
***2 Tahun kemudian ***
singkat cerita ke masa dua tahun berikutnya di mana kini Qiana, Tiara, Roland dan juga Cindy sudah menyelesaikan pendidkan S1 bahkan ke empatnya sudah mulai bekerja di perusahaan yang mereka inginkan masing-masing
Qiana kini membantu putera bekerja sebagai sekertaris pribadi Putera yang kini sudah resmi menjabat CEO menggantikan kakek Bimo yang sudah resmi pensiun dari dunia kerja yang sudah puluhan ia geluti tapi karena faktor usia yang sudah tidak mendukungnya lagi sehingga dengan terpaksa memaksanya untuk berhenti dan beristirahat saja dan mengharuskan putera sebagai putera satu-satunya menjadi penerus kerajaan bisnisnya
Cindy turun dari anak tangga menggunakan gaun berwarna peach yang terlihat begitu pas di badannya "padahal tante cocok pakai baju yang tadi tahu" protes hasley
"itu terlalu vulgar Hasley, kita mau ke acara kondangan bukan mau ke acara pamer anggota tubuh" sahut Alvian
"iya sih dad" hasley hanya bisa mencebikkan bibirnya
"suamimu tidak ikut ke pesta pernikahan Tiara dan Roland, mereka berdua kan juga murid Dion sama seperti kamu" tanya Alvian
Cindy tersenyum tipis ke arah Alvian "datang kok kak, cuma kita terpisah aja" balas Cindy
"masih dia mau menutupi pernikahan kalian" tanya Alvian tidak percaya akan sikap Dion yang masih menyembunyikan pernikahannya dengan Cindy padahal mereka sudah menikah tiga tahun
"gak papa kak, untung saja kita tidak ada anak jadi tidak sulit menutupinya" balas Cindy dengan santai
pernikahannya bersama Dion benar-benar membawa perubahan yang begitu besar di hidupnya di mana ia berusaha keras menjadi seorang istri dan juga seorang wanita mandiri yang tidak ingin bergantung pada seorang pria dan menjadikan ia wanita yang begitu tegar karena selama pernikahannya bisa di hitung dengan jarinya berapa kali ia bertemu dengan suaminya
suaminya lebih sibuk mengurusi pekerjaan yang katanya sedang butuh perhatiannya secara lebih karena ia membuat perusahaan sendiri di luar nama besar keluarga Xander dan menjadikannya pria yang harus fokus penuh pada pekerjaannya
"ya sudah ayok" ajak Alvian
Alvian, Cindy dan Hasley akan datang ke acara pernikahan Roland dan Tiara yang di gelar di hotel milik keluarga Roland, setelah perjalanan panjang persiapan pernikahan mereka akhirnya Roland dan tiara benar-benar akan menikah sekarang
Alvian membukakan pintu untuk Cindy "ayok" Alvian mendekatkan lengannya agar Cindy menggandengnya
"iya kak" cindy mengalungkan tangannya di lengan Alvian
sungguh ironis nasib Cindy yang berstatus istri sah Dion tapi di mata umum dia adalah kekasih Alvian karena saat menghadiri acara apapun, baik acara milik Cindy ataupun acara milik Alvian, Alvian lah yang ada di samping Cindy dan bukan suami sahnya "tetap tersenyum Cindy" pinta Alvian
__ADS_1
"iya kak, aku tahu itu" balas Cindy
Cindy dan Alvian di ikuti Hasley berjalan ke arah meja yang di duduki Qiana dan juga Putera "hai qiana"sapa Ciny langsung melepas tangannya dari lengan alvian dan memeluk Qiana
"hai Cindy" Qiana memeluk cindy lalu menoleh ke arah Alvian dan Hasley
"hai kak Alvian dan hasley" sapa Qiana
"hai" Alvian dan hasley duduk di meja yang memang di siapkan khusus oleh Tiara dan Roland agar Cindy dan Qiana ada di barisan paling depan selain keluarganya
Acara pemberkatan pernikahan berjalan dengan cukup khidmat dan deraian air mata dari para keluarga dan juga Qiana serta Cindy yang memang adalah sahabat terdekat Roland dan Tiara
"jadi pengen cepet nikah deh"celetuk Qiana penuh haru
"dari kemarin kakak sudah ngajak kamu nikah tapi kamu nya selalu bilang nanti" sahut Putera
"ya iya lah nanti, orang kakak ngelamarnya asal gitu" balas Qiana
muka Qiana langsung memerah "ya lihat nanti" qiana begitu gugup menjawab ucapan putera perihal pernikahan yang sudah sering mereka bahas selama ini
Cindy tersenyum tipis mendengar obrolan sepasang kekasih yang ada di sebelahnya "jangan terlalu memikirkan yang tidak-tidak" Alvian menggenggam erat jemari Cindy
"kakak lihat" tunjuk Cindy dengan lirikan matanya "pernikahan seperti apa yang kita jalani kak" di saat semua orang sedang menangis haru karena acara pemberkatan pernikahan Tiara dan Roland karena tangis bahagia mungkin Cindy menjadikan itu ajang nangis colongan tentang nasib pernikahannya
Roland melirik ke arah lirikan Cindy di mana Dion memilih datang dengan sekertarisnya ketimbang datang bersama istrinya padahal setelah Cindy lulus kuliah pernikahan mereka sudah tidak perlu di sembunyikan tapi lagi dan lagi Dion selalu beralasan untuk tidak mempublikasikannya di depan semua orang
dengan dalih bahwa Dion ingin memberikan pesta yang megah untuk mengenalkan Cindy tapi ini sudah 7 bulan semenjak kelulusan Cindy dan sudah tiga tahun angka usia pernikahannya
"maafin kakak Cindy" ucap Alvian dengan lirih
Cindy mengusap pipinya "ini bukan salah kakak" Cindy menoleh ke arah Alvian "aku juga gak mau berpisah denganya yang ujung-ujungnya membuat kakak harus bertanggung jawab padaku jadi biarkan seperti ini saja kak, tiga tahun bisa aku lalui jadi apa masalahnya untuk menambah beberapa tahun lagi" balas Cindy mencoba kembali tersenyum karena acara pemberkatan pernikahan sudah selesai
"prok prok prok" suara riuh tepuk tangan menggema saat mempelai pria mulai di izinkan mencium mempelai wanita
__ADS_1
Acara di lanjutkan dengan mengucapkan selamat pada kedua mempelai dan menikmati hidangan yang sudah di sediakan oelh pihak Roland dan tiara "selamat ya tiara" Qiana memeluk tiara
"iya qiana, terima kasih juga sudah hadir dan kemarin sempat ikut sibuk membantu acara pernikahanku" balas tiara Qiana lalu beralih memeluk Roland di ikuti oleh tamu-tamu yang lain untuk mengucapkan selamat
Cindy turun dari panggung bersama Alvian dan juga Hasley "Hasley tante sapa om kamu bentar ya, mau nanya pulang atau enggak" ucap Cindy
Hasley menahan tangan Cindy "sebaiknya jangan kak nanti kena marah lagi loh" Hasley nampak khawatir
"enggak hasley, ini kan di depan umum" Cindy melirik ke arah orang tuanya yang ikut hadir "ada orang tua kakak juga di sini dan ada daddy kamu" Cindy menenangkan Hasley agar tidak khawatir denganya
"permisi" sapa Cindy pada Dion yang sedang duduk bersama sekertarisnya
Dion menatap tajam ke arah Cindy "untuk apa kamu ke sini" tanya Dion dengan ketus
"lah kenapa, bapak kan guru SMA saya masa saya gak boleh nyapa" Cindy benar-benar menjaga tutur katanya saat menyapa Dion di depan orang banyak
"mau apa" tanya Dion
Cindy memilih duduk di depan Dion dan tersenyum tipis ke arah suaminya "kapan anda pulang ke rumah Tuan" tanya Cindy
"saya selalu pulang ke rumah saya, kamu lupa kalau aku sudah membeli rumah" balas Dion
"ah aku lupa" Cindy menatap nanar ke arah Dion "kan saya gak pernah di bolehin masuk rumah itu jadi saya lupa pak" balas Cindy tersenyum getir pada pria yang kini masih berstatus suami sahnya
"ayolah cindy kita kan sudah membahas ini kalau kita akan tetap merahasiakan pernikahan kita" bisik Dion tak ingin ada orang yang tahu kalau Dion sudahlah menikah
"ah aku lupa kalau kamu masih merencanakan untuk merebut sahabatku dari kekasihnya" Cindy beranjak dari duduknya dan menatap lelah Dion yang percuma saja ia pertahankan dan coba ia raih "aku bebaskan kamu melakukan apapun yang kamu mau mulai dari sekarang pak Dion, dan jangan pernah"Cindy menunjuk ke arah Dion "jangan pernah menyesali langkah yang sudah kamu ambil ini" Cindy berjalan ke arah Alvian dan Hasley dengan mata yang sudah mengembun
"ayok pulang" ajak Cindy dengan melangkahkan kakinya lebih dulu
Alvian tahu pembicaraan Cindy dan Dion pastilah tidak baik sampai membuat Cindy bersedih "hasley"panggil Alvian
hasley menganggukan kepalanya "aku bisa mengurus diri sendiri dad, di sini banyak yang bisa mengantarku pulang atau kalau tidak ada aku bisa meminta sopir di rumah" ucap hasley sudah tahu apa yang akan daddy nya lakukan
__ADS_1