihat CIndy tertidur dengan wajah yang begitu berantakan, dan jangan lupakan berapa banyak jejak kepemilikan yang di buat oleh Alvian di tubuh Cindy
"maafkan kakak" Alvian mengecup kening Cindy cukup lama dan memilih ikut tidur bersama dalam selimut yang sama
mentari mulai menampakan sinarnya, memberi peringatan agar semua mata terbuka untuk menapaki hari yang cerah "euuuugghhh" Cindy melenguh memegang kepalanya yang serasa berdenyut
"di mana ini" gumam Cindy melirik ke penjuru ruangan
"astaga" teriak Cindy saking terkejutnya melihat wajah tampan Alvian tepat di hadapannya
"euuugghhh" Alvian membuka matanya karena terkejut dengan teriakan Cindy "sudah bangun" tanya Alvian saat melihat Cindy yang menatapnya tajam
"kok kakak bisa ada di sini" tanya Cindy
Alvian mengerutkan keningnya "kamu gak ingat" tanya Alvian
"ingat apa?" balas Cindy
Alvian bangun dari tidurnya dan duduk menghadap Cindy "coba ingat-ngat perbuatan siapa ini" tunjuk Avian pada tanda merah yang ada di tubuhnya
"hah" Cindy kembali mengingat-ingat kejadian semalam dan langsung membuka selimutnya dan mendapati tubuhnya yang polos dan juga banyak tanda merah sama seperti Alvian
"apa semalam kita...." ucap Cindy menggantungkan ucapannya
"ya semalam kita sudah mulai Berselingkuh" balas Alvian dengan senyum tipisnya
__ADS_1
Flash back End