Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Guardian knight (season 2)


__ADS_3

qiana pulang ke rumah dengan wajah lelahnya  yang sepanjang hari di berondong pertanyaan oleh ke tiga sahabatnya tentang kenapa bisa dia dan damian bernagkat bersama Dion yang notabenenya dalah guru matematik di sekolahnya


ingin rasanya ia langsung berbaring di kasur empuknya "tunggu" seru putra menghentikan langkah kaki qiana yang akan menaiki anak tangga ke arah kamrnya yang berada di lantai dua


qiana membelalakan matanya lebar tatkala semua anggota keluarganya tengah berkumpul di kediaman papa dan mamanya " kenapa kalian semua berkumpul di sini?' tanya qiana heran dengan kehadiran ke sembilan pria di keluarganya


qiana mulai memindai siapa saja yang datang, ada Edzard, nazhief, dan vansh, ketiga adiknya sertaom nya revano yang sedang duduk berkumpul si sofa bagian ujung kanan, sedangkan sofa sebelah kiri ada damian dan rain adik damian, serta kedua adik putera Dilan dan Neo. Sedangkan di sofa single ada putera yang seperti berperan sebagai ketuanya


qiana mengernyitkan dahinya ke arah ke sembilan keluarganya "kalian kenapa ngumpul semua di sini? mau tawuran" tanya qiana heran tumben sekali semua keluarganya berkumpul padahal tidak sedang ada acara berkumpul


"kakak baru dapat laporan dari vansh dan kebetulan di benarkan oleh damian kalau ada pria yang mencoba mendekatimu" ucap putera memulai obrolan


"hah" mulut qiana menganga lebar mendengar penuturan putera "siapa yang mencoba mendekatiku" tanya qiana tak paham maksud pembicaraan putera


"jangan pura-pura gak tahu deh qiana, jelas kamu sudah sedekat itu dengan memanggilnya mas" sahut putera dengan nada tak suka


sejenak qiana berpikir dan menyadari maksud ucapan putera "maksud kakak pak Dion" tanya qiana


"iya lah, siapa lagi" sahut revano


"hahahaha" qiana tertawa lebar akan pikiran saudaranya "jadi kalian ke sini hanya karena aku yang memanggil pak dion dengan sebutan mas di luar sekolah" tanya qiana memastikan


"aku tadi sampai kaget loh kak, karena kakak manggil pria itu dengan sebutan mas" sahut vansh


"kakak bilang sama aku gak akan pacaran kok" timpal Edzard


"inilah kenapa aku malas pacaran, karena kalian" tunjuk qiana pada kesemua orang yang hadir di ruang keluarga rumah mama dan papanya


"jadi kamu mau pacaran sama guru itu" tanya putera dengan tatapan tajamnya


"ayolah kak" qiana tidak habis pikir pola pikir saudaranya "aku gak ada niat untuk berpacaran dan aku masih berpegang teguh untuk itu, jadi tolong jangan berlebihan bersikap hanya karena sebuah panggilan" balas qiana

__ADS_1


"tapi dia berniat mengejarmu" tukas damian dengan tegas


qiana mengerutkan keningnya "kapan dia bicara seperti itu" tanya qiana


"tadi saat di mobil saat ada kita kamu juga denger itu tapi kamunya saja yang gak paham arah pembicaran guru itu" balas damian


"terserah dia mau gimana, intinya aku tetap konsisten tidak akan pacaran dan hanya langsung menikah saat bertemu dengan orang yang cocok" balas qiana dengan tegas


"tapi kamu pernah bilang akan menikah dengan orang yang cocok tak perduli dengan kamu yang baru lulus SMA" ucap putera mengingatkan qiana akan ucapannya yang pernah ia utarakan tempo hari


"emang benar itu" balas qiana


"jadi kak qiana mau nikah sama guru itu setelah lulus SMA" celetuk Rain


"mungkin" qiana berjalan ke arah anak tangga


"kamu mau kemana qiana, kita belum selesai bicara " ucap putera ingin qiana menghentikan langkahnya


terlihat raut tak suka pada setiap wajah pria yang sedang berkumpul itu "nanti kalau princess kita nikah, dia masih peduli dengan kita atau tidak" tanya neo yang nampak begitu khawatir jika qiana akan memiliki pasangan nanti


putera nampak gigit jari bingung sendiri akan kemungkinan qiana yang akan menikah saat lulus SMA seperti yang ada di novel-novel yang pernah ia baca "kita harus buat cara agar pria itu menjauhi princess kita "putera mulai menyampaikan idenya agar dion tak kembali mendekati qiana


putera menatap ketiga adik qiana "kalian paling punya kontribusi lebih di antara kita karena kalian adiknya qiana, ingat jangan biarkan dia di antar guru itu kalau kakak gak antar jemput qiana" putera menoleh ke arah damian dan revano "dan kalian berdua harus membuat guru itu tidak mendekat selain jam pelajaran sekolah" ucap putera


"iya" balas damian dan revano serempak


dan semenjak hari itu mereka semua membatasi pertemuan antara qiana dan juga Dion. Walaupun Dion menjadi guru pembimbing qiana untuk persiapan ujian, ketiga adiknya selalu bergantian menemani qiana saat sedang belajar bahkan tak jarang ke tiga sahabat langgasnya ikut belajar tak membiarkan interkasi dion dan qiana melebihi pembahasan pelajaran


tapi tentu bagi Dion yang memiliki tekat kuat tak mengurungkan niat untuk menyerah dengan perlakuan saudara-saudara qiana, malahan dia makin bersemangat untuk mendapatkan qiana untuk jadi milknya


sampai tak terasa ini adalah penghujung acara kelulusan Sekolah qiana di bangku Sekolah Menengah Atas dan akan ia lanjutkan ke jenjang Kuliah

__ADS_1


"hai qiana" sapa Dion


"hai pak" balas qiana


dion mencebikkan bibirnya "kan sudah saya billang jangan panggil pak saat di luar sekolah" ucap dion


"ini memang di luar sekolah pak, tapi ini ada di lingkungan di mana semua anak sekolah sedang berkumpul untuk acara perpisahan sekolah pak" balas qiana


dion mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan besar yang ada di salah hotel milik keluarga putera yang kebetulan di jadikan tempat perpisahan oleh sekolah Qiana "emang sih, semuanya anak sekolahan kita" balas dion menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"bapak gak takut kalau om dan sepupu saya itu marahin bapk lagi karena dekatins aya tanpa pengawasan  dari mereka" tanya qiana


"enggak, kenapa juga saya mesti takut" tanya dion


"iya sih, kenapa juga mesti takut, kita kan gak ngapa-ngapain" balas qiana


Dion meraih tangan qiana dan menggenggamnya dengan pelan "bisakah kita tetap bertemu saat kamu sudah bukan muris saya di sekolah" tanya Dion


qiana mengerutkan keningnya "kenapa kita harus tetap bertemu" tanya qiana


"karena saya ingin dekat denganmu" balas Dion


qiana menyipitkan matanya ke arah Dion "kenapa juga bapak ingin dekat dengan saya" tanya qiana


"saya suka sama kamu qiana, dari dulu saya suka sama kamu, dulu mungkin saya takut bicara hal ini karena jarak usia kita tapi lama kelamaan saya gak bisa menutupinya lagi saya jatuh cinta sama kamu" jelas Dion


qiana menyunggingkan senyumnya mengingat cerita papa dan mamanya dulu yang membuat Dion mengambil arti lain dari senyuman qiana "maaf pak" qiana melepas genggaman tangan Dion


"saya belum ada keinginan menikah, jadi silahkan cari wanita lain saja, takut bapak keburu tua kalau nunggu saya" balas qiana


dion tersenyum tipis pada qiana "saya tidak masalah jika harus menikah di usia 40 tahun" ucap Dion yang seolah mengartikan bahwa ia siap menunggu qiana sampai siap

__ADS_1


'tersrah bapak saja" qiana meninggalkan dion begitu saja untuk menghindari pembicaraan lebih lanjut


__ADS_2