Menikah Dengan Orang Asing

Menikah Dengan Orang Asing
Penyesalan


__ADS_3

Sheryl dan om bachtiar duduk di kursi VVIP yang ada dalam pesawat sambil melihat pemandangan dari jendela pesawat saat pesawat yang di tumpangi mereka sudah lepas landas


“kenapa gak pakai jet pribadi om aja sih sher, biar cepat nyampe” om bachtiar menyayangkan keinginan Sheryl untuk naik pesawat komersil padahal om bachtiar punya pesawat jet pribadj


“malas ah om kalau naik pesawat om, cewe keganjenan di pesawat om pasti lirikin Sheryl yang sedang sama om, Sheryl gak suka” balas Sheryl dengan jujur kenapa tidak mau naik pesawat milik om bachtiar


om bachtiar mengangguk paham akan keinginan Sheryl “perjalanannya kan jauh baby qiana biar di taro di kursi khusus yang di sediakan maskapai ya, jangan di pegang terus” pinta om bachtiar


sheryl menggelengkan kepalanya “enggak usah om, Sheryl lebih suka begini” balas Sheryl


“kamu butuh tidur Sheryl” bujuk om bachtiar dengan lembut


“ya sudah” Sheryl pun memilih meletakan babu qiana di tempat khusus yang sudah di sediakan dan tidur seperti permintaan om bachtiar padanya


Di saat Sheryl menaiki pesawat untuk pergi ke Inggris, Mario sedang naik pesawat untuk kembali ke Indonesia


“aku sangat merindukanmu Sheryl, dan juga anak kita” gumam Mario melirik jendela pesawatnya sambil melihat gumpalan awan


“gimana kalau non Sheryl gak mau ketemu dengan tuan” Tanya rasta  yang duduk tepat di sebelah Mario


“kalau tidak mau bertemu, saya bisa melihatnya dari jauh” balas Mario


"kasus perceraian anda gimana tuan, pihak nyonya masih kekeh mau pisah” Tanya rasta lagi


“pokoknya sampai kapanpun saya gak mau cerai darinya” balas Mario dengan tegas


rasta benar-benar bingung dengan hubungan Sheryl dan mario yang bisa berujung ke meja persidangan setelah penculikan baby qiana


“tapi saya dengar kondisi nyonya benar-benar kurang baik setelah penculikan itu, saya dengar Sheryl gak mau melepaskan non qiana sedikitpun, untuk makan dan mandi saja harus di rayu keluarganya agar nyoya mau melepaskan non qiana sebentat” ungkap rasta dari hasil penyelidikannya


"apa saya salah perduli dengan orang yang pernah menyelamatkan hidup saya “ Tanya Mario dengan tatapan sendunya


“bukannya salah tuan, tapi porsinya saja yang tidak tepat” rasta membenarkan posisi


duduknya agar bertatapan dengan mario “bayangkan saja perjuanagn non Sheryl untuk hamil qiana, dia


benar-benar harus terkurung di rumah dan gak kemanapun tanpa izin dokter, dia harus tidur selama berbulan-bualn di rumah sakit loh tuan. Terus teman anda yang sableng itu maksa di nikahin tuan, coba gimana perasaan nyonya” ucap rasta dengan panjang lebar


“tapi kan saya sudah menolaknya” balas Mario


“tapi kan awalnya tuan mau dan non Sheryl dengar langsung sampai berujung nyonya mengalami pemdarahan dan di rawat di rumah sakit sampai berbulan-bulan"


rasta masih tidak habis pikir dengan pemikiran tuannya "Dan harusnya tuan ingat waktu wanita sableng itu mau bunuh non qiana saat dalam perut, nona kan sudah kasih ultimatum buat tuan untuk masukin wanita sableng itu ke penjara tapi tuan malah setengah-setengah nyari dia dan ini di tambah tuan masih peduli sama wanita sableng itu saat dia lempar non qiana di depan mata nyonya ibu kandungnya. tentu nyonya merasa sangat terluka dan gak bisa percaya lagi dengan tuan. dan tentu nyonya merasa tidak aman lagi berada di dekat tuan” ucap rasta dengan nada berapi-api memikirkan sudut pandang sheryl

__ADS_1


“saya tahu salah” sesal Mario


“nyonya sudah terlanjur kecewa tuan, bahkan karena hal itu sampai-sampai membuat kejiwaannya sedikit tergangu sampai-sampai nyonya harus di bawa ke psikolog beberapa kali dan tuanlah jadi penyebab utama masalah yang buat nyonya jadi seperti itu” ucap


rasta dengan tegas


"apa begitu” mata Mario sudah berkaca-kaca mengetahui kondisi Sheryl yang tidak baik


ada rasa tak tega saat rasta melihat raut wajah mario yang begitu sedih “maaf tuan bukan maksud saya nyalahin tuan, tapi saya Cuma ingin tuan lebih tahu posisi nyonya sekarang” ungkap rasta


“saya tahu itu” Mario hanya diam dengan pikirannya sendiri


***


“yah” panggil kinan


“ada apa” Tanya ayah burhan


“yah, malam ini kinan sama putera nginep tempat kakeknya mas hans ya, ibunya mas hans katanya kangen sama putera jadi kita mau nginep sana dua hari” ucap kinan


"ya sudah, gak papa” balas ayah burhan dengan raut wajah sedih


“makanya ayah cepet lamar kak jemina ya yah, jangan kebanyakan nunggu nanti di ambil orang baru tahu rasa loh” ledek kinan agar ayahnya tidak terlalu lama menunggu untuk menikahi jemina


“kamu gak tahu sih posisinya ayah, dulu kan ayah pernah marah-marahin bimo karena


“terserah ayah aja sih, tapi jangan salahin kinan kalau kak jemina di ambil orang ya yah, aku sama Sheryl kan sudah gak masalah kalau ayah nikah lagi” balas kinan


“jangan nakutin ayah terus deh” kesal ayah burhan


Setelah sarapan bersama, ayah burhan dan kinan pisah jalan karena tujuan mereka memang


berbeda


Ayah burhan berjalan menuju kantornya untuk mulai bekerja “tok tok tok” ada suara ketukan pintu


“masuk” seru ayah burhan


Jordan berjalan masuk ke dalam ruangan ayah burhan “kak, ini berkas kerjasama yang harus di tandatangani” Jordan menyerahkan beberapa berkas kerjasama yang harus di tandatangani ayah burhan yang kini menjabat CEO dan Jordan adalah wakilnya


“Sheryl jadi ke inggris kak” Tanya Jordan


“jadi, kemarin baru saja berangkat” balas ayah burhan

__ADS_1


“aku dengar Mario sudah pulang kak” ucap Jordan lagi


“biarin saja” ayah burhan kembali menyerahkan berkas yang sudah di tandatangani pada Jordan


"kalau dia kesini buat nyari Sheryl, gimana kak” Tanya Jordan


“bilang saja kamu gak tahu dan hanya saya dan kinan yang tahu jadi biar dia berhadapan langsung


dengan saya” balas ayah burhan


"ya sudah kak kalau gitu” Jordan pamit keluar ruangan ayah burhan untuk melanjutkan pekerjaannya


Di tengah kegiatannya tiba-tiba ucapan kinan terus terngiang di kepala ayah burhan “ah telpon saja kali ya” ayah burhan mencari kontak jemina untuk melakukan panggilan


“mina” panggil ayah burhan dengan senyum mengembangnya saat mina mengangkat panggilannya


“om gak kerja, kok nelpon mina jam segini” Tanya jemina


“kerja, tapi kangen kamu terus jadi pengen nelpon" balas ayah burhan


“om bisa saja” sembuarat merah jelas terlihat di wajah jemina yang tidak dapat di lihat oleh ayah burhan


“kamu di mana sayang, saya kangen. Kita makan siang bareng yuk” ajak ayah burhan


“kayanya hari ini gak bisa deh om” balas jemina


"kenapa” Tanya ayah burhan penasaran


“ayah ngajakin ketemu rekan bisnisnya, di luar kota jadi gak bisa balik ke Jakarta sekarang ini” balas jemina


"ketemu rekan bisnis? Buat apa? Kamu kan gak ikut kerja di perusahaan” Tanya ayah burhan


“iya, mina juga bingung ngapain di ajak ke sini, padahal kan mina Cuma pengangguran yang cuma bisa nerima uang aja” kekeh jemina


“jangan ngomong gitu mina, usaha restoran kamu kan profitnya bagus, jadi tanpa uang ayah kamu aja kamu masih bisa beli apapun yang kamu mau” balas ayah burhan tak ingin kekasihnya merendah


“iya sih om, tapi mina beneran gak tahu deh kenapa ayah ngajak ke sini, dia Cuma bilang mau ngenalin mina sama anak rekan bisnisnya” jelas jemina


Ayah burhan mengernyitkan dahinya “rekan bisnis ayah kamu sendiri atau bawa anaknya


juga” Tanya ayah burhan


“gak tahu om, mungkin sama anaknya kali soalnya ayah bilang nanti rekan bisnisnya gak sendiri” balas jemina

__ADS_1


Ayah burhan jadi panik sendiri mengingat ucapan Kinan tadi pagi “kamu ketemu di mana, kirim alamatnya ke saya sekarang “ pinta ayah burhan dengan suara tegas


Jemina sedikit tersentak karena ayah burhan bicara dengan nada tinggi “iya nanti mina kirim” jemina langsung mengetikan alamat dirinya berada melalaui pesan obrolan di ponselnya


__ADS_2