
Sia tengah berbenah untuk mengurus pekerjaan yang akan di lakukan di Bandung
"sebulan kelamaan sayang, bisa gak di remisi gitu" cicit Damian yang duduk di belakang Sia dan hanya sibuk mengoceh saja sedari tadi
"gak bisa gitu mas, Sia kan punya tanggung jawab sebagai penanggung jawab proyek" Sia tak henti-hentinya memberi pengertian pada Damian agar tidak merecoki pekerjaannya
"sebulan lama sayang" rengek Damian dengan begitu manjanya
"kalau rindu tinggal nyusul aja pas weekend" Sia menutup kopernya dan meletakkannya di lantai
"tapi mas gak tenang biarin kamu di sana, mana ada si Andreas itu lagi" kesal Damian
sia berjalan ke arah Damian dan duduk tepat di sebelah calon suaminya itu "Sia gak ada hubungan apapun lagi dengan mas Andreas, lagian mengawasi proyek di serahkan ke petugas pelaksana bukan direktur" jelas Sia
"tapi rasanya masih gak tenang, apalagi sekarang tatapan matanya itu buat mas kesel" balas Damian
Sia tersenyum simpul ke arah Damian "bulan depan kan kita langsung nikah gak pakai nunggu lama, kak Vansh aja mesti nunggu dua hari setelah prosesi lamaran, kita gak loh mas, acara lamaran pagi hari trus langsung acara pemberkatannya siang" Sia mengingatkan kembali rencana pernikahan mereka yang akan di laksanakan bulan depan dan sudah di siapkan oleh mama Kaila tentunya
"tetap saja rasanya lama" balas Damian kesal
"sabar mas, kalau kita lewatin dengan baik pasti terasa cepat" ucap Sia
"ya sudah" Damian pasrah aja sebab ia sudah berjanji tidak akan mengganggu pekerjaan Sia dengan segala kecemburuannya dan keinginannya yang segera ingin memiliki Sia seutuhnya
***
4 minggu kemudian
tak terasa waktu kerjanya di Bandung sebentar lagi akan selesai dan lusa ia akan segera menikah dengan Damian, menjadi nyonya Abraham sebentar lagi rasanya sungguh mendebarkan
Sia sudah bersiap dengan kopernya dan sudah memasukan semua pakaiannya, tinggal menghadiri acara perpisahan bersama anggota proyek dan ia akan langsung terbang ke Semarang untuk prosesi pernikahannya yang di mulai lusa
"kirim pesan sama mas Damian kalau sore, mau pulang" gumam Sia yang langsung mengetikkan pesan pada Damian untuk mengabari rencana kepulangannya hari ini setelah mengikuti acara perpisahan yang di adakan para staff yang bekerja di Bandung
Sia bergegas menuju tempat janjian, di salah satu restoran ternama di Bandung
__ADS_1
"selamat sore, maaf telat" sapa sia pada para pekerja yang bekerja dengannya selama satu bulanan ini
"sore Bu Sia" balas para staff yang sudah berkumpul di sana
Sia langsung duduk di kursi kosong yang belum di duduki, dan saat ia duduk barulah ia sadar ada orang yang ikut hadir di sana padahal selama ini dia tak hadir
di tempat lain ada yang sedang mengumpat kasar dengan segala kata kasar yang pernah ia ucapkan dalam hidupnya "sial.. ba**** ku****a****" maki Damian yang baru saja mendapat satu kabar tak mengenakkan
"berapa operasi hari ini" tanya Damian dengan suara dingin
"ada dua, tapi saya bisa minta anda hanya mengurus satu operasi saja, karena dokter yang di minta untuk menggantikan anda selama cuti sudah datang" balas seorang pria berpakaian hitam
"ya sudah langsung siapkan sekarang, hari ini aku harus menggunakan semua kemaluanku untuk mempersingkat waktu " Damian mempercepat langkahnya ke ruang operasi
hari ini benar-benar dilema antara tanggung jawab sebagai manusia atau tanggung jawab sebagai seorang pria
Kembali ke saat di Bandung. Sia dan yang lain sedang bercengkerama dan saling bertukar cerita serta pemberian hadiah untuk Sia yang masa kerja di Bandung akan berakhir hari ini
"selamat atas pernikahannya ya bu Sia" ucap Anton selaku Direktur di kantor cabang yang ada di bandung
"gak masalah kok bu, kamu ngerti kalau pernikahan ibu pengen lebih terasa sakral" balas Anton
"iya, ini saja saya cuma ngundang keluarga inti" jelas Sia dengan senyum tipisnya
yang mana hal itu membuat hati seseorang begitu kesal di buatnya "gak bisa di biarin" gumam pria itu mengepalkan tangannya kuat seakan tak rela jika harus sampai Soa menikah dengan Damian
acara perpisahan itu terbilang cukup cepat karena memang Sia yang jadi bintang utama meminta itu sebab ia harus bersiap untuk pergi ke Bandara jam 8 nanti
"kami pamit ya bu Sia, Hati-hati di jalan" pamit para staff yang akan segera pulang ke rumah mereka masing-masing
"iya " balas Sia
Setelah pergi dari sana, Sia segera bergegas pergi dari restoran agar bisa segera berangkat ke Bandara
"tunggu Sia" panggil seseorang
__ADS_1
Sia menghela nafas kasar "apa lagi sih mas" kesal Sia yang sedari tadi menahan kesal karena kehadiran Andreas di sana padahal dari kemarin saja pihak perusahaan andreas hanya mengirim perwakilannya saja tapi kenapa malah sekarang dia hadir dan membuat dia kesal saja harus melihat wajah Andreas yang begitu menyebabkan
"mas mau bicara sebentar saja sama kamu" pinta Andreas
"apalagi sih mas" tanya Sia dengan kesal
"aku mohon Sia" pinta Andreas dengan wajah memelasnya
"ya sudah, tapi sebentar saja ya mas, Sia harus segera ke bandara soalnya" balas Sia yang akhirnya menerima ajakan Andreas untuk bicara
Andreas mengajak Sia untuk bicara di ruang private agar lebih leluasa bicara "langsung saja deh mas" ketua Sia membuka obrolan
"mas minta maaf Sia" ungkap Andreas membuat dahi Sia mengernyit heran
"buat apa" tanya Sia heran
"maaf karena tidak mau menghargai kamu sebagai seorang istri selama lima tahun ini, padahal kamu sudah melakukan semua tugasmu dengan baik sebagai seorang istri tapi maa malah bersikap dingin padamu" ungkap Andreas
"kenapa mas baru bilang ini ke aku sekarang, kenapa gak dari dulu hah" Sia mengangguk "oh aku tahu pasti sekarang mas Andreas sudah tahu kalau mantan istri kakak itu gak secinta itu sama mas kan, Lagi-lagi kamu di khianati sama dia dan di tinggalkan saat kamu sakit seperti biasanya " tebak Sia
"kemarin dia bilang gak sudih sama aku yang sudah hampir bangkrut, dan setelah itu aku baru sadar kalau aku sudah sangat berdosa sama kami selama ini" ungkap Andreas dengan tatapan sayunya
"jangan lupa mas kalau kita sudah tidak ada hubungan apapun jadi gak ada pentingnya mas Andreas bicara ini ke aku" pungkas Sia
"mas menyesal Sia, mas baru sadar kamu yang terbaik di hidup mas, kamu mau kan kembali sama mas" pinta Andreas
"gak usah gila deh mas, aku tuh mau nikah sama maa Damian lusa dan gak ada niat ya buat aku untuk kembali sama mas.Kita itu gak ada rasa apapun baik dulu maupun sekarang" jelas Sia
"tapi maa sadar sudah cinta sama kamu " balas Andreas
Sia begitu kesal dan langsung menyambar minuman yang ada di hadapannya hingga tandas "aku gak peduli ya mas, aku gak cinta sama mas Andreas mau Andreas memohon pun gak akan aku batalin pernikahanku dengan mas Damian hanya demi pria plin-plan macam mas Andreas" pungkas Sia
Sia beranjak dari duduknya bergegas ingin pergi "brugh" Sia tiba-tiba terjatuh begitu saja
Andreas menyunggingkan senyumnya "maafin mas Kalau harus pakai cara kotor seperti ini" gumam Andreas dengan senyum seringainya
__ADS_1