Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Patah hati yang tak ingin di sesali (season 2)


__ADS_3

Alvian berjalan ke arah meja makan di mana putrinya sedang menyantap sarapanya "pagi Hasley" sapa Alvian mencium kening putrinya


"pagi dad" balas  Hasley dengan senyum manisnya


Alvian mengusap kepala putrinya "Daddy ada kerjaan di Inggris selama beberapa hari, gak masalah kan kalau daddy tinggal" tanya Alvian


"gak papa kok dad, Hasley bisa jaga diri sendiri" balas hasley


"terima kasih sayang" Alvian duduk di hadapan Hasley untuk sarapan bersama baru ia akan berangkat ke bandara untuk perjalanan bisnisnya


***


5 Bulan Kemudian


Tanpa terasa waktu berlalu begitu cepat, baru kemarin rasanya ia masih memakai pakaian putih abu-abu tapi sekarang ia sudah tak memakai pakaian itu lagi sebab ia sudah selesai menempuh pendidikan putih abu-abunya dan kini duduk di bangku perguruan tinggi


Hasel sudah mulai memasuki dunia baru di mana ia lebih banyak bertemu orang yang memiliki karakter berbeda dan kini menambah luas jaringan pertemanannya "selamat ya sudah masuk ke perguruan tinggi" Cindy mengusap kepala Hasley dengan sayang


"terima kasih aunty" Hasley tersenyum ke arah Cindy dengan begitu lebarnya


Kini Hasley sedang berkunkujung ke rumah Cindy, aktivitas yang rutin ia lakukan karena sangat menyayangi Cindy dan merasa begitu dekat dengan bahkan menganggap Cindy seperti ibunya sebab sepanjang hidupnya hanya Cindy lah wanita yang dekat denganya dan menjadi sosok ibu untuknya


"kamu satu kampus lagi dengan Vansh tidak" tanya Cindy yang ingat betul kalau Hasley dan Vansh satu sekolah sejak mereka masih duduk di taman kanak-kanak


"kali ini tidak aunty, Vansh kan kuliah ke Inggris sepertinya kampus yang sama dengan aunty dulu, sedangkan Hasley kan kuliah di Indonesia " balas Hasley


"kamu gak pengen kuliah di luar negeri, bukannya dulu kamu bilang pengen kuliah yang jauh ya" tanya Cindy penasaran kenapa Hasley memilih kuliah di Indonesia padahal dulu ia ingat betul kalau Hasley penah cerita ingin kuliah di lua negeri agar jauh dari daddy nya dan belajar mandiri


"pengen sih aunty, tapi Hasley gak pengen ninggalin Daddy sendiri, kasihan nanti daddy kalau Hasley tinggal" balas Hasley

__ADS_1


Cindy langsung menepiskan senyumnya dan mengusap perutnya yang kini sudah mulai terlihat besar itu "apa Daddy masih sering ke luar negeri" tanya Cindy


Hasley mengangguk "masih aunty, Daddy sekarang lebih negehabisin waktunya untuk bekerja ketimbang di rumah" balas Hasley


Cindy makin merasa bersalah pada sosok Alvian, sosok yang begitu baik dan begitu indah di hidupnya tapi harus ia lukai tanpa ia bisa cegah sama sekali walaupun tak ada niatan sama sekali untuk membuat luka di hati pria itu


Cindy begitu sedih saat membayangkan Alvian sampai tak terasa membuat air matanya terjatuh "jangan menangis aunty" Hasley mengusap pipinya yang basah


"ah maaf" buru-buru Cindy mengusap pipinya yang basah "maafin aunty hasley" ucap Cindy


"ini bukan salah aunty kok, hanya jalan hidup kita yang tak bagus aja" ucapan bijak itu keluar begitu saja dari mulut Hasley sebab ia juga tak bisa menyalahkan siapapun karena mereka punya alasan masing-masing sampai ada kejadian seperti itu di keluarga mereka


Dulu memang om nya yang bersalah tapi sekarang om Dionnya sudah banyak berubah dan sangat menyayangi Cindy apalagi adiknya yang masih ada dalam kandungan


"drrtttt" Hasley melihat ponselnya dan terdapat panggilan dari seseorang dan langsung saja ia angkat


'DEG' jantung Cindy kini berpacu makin kencang seakan ingin keluar dari tempatnya saja


"kamu di mana Hasley, kok Daddy pulang kamu gak ada di rumah padahal 2 minggu loh Daddy di jerman dan sangat merindukan putri kecil Daddy" tanya Alvian


"ada di rumah aunty dad, Hasley kangen dengan aunty dan juga adik Hasley" Hasley menatap wajah Cindy yang begitu terkejut saat mendengar suara yang sudah beberapa bulan ini tidak ia dengar


ya Hasley sengaja meloudspeaker panggilannya bersama Alvian agar Cindy juga bisa mendengar suara Alvian "kau dari kapan di sana? Om Dion gak masalah kamu di sana" tanya Alvian yang tahu betul kalau adiknya itu masih sangat takut jika sampai Cindy mengetahui apapun tentang dirinya


"gak kok Dad, om Dion lagi di kantor mungkin sorean dia pulang kerja jadi om Dion gak akan marah sama Hasley " balas Hasley


"Hasley" panggil Alvian dengan suara tercekat


"iya Dad" balas Hasley

__ADS_1


"apa bisa Daddy dengar suara aunty sebentar saja" pinta Alvian dengan suara lirih


mendengar itu tentu membuat jantung Cindy berpacu dengan cepat, air matanya kembali turun dengan bebasnya saat mendengar permohonan Alvian yang ingin mendengar suaranya "Hiks hiks hiks" Cindy makin menangis kencang tak kuasa menahan lagi sesak yang ia rasakan karena menahan rindu berbulan-bulan lamanya pada sosok pria yang membuatnya nyaman dan bahagia selama tiga tahun itu


dengan sigap Hasley berjalan ke arah pintu dan menutupnya serta menguncinya dan ia berjaga di dekat pintu sekedar ingin membantu Alvian dan Cindy untuk bisa bicara dengan bebas


"maafin aku kak" tangis Cindy begitu pilu dan begitu menyesakkan  "maafkan aku menyakitimu" ucap Cindy begitu merasa bersalah akan dirinya yang sudah melukai Alvian dan tak bisa tegas dalam memilih dulu padahal dengan jelas dulu Cindy bilang akan memilih Alvian dan membesaran anak mereka bersama-sama


"jangan menangis sayang, itu tidak baik untuk anak kita" pinta Alvian dengan suara tercekat meluapkan rasa rindu tertahan selama berbulan-bulan


Cindy terus mengusap pipinya yang terus basaha itu "andai saja aku gak melibatkan kakak dalam permasalahanku, mungkin gak akan sekacau ini jadinya" balas Cindy


"sudah lah Cindy jangan pernah sesali apa yang terjadi, walaupun akhirnya sakit tapi kakak tidak pernah menyesal mencintai kamu dan kakak juga tidak menyesali perpisahan kita karena itu semua adalah pilihan kakak" terdengar Alvian yang menghirup nafas dalam-dalam "kamu sekarang bisa bahagia dengan Dion, dan itu juga cukup untuk kakak karena dua orang yang begitu berarti di hidup kakak bahagia dan baik-baik saja" jelas Alvian tak ingin menyesali perpisahannya bersama Cindy karena Cindy yang memilih mempertahankan pernikahannya


"aku merindukan kakak" ungkap Cindy dengan suara lirihnya


"jangan merindukan kakak Cindy, coba lupakan saja kakak dan itu akan jauh lebih baik untuk hidup kamu" balas Alvian


"maafin aku kak" ucap Cindy lagi


"jangan terus meminta maaf sayang, kalau kamu merasa bersalah dengan kakak cukup jaga anak kita dengan baik dan selalu hidup bahagia jangan pernah menangis lagi" pinta Alvian


"iya kak, aku akan jaga anak kita dengan baik" balas Cindy


"ya sudah Cindy, kakak sudah cukup mendengar suara kamu" Alvian langsung mengakhiri panggilannya sebab ia tak akan sanggup lagi jika terlalu lama mendengar suara Cindy dan mungkin ia bisa kelepasan untuk berlari ke arah Cindy


hasley langsung menghampiri Cindy dan memeluknya erat "jangan menangis aunty" Hasley ikut menangis bersama Cindy yang makin menangis saat pembicaran antara Cindy dan Alvian itu usai


"hati aunty rasanya sakit Hasley, aunty sakit" Cindy mencengkeram dadanya dan terus mengatakan sakit pada hasley

__ADS_1


__ADS_2