Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
pergi


__ADS_3

***


Om arkana memeluk Sheryl erat “om pasti kangen kamu” ucap om arkana begitu sedih akan melepaskan sheryl pergi ke Inggris


“Sheryl hanya ke inggris om, bukan ke dunia lain kalau kangen tinggal video call saja” balas Sheryl dengan nada meledek


Om arkana langsung memberikan jitakan di kepala Sheryl “ ngomong serius ini om” kesal om arkana yang malah di tanggapi candaan padahal dirinya sedang serius


“maaf om” balas  Sheryl sedikit terkekeh


“oh ya sher, kamu gak pengen tahu kabar kelanjutan proses persidangan perceraian kamu” Tanya om arkana


“Sheryl percaya kalau om akan mengurusnya dengan baik” balas Sheryl


“walaupun dia tidak pernah datang ke pengadilan tapi dia tetap kekeh gak mau bercerai, dan gak ada yang bisa memberatkan untuk perceraian kalian jadi mungkin ini akan berjalan cukup lama” balas om arkana


“om urus saja gimana baiknya, Sheryl benar-benar gak mau urus itu lagi” Sheryl benar-benar tak sanggup memikirkan mario dan urusan perceraiannya


“ya sudah, akan om usahakan perceraian kamu bisa ketuk palu secepatnya” balas om


arkana


kini giliran Kinan yang memeluk Sheryl “jaga baik-baik kesehatan kamu ya sher, jangan lupa makan terus jangan lupa istirahat, minta bantuan om bachtiar buat jaga qiana jangan terlalu fokus mengamati qiana yang masih belum bisa bergerak bebas”


pinta kinan


“iya kak, maaf kalau Sheryl selalu buat kakak khawatir” Sheryl merasa bersalah pada kakaknya yang terus mengkhawatirkannya


Kinan mengurai pelukannya dan mengusap pipinya yang sudah basah “kakak sayang sama


kamu Sheryl, makanya kakak selalu khawatir dengan kamu” ungkap kinan


“iya kak, Sheryl tahu itu” Sheryl tentu tahu kalau Kinan menyayanginya


Kini Sheryl berganti memeluk ayah burhan yang sudah menangis sesenggukan sedari tadi “jangan


nangis lagi yah, nanti tampannya hilang loh” ucap sheyl mengusap pipi ayah burhan

__ADS_1


Ayah burhan terus mengusap pipinya yang terus basah “kamu mau perginya gak tahu sampai kapan tentu ayah sedih, tambah kesepian nanti ayah, kinan lebih sering nginap di rumah keluarga suaminya, sekarang kamu yang ninggalin ayah kan ayah tambah kesepian” ayah burhan begitu sedih kedua anaknya tidak sering bersamanya lagi, dan tentu ia akan kesepian tanpa kehadiran kedua anaknya


“ya sudah ayah cepetan nikahin kak jemina saja, ayah harus ekstra perjuangannya buat minta restu sama om bimo” ucap Sheryl meledek ayah burhan


Ayah.burhan mengurai pelukannya dan mengusap pipinya yang basah itu “kok kamu ngomong gitu” Tanya ayah burhan tak menyangka hubungannya dengan jemina yang selama ini ia tutupi di ketahui sang anak


“kami tahu kok yah” sahut Sheryl


Ayah burhan terkekeh “kelihatan ya” Tanya ayah burhan dengan salah tingkah karena ternyata ia ketahuan menyembunyikan hubungannya dengan wanita yang berbeda jauh usianya dengan wanita pujaan hatinya


“iya lah yah kita tahu. saat ada kak jemina ayah kan ngintilin dia terus kemanapun dan apa manggilnya “


kinan melirik Sheryl untuk bertanya panggilan ayah burhan untuk jemina


“mina” sahut Sheryl


“mina mau makan… capek enggak… mau di antar pulang enggak, mau makan apa... butuh apa...“ hans berbicara dengan


mimik wajah yang di buat begitu menggelikan


"dasar mantu kurang ajar” bentak ayah burhan memukul tengkuk Hans yang meledek ya habis-habisan


butuh bahagia” ungkap Sheryl memberikan lampu hijau pada ayahnya untuk menikah lagi


“iya yah, dulu demi kinan kan ayah menahan kebahagiaan ayah dan menikah dengan mama yang


jelas-jelas ayah gak cinta sama sekali” sahut kinan merasa bersalah ayahnya dulu menikahi jesika agar kehidupan kinan bisa terjamin setelah ayah kandungnya meninggal


“terima kasih ya anak-anak ayah” ayah burhan memeluk Sheryl dan kinan bersamaan


"kami juga berterima kasih karena ayah sudah jadi ayah kami" balas kinan


***


Hans mengantarkan Sheryl dan om bachtiar ke bandara


Hans menemani sampai depan terminal keberangkatan lnternasional “kalau sudah sampai sana langsung kabari kakak ya, soalnya kakak kan harus ingetin lagi teman kakak kalau kamu datang jadi biar kakak langsung nyocokan jadwalnya “ ucap Hans

__ADS_1


“iya kak” balas Sheryl


Hans menoleh ke arah om bachtiar “tolong jaga adik saya ya om , jangan di perdayasaat dia lagi rapuh” ucap hans memperingati om bachtiar agar tidak bermain trik saat Sheryl dalam kondisi rapuh dan tidak bisa mengambil keputusan secara benar


om bachtiar mencebikkan bibirnya, dengan jelas sekali han menyindir dirinya agar tidak memanfaatkan kondisi Sheryl yang sedang kurang baik dan tidak bisa mengambil keputusan dengan benar


“iya sih, sudah kaya kasih peringatan buat penjahat saja”kesal om bachtiar yang di nasehati oleh orang yang jelas jauh lebih muda darinya


“om kan pawangnya penjahat” balas Hans dengan ketus


“sudah ah, sudah mau landing nih” om bachtiar menggandeng tangan Sheryl memasuki terminal keberangkatan internasional dan berjalan ke arah pesawatnya


Hans melihat punggung Sheryl yang makin menjauh “kasihan Mario kalau saat dia pulang


dari belanda terus tahu kamu pergi” hans berdecak menyayangkan nasib Mario yang


karena rasa persahabatannya yang sedikit berlebihan dia harus kehilangan orang yang di cintainya


om bachtiar terus menggandeng Sheryl dan sesekali mengusap kepala Sheryl "kalau sudah di sana jangan tahan lagi emosi kamu seperti di sini ya" pinta om bachtiar


Sheryl mengernyitkan dahinya "Sheryl gak pernah nahan emosi Sheryl kok om" elak Sheryl


bachtiar membawa Sheryl makin dekat dengan dadanya dan mengusap lengannya " tahu yang kamu tahan Sheryl" bachtiar membawa Sheryl duduk di kursinya dan berjongkok di hadapan Sheryl


"kamu terlalu menahan semuanya karena tidak ingin membuat orang-orang yang kamu cintai terluka dan bersedih karena dirimu" ungkap bachtiar


pertahanan Sheryl mulai runtuh "hiks hiks hiks" Sheryl terisak


"aku juga ingin melepaskan beban ini om" Sheryl memegang dadanya kuat "tapi rasanya begitu sakit dan sesak" sheryl menengadahkan wajahnya ke atas ingin menghalau air matanya yang terus menyerual keluar


bachtiar meletakan baby qiana ke tempat khusus yang sudah di sediakan oleh pihak penerbangan


bachtiar kemudian memeluk Sheryl dalam kondisi Sheryl yang masih duduk


Sheryl balas memeluk om bachtiar dan menyembunyikan wajahnya di perut om bachtiar yang dalam posisi berdiri


"aku harus gimana om, aku masih sangat mencintainya tapi hatiku benar-benar gak bisa berhadapan dengannya. aku sudah terlanjur kecewa dengannya" om bachtiar terus mengusap kepala Sheryl walaupun hatinya juga ikut merasakan sakit saat wanita yang begitu di inginkannya mencintai pria lain sedalam itu

__ADS_1


"berkali-kali aku memberikan peringatan untuknya dan berkali-kali juga aku memaafkannya tapi dia selalu kembali membuatku kecewa" ungkap sheryl


__ADS_2