Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Kesalahan


__ADS_3

seusai menelpon kinan yang malah di sahut oleh hans,  Sinta melempar ponselnya dengan kasar "masih saja kau mengharapkan kakakku padahal jelas-jelas dia sudah memiliki wanita lain di hidupnya " ucap jovan dengan tatapan sinis tatkala jovan tak sengaja mendengar percakapan antara Hans dan juga sinta


sinta menatap tajam jovan "dia dulu mencintaiku selama sepuluh tahun jadi mana mungkin dia melupakanku dengan mudah" balas Sinta begitu percaya diri bahwa Hans masih mencintainya


"harusnya kau sadar setelah dia pergi dan tak kembali selama tujuh tahun, itu berarti cinta itu sudah hilang" balas jovan menyadarkan sinta bahwa hans tidak mungkin masih mencintai sinta


"dengan tidak kembali selama itu berarti sebesar itu rasa cintanya padaku yang tak ingin melihatku bersama pria lain" balas Sinta dengan yakinnya


"aku ini suami kamu Sinta! bagaimana bisa kamu terang-terangan menginginkan kakakku! " teriak Jovan mulai prustasi dengan tingkah istrinya


sinta menunjuk jovan "aku menikah denganmu karena suatu kesalahan, kesalahan karena bisa memiliki anak dengan kamu dan membuat aku tak terpaksa mau menikah denganmu" balas Sinta


jovan memicingkan matanya ke arah Sinta "bagaimana bisa kau bilang ini kesalahan padahal aku tak pernah sama sekali memaksamu, kita melakukannya atas dasar suka sama suka" balas Jovan tak percaya bahwa sinta masih menganggap pernikahan mereka yang terjadi karena lisa hadir adalah suatu kesalahan


"aku akui itu, tapi aku tak pernah menginginkan anak darimu yang membuatku harus terikat denganmu" ucap Sinta dengan ketua


"Jika lisa mendengar ini, dia pasti akan sangat kecewa padamu " jovan mengambil jasnya yang ada di sofa lalu beranjak pergi dari rumah, rumah yang benar-benar membuatnya muak karena pernikahan yang berjalan selama 8 tahun seolah bagai neraka buatnya, tak ada cinta hanya pertengkaran terus-menerus dan hanya ada topeng pernikahan bahagia saat di depan orang


"ayah" panggil lisa saat ayahnya akan keluar pintu rumah


jovan menoleh ke belakang "eh anak ayah" jovan memeluk lisa yang berlari ke arahnya dan langsung menggendongnya


"lisa berat ayah" rengek lisa tak ingin di gendong ayahnya


"gak kok, anak ayah seringan bulu jadi ayah gampang gendongnya" balas Jovan


"ayah mau kemana? nanti pulang gak " tanya lisa


jovan tersentak, ia kembali teringat jika selepas bertengkar dengan Sinta pastilah ia pergi dan tak akan pulang ke rumah, dan pasti itu membuat anaknya kesepian


"ayah hanya pergi sebentar nanti juga pulang koq" balas jovan


"jangan bohong ayah, kalau ayah mau nginep di luar ajak lisa dong, lisa pengen sama ayah aja" ucap lisa menyuarakan keinginannya


"kan ada mama di rumah" balas jovan tak ingin lisa ikut bermalam di luar


"lisa pengennya sama ayah" rengek lisa

__ADS_1


"ya sudah kamu ambil barang kamu gih, lisa pergi bareng ayah" balas jovan yang akhirnya mengajak lisa keluar


"iya ayah" lisa berlari dengan girang menuju kamarnya


jovan hanya menatap jengah kamar yang ia tempati bersama Sinta


***


di tempat sepi dan terlihat jarang penduduk itu, duduk seorang wanita dengan muka lusuh dan wajah kusut "sial, aku sudah mulai kehabisan uang, tapi gak mungkin aku ambil pake kartu pasti mereka akan mengeceknya, dan akan segera tahu di mana lokasiku " wanita itu menggigit kuku jarinya saking gugupnya akan keuangannya yang main menipis


"karena wanita itu pernikahanku gagal" kesal wanita itu


wanita itu tersenyum devil "saat anak itu lahir aku akan mengambilnya, dan kau gak akan punya pilihan lain untuk aku bisa menikah dengan suami kamu" gumam wanita itu tertawa devil


"hahahaha" tawa wanita itu membuat merinding tetangga wanita itu yang terhalang hanya dengan dinding tipis sehingga tawa itu bisa terdengar jelas dan membuat ngeri orang yang mendengarnya


***


sheryl sedang merajuk dan mario sedang berusaha keras merayunya agar tak terus merajuk "ayolah sayang jangan marah, kata hans langsung di antar kok kalau putera sudah bangun" rayu mario


"ya harusnya mas tunggin dong, gak langsung pulang gitu aja" balas sheryl dengan raut wajah kesal


"ah mas ngeselin " rajuk sheryl


"sudahlah sher, bentar lagi kakakmu juga pulang" sahut ayah burhan  melihat anaknya yang terus merajuk dari tadi karena belum melihat kinan dan putera


"malam om" sapa Hans menyium punggung tangan ayah burhan


"malam Hans" sapa ayah burhan balik


"aku taro putera ke kamar dulu ya, dia sedang tidur soalnya" ucap kinan


"ya..." sheryl mencebikkan bibirnya "sudah tidur kan" sheryl terlihat begitu kecewa


sheryl menoleh dengan cepat ke arah Hans "kakak sih nyulik keponakanku terlalu lama"ucap sheryl mencebikkan bibirnya


Hans mengelus dadanya saking terkejutnya saat sheryl berteriak karena sedang kesal "sheryl jangan gitu ah, besok kan masih bisa main lagi sama putera" kinan menatap tidak suka sheryl yang tidak sopan

__ADS_1


sheryl makin merajuk "kakak gak sayang lagi sama sheryl" sheryl jadi menangis


kinan melirik Hans agar membantunya meletakan putera di kamarnya dan hans langsung mengambil putera untuk di tidurkan


kinan duduk di samping sheryl dan menggeser tubuh mario agar sedikit menjauh "kamu kenapa sih sher, merajuk kaya anak kecil gini" tanya kinan


"hiks hiks hiks" sheryl langsung menangis dan membuat kinan jadi panik


"jangan nangis dong"kinan memeluk sheryl "maaf deh kalau kakak telat pulang, tadi ketiduran di kamar mas Hans sampai gak sadar pestanya sudah selesai" ucap kinan mengusap punggung sheryl


"aku kesepian di rumah" sheryl mulai menghentikan tangisnya dan mengusap ingusnya yang sudah keluar cukup banyak


kinan mengurai pelukannya dan mengambil tisu untuk mengelap ingus sheryl "ya ampun sher, ayah kan di rumah dari tadi sih, masa kesepian" tanya kinan


sheryl masih terus mengeluarkan ingusnya di tissu dan menatap tajam ayahnya "ayah juga pergi seharian, dia baru pulang jam 6 tadi" adu sheryl


ayah burhan jadi gelagapan "ih, kok jadi bawa-bawa ayah sih" ayah burhan mencoba biasa saja karena sheryl yang sedang mengadu pada kinan pergi seharian


mario dan kinan memicingkan matanya ke arah ayah burhan "ayah kemana? kok pergi seharian" tanya kinan dan mario mengangguk mengiyakan pertanyaan kinan


"ayah cuma jalan-jalan saja kok, sama teman-teman ayah" balas ayah burhan


"teman yang mana? kayanya ayah gak punya teman dekat deh" kinan tak percaya dengan ucapan ayahnya karena setahunya ayah burhan tidak terlalu banyak punya teman dan walaupun ada, gak mungkin ada teman yang akan pergi sampai seharian dengan ayah burhan


mario, sheryl dan kinan masih menatap ayah burhan menunggu balasan ayah burhan membuat ayah burhan menelan salivanya dengan susah payah karena bingung harus menjawab apa


"kinan" panggil Hans


ketika perhatian anak-anaknya terlaih ayah burhan segera kabur untuk menghindari pertanyaan yang ayah burhan bingung sendiri bingung harus menjawab apa


"ih kakak sih, bikin ayah kabur kan" kesal sheryl dengan Hans


"mario sana ajak istri kamu istirahat di kamar" pinta kinan


"iya deh" mario membawa sheryl yang sedang merajuk ke dalam kamar


hans menatap heran keluarga kinan itu "mereka kenapa sih" tanya hans yang tak paham dengan sikap orag-orang yang menurutnya aneh

__ADS_1


"ini sudah jam makan malam, mas makan di sini saja ya, kinan masak yang sederhana buat mas makan" ucap kinan


"boleh" balas hans


__ADS_2